Ekonomi DIY Tumbuh Tertinggi di Jawa, Pengusaha Justru Tahan Ekspansi
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyebut pelaku usaha saat ini masih menahan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini dip
Kunjungan turis asing di DIY./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Lama tinggal wisatawan mancanegara (wisman) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan peningkatan pada triwulan III 2026. Rata-rata durasi kunjungan wisman kini hampir mencapai tiga hari, lebih panjang dibandingkan triwulan sebelumnya yang berkisar 2–2,5 hari.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan perkembangan minat wisatawan asing untuk berkunjung ke DIY. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian wisman mulai jenuh berwisata ke Bali dan memilih destinasi lain yang menawarkan beragam pilihan wisata.
DIY dinilai memiliki daya tarik melalui wisata budaya, alam, edukasi, dan berbagai jenis kegiatan wisata lainnya. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong wisatawan asing memperpanjang waktu kunjungan mereka.
"Ya otomatis akan berdampak dengan lama tinggal," ungkapnya, Selasa (3/11/2026).
Deddy mengatakan tren peningkatan lama tinggal wisman terlihat pada triwulan III 2026. Rata-rata durasi kunjungan wisatawan asing di DIY pada periode tersebut mencapai hampir tiga hari, meningkat dibandingkan triwulan II 2026.
"Data kita Wisman rata-rata hampir 3 hari, Wisman sedikit ada peningkatan," ujarnya.
Sementara itu, lama tinggal wisatawan nusantara (wisnus) di DIY masih berada di kisaran dua hari. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, ketika rata-rata lama tinggal wisnus masih di bawah dua hari.
"Wisnus masih di angka dua, meningkat tapi tidak banyak," kata Deddy.
Belanja Wisman di Indonesia Naik 6,96%
Peningkatan lama tinggal wisman di DIY tersebut terjadi ketika Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan rata-rata pengeluaran wisatawan asing selama berkunjung ke Indonesia. Pada triwulan III 2026, pengeluaran wisman mencapai US$1.374,48 atau sekitar Rp24,74 juta per kunjungan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Pada triwulan II 2026, rata-rata pengeluaran wisman tercatat US$1.285 atau sekitar Rp23,13 juta per kunjungan.
Jika dibandingkan dengan triwulan III 2025, pengeluaran wisman juga meningkat. Pada periode tersebut, rata-rata belanja wisatawan asing mencapai US$1.297,31 atau sekitar Rp23,35 juta per kunjungan.
Dengan perkembangan itu, pengeluaran wisman pada triwulan III 2026 tumbuh 6,96% secara kuartalan atau quarter-to-quarter (QtQ). Secara tahunan atau year-on-year (YoY), nilainya meningkat 5,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pengeluaran, BPS juga mencatat peningkatan rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia. Pada triwulan III 2026, durasi kunjungan wisatawan asing mencapai 11,01 malam.
"Rata-rata lama tinggal wisman pada triwulan III di tahun 2026 yaitu selama 11,01 malam," kata Ateng dalam Rilis BPS 2 November 2026 yang digelar daring pada Senin (2/11/2026).
Rata-rata lama tinggal tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2026 yang tercatat 10,30 malam. Jika dibandingkan dengan triwulan III 2025, ketika durasi kunjungan mencapai 10,70 malam, lama tinggal wisman juga mengalami peningkatan.
Data Pengeluaran Wisman Belum Tersedia di Tingkat DIY
Meski BPS pusat telah merilis data pengeluaran wisman secara triwulanan, informasi tersebut belum tersedia di tingkat daerah. BPS Provinsi DIY menyampaikan data tersebut baru dirilis oleh BPS RI pada bulan ini dan belum diteruskan kepada kantor BPS daerah.
Data pengeluaran wisatawan asing itu dihimpun melalui Passenger Exit Survey (PES) yang dilaksanakan di bandara. Karena belum memperoleh informasi tersebut, BPS DIY belum dapat mengonfirmasi besaran belanja wisman khusus di wilayah DIY.
"Untuk data tersebut belum ada info ke daerah. Biasanya belanja wisata tersebut hanya dipublikasikan tahunan, jadi informasi mengenai hal tersebut belum bisa kami konfirmasi," kata BPS DIY saat dihubungi, Selasa (3/11/2026).
Adapun pengeluaran wisatawan nusantara belum dihitung secara triwulanan. Hal ini karena survei pengeluaran wisnus masih menggunakan metode SMS blasting.
Selama ini, data pengeluaran wisnus dipublikasikan setiap tahun dan dapat diakses melalui situs resmi BPS RI. Berbeda dengan survei tersebut, hasil PES dapat dipublikasikan setiap triwulan karena pengambilan sampelnya dilakukan setiap bulan.
"Hasil PES bisa dipublish triwulanan karena sampel (2000-an setahun) dilaksanakan setiap bulan dengan target yang hampir sama."
