Hiu Tutul Terdampar di Pantai Parangkusumo, Upaya Penyelamatan Terkendala Air Surut

Kiki Luqman
Kiki Luqman Minggu, 18 Oktober 2026 16:57 WIB
Hiu Tutul Terdampar di Pantai Parangkusumo, Upaya Penyelamatan Terkendala Air Surut

Petugas mengevakuasi hiu tutul yang terdampar di pantai Parangkusumo, Minggu (18/10/2026). /Istimewa-Dok Polres Bantul

Harianjogja.com, BANTUL—Seekor hiu tutul sepanjang sekitar enam meter terdampar di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Minggu (18/10/2026) pagi. Petugas gabungan bersama warga telah berupaya mengembalikan satwa laut tersebut ke habitatnya, tetapi usaha itu terkendala ukuran tubuh hiu yang besar dan kondisi air laut yang mulai surut.

Setelah upaya penyelamatan tidak berhasil, hiu tutul tersebut akhirnya mati dan dikuburkan di kawasan pinggir pantai. Penanganan sebelumnya melibatkan petugas SAR, kepolisian, masyarakat, serta koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY.

Hiu tutul itu pertama kali diketahui sekitar pukul 05.00 WIB di sebelah selatan ikon Pantai Parangkusumo. Informasi awal diterima anggota Pos SAR Parangtritis Ditpolairud Polda DIY dari seorang warga yang sedang mencari ikan di sekitar pantai.

Petugas dan Warga Berupaya Menyelamatkan Hiu Tutul

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas bersama SAR Linmas Wilayah III mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi hiu tutul. Pengecekan dilakukan dengan menggunakan kendaraan Utility Task Vehicle (UTV).

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan petugas kemudian berkoordinasi dengan SAR Linmas Wilayah III dan BKSDA DIY untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Petugas bersama warga sempat mencoba mendorong hiu tutul agar kembali ke tengah laut. Namun, upaya itu belum berhasil karena ukuran satwa yang cukup besar, ditambah kondisi air laut yang mulai surut.

“Petugas bersama SAR Linmas dan masyarakat telah berupaya mendorong hiu tutul tersebut agar kembali ke tengah laut. Namun, karena ukuran ikan yang cukup besar dan kondisi air laut yang mulai surut, upaya tersebut belum berhasil,” kata Rita.

Setelah upaya awal menemui kendala, petugas melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan melanjutkan koordinasi dengan instansi terkait. Penanganan selanjutnya saat itu masih menunggu tindak lanjut dari BKSDA DIY.

Mati dan Dikuburkan di Pantai

Komandan Satlinmas Rescue Istimewa Parangtritis, Muhammad Arif Nugraha, menyampaikan bahwa pihaknya telah berusaha mengembalikan hiu tutul tersebut ke habitatnya.

Menurut dia, upaya mendorong hiu kembali ke tengah laut tidak berhasil karena ukuran tubuh satwa yang besar serta kondisi air laut yang surut. Pada akhirnya, hiu tutul tersebut mati dan dikuburkan di wilayah pinggir pantai.

“Upaya sudah maksimal, kondisi laut dan ukuran satwa menjadi kendala dalam proses penyelamatan. Akhirnya mati dan kita kubur di wilayah pinggir pantai,” ungkap Arief.

Sementara itu, Rita mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Pantai Parangkusumo untuk tidak mendekati atau melakukan tindakan sendiri terhadap hiu tutul tersebut. Warga diminta menjaga jarak dan mengikuti arahan petugas di lokasi.

"Masyarakat yang berada di sekitar lokasi diimbau untuk menjaga jarak dan tidak melakukan tindakan sendiri terhadap hiu tutul tersebut, serta mengikuti arahan petugas yang berada di lokasi," kata Rita.

Peristiwa ini menjadi perhatian petugas gabungan karena upaya mengembalikan satwa laut berukuran besar ke habitatnya menghadapi kendala kondisi alam. Penanganan hiu tutul tersebut juga melibatkan koordinasi antara petugas lapangan dan instansi konservasi terkait.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online