DPRD Sleman Ajak Generasi Muda Lestarikan Olahraga Tradisional

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 03 November 2026 17:07 WIB
DPRD Sleman Ajak Generasi Muda Lestarikan Olahraga Tradisional

Ilustrasi, anak-anak menjalal permainan tradisional dalam Festival Dolanan Tradisional Suryodiningratan di Lapangan Suryodiningratan Kota Jogja./ Istimewa

Harianjogja.com, SLEMAN—Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman, Syukron Arif Muttaqin, mendorong generasi muda kembali menggiatkan olahraga tradisional. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus membangun karakter anak muda melalui aktivitas yang mengandung nilai edukasi, kebersamaan, dan sportivitas.

Syukron mengatakan olahraga tradisional merupakan bagian dari warisan budaya masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya. Di tengah perkembangan teknologi dan semakin populernya olahraga modern, keberadaan permainan tradisional berpotensi semakin terpinggirkan jika tidak diperkenalkan secara berkelanjutan.

“Di tengah perkembangan teknologi dan semakin populernya olahraga modern, permainan tradisional berpotensi semakin ditinggalkan apabila tidak ada upaya pengenalan secara berkelanjutan,” katanya, Selasa (3/11/2026).

Menurut Syukron, generasi muda memiliki peran penting dalam mempertahankan eksistensi olahraga tradisional. Pelestarian tidak cukup dilakukan melalui pengenalan nama dan jenis permainan, tetapi harus disertai kesempatan bagi anak muda untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan.

Gobak Sodor hingga Jemparingan Punya Nilai Edukasi
Sejumlah olahraga tradisional yang dapat kembali diperkenalkan kepada generasi muda antara lain gobak sodor, egrang, bakiak, tarik tambang, hingga jemparingan. Berbagai permainan tersebut dapat menjadi alternatif kegiatan positif yang menggabungkan aktivitas fisik dengan pembelajaran nilai-nilai sosial.

Selain membantu menjaga kebugaran, olahraga tradisional juga mengajarkan kerja sama tim, kedisiplinan, strategi, serta kemampuan menghargai lawan. Nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang tangguh dan mandiri.

Syukron menilai pengembangan olahraga tradisional juga dapat memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat. Kegiatan yang melibatkan banyak peserta memungkinkan generasi muda membangun hubungan lebih erat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.

Karena itu, dia berharap olahraga tradisional kembali menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Lingkungan sekolah, komunitas pemuda, dan kalurahan dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan berbagai permainan tersebut.

Festival dan Lomba Antarkampung Bisa Dorong Minat Anak Muda
Syukron berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dapat berkolaborasi dengan lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan untuk menyelenggarakan kegiatan yang mendorong ketertarikan anak muda terhadap olahraga tradisional.

“Pemkab Sleman bersama lembaga pendidikan dan organisasi kepemudaan juga diharapkan dapat berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan yang mendorong minat anak muda,” katanya.

Menurutnya, festival olahraga tradisional maupun perlombaan antarkampung dapat menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian generasi muda. Kegiatan semacam itu bisa dikemas secara kreatif dan menarik, tetapi tetap mempertahankan nilai budaya yang terkandung dalam setiap permainan.

Penyelenggaraan kegiatan secara rutin juga dapat membuka ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat. Dengan demikian, olahraga tradisional tidak hanya dikenal sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hadir sebagai aktivitas yang dapat dilakukan bersama oleh berbagai kelompok usia.

Syukron berharap penggiatan olahraga tradisional dapat ikut mendukung pembangunan Sleman melalui pembentukan generasi muda yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing.

Pelestarian tersebut juga menjadi salah satu upaya menjaga identitas budaya lokal agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Keterlibatan anak muda, dukungan lingkungan pendidikan, serta kolaborasi pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan olahraga tradisional di Sleman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online