Kunjungan Wisman ke DIY September Turun 12,96%
Di tengah peningkatan lama tinggal wisman, jumlah kunjungan wisatawan asing ke DIY melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) justru mengalami penurunan pada September 2026. BPS Provinsi DIY mencatat kunjungan wisman pada bulan tersebut sebanyak 12.077 kunjungan.
Jumlah itu turun 12,96% dibandingkan Agustus 2026 secara bulanan atau month-to-month (mtm). Namun, jika dibandingkan September 2025, jumlah kunjungan wisman justru meningkat 10,19% secara tahunan.
Plt. Kepala BPS Provinsi DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan penurunan secara bulanan dipengaruhi periode low season. Kondisi tersebut terjadi setelah berakhirnya masa libur panjang dan liburan musim panas di sejumlah negara, terutama di kawasan Eropa.
Selain faktor musiman, Endang menyebut adanya pengaruh sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan menuju DIY. Berdasarkan informasi PHRI, kondisi tersebut membuat sebagian wisatawan asing menunda atau membatalkan perjalanan.
"Menurut PHRI ini juga ada pengaruh kemarin sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga mengganggu penerbangan sekitar 5% sampai dengan 10% wisatawan mancanegara menunda atau membatalkan penerbangannya ke DIY," kata Endang, saat menyampaikan rilis bulanan secara daring di kantornya, Senin (2/11/2026).
Sementara itu, peningkatan kunjungan secara tahunan sejalan dengan bertambahnya jumlah kedatangan penumpang internasional sebesar 2,8%. Penyelenggaraan agenda internasional di DIY, seperti ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival, juga menjadi faktor pendukung kenaikan kunjungan wisman.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan asing ke DIY selama Januari hingga September 2026 mencapai 90.306 kunjungan. Angka tersebut meningkat 15,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kalau kita lihat jumlah kunjungan wisatawan secara kumulatif Januari sampai dengan September 2026 tercatat sebesar 90.306 kunjungan. Kunjungan ini secara kumulatif (ctc) meningkat sebesar 15,65% dibandingkan dengan keadaan yang sama tahun sebelumnya," jelasnya.
Perjalanan Wisnus Tumbuh, Okupansi Hotel Turun
Berbeda dengan kunjungan wisman yang turun secara bulanan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke DIY pada September 2026 mencapai 3,60 juta perjalanan. Meski demikian, angka tersebut turun 7,36% dibandingkan Agustus 2026.
Jika dibandingkan dengan September 2025, perjalanan wisnus justru melonjak 20,10%. Secara kumulatif sepanjang Januari–September 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 34,25 juta perjalanan atau tumbuh 12,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Endang mengatakan peningkatan perjalanan wisatawan nusantara didukung penyelenggaraan berbagai agenda dan kegiatan di DIY sepanjang 2026. Beragam acara tersebut digelar untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke wilayah ini.
Namun, peningkatan perjalanan wisatawan secara kumulatif belum diikuti kenaikan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel pada September 2026. BPS mencatat TPK hotel bintang turun 7,92 poin dibandingkan Agustus 2026.
Meski turun secara bulanan, TPK hotel bintang masih lebih tinggi 0,52 poin dibandingkan September 2025. Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya turun 4,51 poin secara bulanan, tetapi naik 1,06 poin secara tahunan.
Jumlah tamu yang menginap di hotel pada September 2026 juga mengalami penurunan. BPS mencatat sebanyak 659.801 orang menginap di hotel, atau berkurang 17,24% dibandingkan bulan sebelumnya.
Endang menjelaskan penurunan kinerja pariwisata secara bulanan berkaitan dengan berakhirnya masa liburan sekolah. Meski demikian, secara kumulatif, aktivitas pariwisata DIY masih menunjukkan pertumbuhan jika dilihat dari perjalanan wisatawan sepanjang Januari hingga September 2026.
"Kinerja pariwisata DIY pada September 2026 menunjukkan penurunan secara bulanan, tetapi tetap bergeliat dilihat secara kumulatif. Penurunan kunjungan wisatawan dan tingkat penghunian kamar hotel periode ini, disebabkan liburan sekolah yang telah berakhir," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyebut pelaku usaha saat ini masih menahan ekspansi di tengah ketidakpastian ekonomi. Hal ini dip
DPRD Sleman mendorong generasi muda menghidupkan olahraga tradisional untuk melestarikan budaya, membangun karakter, dan memperkuat kebersamaan.
Serapan anggaran belanja Bantul per 30 Oktober 2026 mencapai 69,64%. DPUPKP menjadi OPD dengan realisasi terendah, yakni 48,14%.
Inflasi Gunungkidul pada Oktober 2026 mencapai 3,12%, tertinggi di DIY dan mulai mendekati batas toleransi pemerintah sebesar 3,5%.
Disperindag DIY menggelar pasar murah di tiga lokasi Kulonprogo pada 3–5 November 2026 dengan total distribusi 14 ton bahan pokok.
Ombudsman RI meminta Polri mengevaluasi penggeledahan pesantren putri di Sukoharjo dan memastikan perlindungan HAM bagi santriwati.