Sampah Plastik Tak Laku Dijual, Diolah Jadi Bahan Bakar di Jogja

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Rabu, 28 Oktober 2026 08:57 WIB
Sampah Plastik Tak Laku Dijual, Diolah Jadi Bahan Bakar di Jogja

Foto ilustrasi sampah organik. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Sampah plastik yang tidak lagi memiliki nilai jual masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif. Pengolahan tersebut dipelajari mahasiswa Universitas Janabadra (UJB) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) saat mengunjungi Bank Sampah Berlian 08 di Tompeyan, Tegalrejo, Kota Jogja, Minggu (25/10/2026).

Dalam kunjungan yang berlangsung bersamaan dengan penimbangan sampah rutin bulanan itu, mahasiswa KKN semester 7 UJB bersama mahasiswa semester 3 UNY mengamati tahapan pengelolaan sampah anorganik. Mereka mempelajari proses pemilahan material yang masih bernilai ekonomi hingga pengolahan plastik residu yang tidak terserap pasar.

Pengelola Bank Sampah Berlian 08, Eka Yulianta, menjelaskan pengelolaan sampah di tempat tersebut tidak hanya mengandalkan penjualan material bekas. Plastik yang tidak lagi memiliki nilai jual tetap dikumpulkan untuk diolah menggunakan teknologi pirolisis.

Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair. Sementara itu, sisa padat atau arang dari proses pirolisis dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembuatan briket untuk bahan bakar kompor rumah tangga skala kecil.

Adapun sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dipilah berdasarkan jenisnya sebelum disalurkan kepada pelapak. Dengan pemisahan tersebut, material yang masih dapat dijual dan plastik residu ditangani melalui jalur pengolahan berbeda.

Eka mengatakan pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar dan briket saat ini belum ditujukan untuk kegiatan komersial. Program tersebut lebih berfokus pada upaya memaksimalkan pengelolaan limbah rumah tangga secara mandiri.

“Pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar dan briket ini murni dilakukan untuk memaksimalkan pengelolaan limbah domestik secara mandiri. Hingga saat ini, program tersebut belum diarahkan ke ranah komersial atau muatan ekonomi secara luas,” ujarnya, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai alternatif penanganan sampah yang sulit dijual. Selain memilah dan menjual material yang masih bernilai ekonomi, pengolahan lebih lanjut dapat menjadi pilihan untuk mengurangi sampah plastik residu.

Bank Sampah Berlian 08 sebelumnya juga mengembangkan proses pirolisis dengan memanfaatkan minyak jelantah sebagai pengganti gas untuk bahan bakar proses pengolahan. Inovasi tersebut ditujukan untuk menekan biaya operasional sekaligus mempercepat produksi minyak hasil pirolisis.

Keberlanjutan pengelolaan sampah di lingkungan Tompeyan turut ditopang partisipasi warga dalam kegiatan penimbangan rutin. Sampah anorganik yang dikumpulkan dari rumah-rumah warga kemudian dipilah dan dimanfaatkan sesuai jenisnya.

Bagi Eka, pengelolaan sampah tidak semata-mata berorientasi pada produk yang memiliki nilai jual. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat agar mampu menangani persoalan limbah di lingkungannya sendiri, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan membuka potensi dampak ekonomi dalam jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online