Bawaslu Sleman Temukan Siswa Belum Masuk DPT saat Edukasi Pemilih
Bawaslu Sleman menemukan satu siswa SMK YPKK 2 belum terdaftar dalam DPT saat uji petik sekaligus menggelar edukasi politik pemilih pemula.
Foto ilustrasi demonstrasi. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman meminta orang tua mengawasi aktivitas anak usia sekolah dan mahasiswa menjelang isu unjuk rasa pada Rabu (28/10/2026). Anak-anak diimbau tetap mengikuti pembelajaran dan tidak terlibat dalam kegiatan yang memobilisasi massa.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Himbauan Kondisi Tramtibum Nomor 300.1.7/4801. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sleman untuk memitigasi potensi kerawanan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Abu Bakar, mengatakan Pemkab Sleman menyoroti rencana aksi unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan organisasi masyarakat, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) DIY pada 28 Oktober 2026.
“Orang tua agar memantau dan memastikan anak tetap mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh sekolah/universitas, serta tidak terlibat pada kegiatan yang memobilisasi massa,” kata Abu Bakar pada Selasa (27/10/2026).
Panewu dan Lurah Diminta Memantau Wilayah
Selain meminta pengawasan orang tua, Pemkab Sleman menginstruksikan panewu dan lurah untuk memantau kondisi ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah masing-masing. Langkah tersebut ditujukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan terkait isu unjuk rasa.
“Panewu dan Lurah agar memantau dan memastikan kondisi ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah masing-masing terkait isu aksi unjuk rasa tersebut,” kata Abu Bakar.
Pemkab Sleman juga meminta peran jaga warga dioptimalkan untuk membantu menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Mengoptimalkan peran jaga warga untuk tetap melaksanakan tugas di wilayah masing-masing,” ujar Abu Bakar.
Melalui surat imbauan tersebut, Pemkab Sleman menekankan pengawasan terhadap aktivitas anak, pemantauan kondisi wilayah, serta optimalisasi peran jaga warga menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan salah satu bentuk partisipasi politik yang dijamin oleh konstitusi. Sebagai wujud kebebasan berekspresi, aksi damai sering kali menjadi cerminan dari denyut nadi masyarakat yang ingin menyampaikan kritik, tuntutan, atau aspirasi langsung kepada para pemangku kebijakan.
Dalam negara demokrasi, demonstrasi bukan sekadar kerumunan massa, melainkan instrumen kontrol sosial yang penting. Ketika saluran birokrasi dirasa lambat atau kurang merespons kebutuhan rakyat, turun ke jalan menjadi salah satu cara paling terlihat agar suara kaum marjinal maupun kelompok masyarakat luas didengar oleh pemerintah dan parlemen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Sleman menemukan satu siswa SMK YPKK 2 belum terdaftar dalam DPT saat uji petik sekaligus menggelar edukasi politik pemilih pemula.
Kemnaker memverifikasi mitra Magang Nasional Batch 3 hingga 30 Oktober 2026. Simak jadwal lowongan, pendaftaran, seleksi, dan mulai magang.
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Arsitektur bukan sekadar persoalan bentuk dan tampilan bangunan. Cara seseorang bergerak, memperhatikan lingkungan, hingga merasakan suasana dalam sebuah ruang
Mahasiswa UJB dan UNY mempelajari pengolahan sampah plastik residu menjadi bahan bakar cair dan briket di Bank Sampah Berlian 08, Tompeyan, Jogja.
Cek daftar harga BBM 28 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, ini harga lengkapnya.