Stok MinyaKita Menipis, Pedagang Bantul Bisa Ajukan Pasokan ke Bulog
Stok MinyaKita menipis? Pedagang Bantul bisa mengajukan pasokan ke Bulog dengan syarat NIB, KTP, email, dan nomor telepon.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran di sekolah perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis siswa. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul mengingatkan agar teknologi seperti ChatGPT tidak membuat peserta didik terbiasa menyalin jawaban tanpa memahami materi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, mengatakan AI dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa mengerjakan tugas. Namun, penggunaannya harus tetap disertai pendampingan guru agar siswa tidak bergantung pada jawaban instan.
“Dalam proses pembelajaran, AI seperti ChatGPT dapat digunakan untuk mengerjakan tugas. Dengan syarat bahwa guru tetap memberi pemahaman sehingga siswa tidak bergantung pada jawaban instan tanpa memahami substansinya,” ucapnya, Senin (19/10/2026).
Menurut Titik, salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah plagiarisme. Siswa perlu memahami bahwa jawaban yang dihasilkan AI tidak semestinya langsung disalin dan dikumpulkan seolah-olah merupakan hasil pemikiran sendiri.
Titik menegaskan pemanfaatan AI seharusnya membantu siswa memperluas pemahaman, bukan menggantikan proses berpikir mereka. Karena itu, guru memiliki peran penting dalam mengarahkan penggunaan teknologi tersebut agar mendukung kegiatan belajar.
“Kalau anak hanya memanfaatkan AI lalu menyalin begitu saja, pemikirannya tidak berkembang. Karena itu, guru harus memberikan pemahaman tentang etika penggunaan AI,” ujarnya.
Selain menjelaskan etika penggunaan AI, guru perlu membimbing siswa agar mampu mengolah informasi, memeriksa kebenaran jawaban, serta menyampaikan pendapat berdasarkan pemahaman sendiri.
Dengan pendampingan tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar memperoleh jawaban dari teknologi, tetapi juga memahami proses dan alasan di balik jawaban yang diperoleh.
Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan guru adalah mengembangkan metode pembelajaran melalui pertanyaan yang mendorong siswa menggali materi lebih jauh. Dengan cara ini, siswa tidak hanya diminta memberikan jawaban, tetapi juga menjelaskan alasan dan menyusun argumentasi.
“Jadi tidak sekadar apa yang ditulis tapi menggali lebih dalam lagi. Harapannya anak-anak cenderung berpikir ke arah argumentatif,” katanya.
Titik menjelaskan pendekatan tersebut sejalan dengan pembelajaran mendalam atau deep learning. Metode ini menekankan pemahaman materi secara bermakna, sehingga proses belajar tidak berhenti pada menghafal maupun mengumpulkan informasi.
Dalam penerapannya, guru diharapkan menyusun pertanyaan yang dapat memancing rasa ingin tahu sekaligus menguji pemahaman siswa. Dengan demikian, AI dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan dan membantu peserta didik berlatih menganalisis informasi.
“Pembelajaran mendalam itu cenderung bermakna, yang artinya pendekatannya adalah berpikir kritis. Jadi memang harus dikuatkan oleh guru-guru untuk memahamkan kepada siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang lebih kritis,” ucapnya.
Disdikpora Bantul berharap penggunaan AI di lingkungan pendidikan tetap berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Pendampingan guru dan penguatan berpikir kritis menjadi bagian penting agar teknologi tersebut membantu siswa memahami materi, bukan sekadar menyelesaikan tugas secara instan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stok MinyaKita menipis? Pedagang Bantul bisa mengajukan pasokan ke Bulog dengan syarat NIB, KTP, email, dan nomor telepon.
Sebanyak 44 dari 86 KDMP di Sleman telah beroperasi. Keterbatasan modal, SDM, sarana usaha, dan kepastian regulasi menjadi kendala.
BGN menguji coba MBG sistem prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi. Hasil awal menunjukkan makanan lebih segar, hangat, dan lebih banyak dikonsumsi.
Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS meninggal dunia di Yogyakarta. Ia pernah memimpin Kopassus dan menjabat KSAD di tiga era presiden.
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Disdikpora Bantul mengingatkan penggunaan AI seperti ChatGPT di sekolah perlu diimbangi berpikir kritis dan pemahaman etika agar siswa tak sekadar menyalin jawa