Bawaslu Sleman Temukan Siswa Belum Masuk DPT saat Edukasi Pemilih

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Rabu, 21 Oktober 2026 15:37 WIB
Bawaslu Sleman Temukan Siswa Belum Masuk DPT saat Edukasi Pemilih

Foto Ilustrasi, siswa memasukkan surat suara saat mengikuti rangkaian simulasi Pemilu di Gedung KPU, Jakarta, Kamis (23/2/2023). Antara/Asprilla Dwi Adha

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sleman menemukan satu siswa yang belum terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat melakukan uji petik terhadap pemilih pemula di SMK YPKK 2 Sleman, Selasa (20/10/2026). Temuan tersebut menjadi pengingat pentingnya memastikan status kepemilihan sejak dini.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sleman, Raden Yuwan Sikra, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap dua siswa kelas X Kuliner 2 yang telah berusia 17 tahun dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Berdasarkan pengecekan melalui layanan Cek DPT Online milik Komisi Pemilihan Umum (KPU), satu siswa telah tercatat dalam DPT, sedangkan satu siswa lainnya belum terdaftar.

“Berdasarkan pemeriksaan melalui layanan Cek DPT Online Komisi Pemilihan Umum (KPU), satu siswa telah terdaftar dalam DPT, sedangkan satu siswa lainnya belum tercatat,” katanya, Rabu (21/10/2026).

Yuwan menyebut uji petik tersebut merupakan bagian dari pengawasan data pemilih. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pemilih pemula yang telah memenuhi persyaratan dapat menggunakan hak pilihnya dalam pemilu mendatang.

Bawaslu Sleman Edukasi Pemilih Pemula di Sekolah
Selain memeriksa data pemilih, Bawaslu Sleman menggelar edukasi politik melalui program Bawaslu Goes to School. Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi bertajuk Menjadi Pemilih Pemula yang Bijak untuk meningkatkan pemahaman tentang hak dan tanggung jawab sebagai pemilih.

Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Mereka juga didorong bersikap kritis terhadap informasi politik serta mengenali praktik politik uang dan penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Para siswa diajak memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, bersikap kritis terhadap informasi politik, serta mengenali praktik politik uang dan penyebaran berita bohong atau hoaks,” katanya.

Menurut Yuwan, edukasi politik sejak sekolah penting untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai proses demokrasi. Pemilih pemula diharapkan tidak hanya memahami hak untuk memberikan suara, tetapi juga mengetahui berbagai tantangan yang dapat memengaruhi kualitas pemilu.

Siswa Diingatkan Kritis terhadap Informasi di Media Sosial
Bawaslu Sleman juga menyoroti tantangan penggunaan media digital dalam kehidupan politik. Para siswa didorong agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial, terutama menjelang pelaksanaan pemilu.

Yuwan menjelaskan siswa perlu membiasakan diri memeriksa sumber dan kebenaran informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.

Pemahaman tersebut dinilai penting agar pemilih pemula tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan ataupun praktik yang berpotensi merusak kualitas demokrasi.

Selain melalui pemberian suara, partisipasi politik dapat diwujudkan dengan ikut mengawasi proses demokrasi dan melaporkan dugaan pelanggaran sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekolah Didorong Jadi Ruang Pendidikan Demokrasi
Melalui program Bawaslu Goes to School, Bawaslu Sleman mendorong sekolah menjadi salah satu ruang untuk menanamkan kesadaran demokrasi kepada generasi muda.

Siswa diharapkan memahami hak politik sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara. Dengan demikian, mereka dapat berpartisipasi dalam pemilu secara kritis dan bertanggung jawab.

“Kami berharap edukasi politik sejak sekolah dapat membentuk pemilih pemula yang kritis, cerdas, dan berintegritas serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan demokratis,” katanya.

Temuan satu siswa yang belum terdaftar dalam DPT dalam uji petik tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pengecekan data pemilih sejak dini. Bagi pemilih pemula, memastikan status terdaftar menjadi salah satu langkah awal agar hak pilih dapat digunakan dalam pemilu mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online