727 Peserta Ramaikan IRS Piala Bupati Bantul, 400 Masih Pemula
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL— Pematangan lahan untuk persiapan pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan eks TPA Piyungan, Bantul, mulai dikerjakan. Pekerjaan yang berlokasi di Sitimulyo, Piyungan, Bantul tersebut dimulai sejak awal Oktober 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, mengatakan pekerjaan pematangan lahan PSEL telah dimulai pada awal Oktober 2026. Tahapan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.
"Saat ini dalam proses pekerjaan cut and fill lahan PSEL," kata Bambang, Selasa (6/10/2026).
Pekerjaan cut and fill tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dibangun. Pengerjaannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kota Jogja.
Lahan PSEL Ditata Sesuai Konsep
Bambang menjelaskan pematangan lahan dilakukan untuk menata kondisi lahan sesuai dengan konsep pembangunan PSEL. Kontur lahan yang berbukit akan dikeruk, sedangkan bagian yang landai akan ditimbun.
"Pada tahap ini lahan akan ditata sesuai dengan konsep. Yang berkontur bukit akan dikeruk dan yang landai akan ditimbun," ungkapnya.
Tahapan pematangan lahan tersebut menjadi bagian awal dari persiapan pembangunan fasilitas PSEL di kawasan eks TPA Piyungan. Setelah kondisi lahan selesai ditata, pembangunan fisik fasilitas pengolahan sampah akan memasuki tahapan berikutnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Kusno Wibowo, mengatakan proyek PSEL Piyungan memiliki nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Fasilitas tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare.
Lahan pembangunan PSEL tersebut terbagi menjadi tiga zona. Untuk saat ini, pekerjaan pematangan lahan difokuskan pada Zona 2.
"Saat ini, pekerjaan difokuskan pada pematangan lahan di Zona 2. Pemkot Jogja juga telah melakukan sosialisasi kepada sekitar 50 hingga 60 orang yang terdiri dari perwakilan warga dan tokoh masyarakat setempat," katanya.
PSEL Ditargetkan Beroperasi 2029
Setelah pematangan lahan selesai, pembangunan fisik pabrik pengolahan sampah direncanakan mulai dilakukan melalui peletakan batu pertama atau groundbreaking. Tahapan tersebut ditargetkan berlangsung pada akhir 2026 atau awal 2027.
Pembangunan fisik PSEL diperkirakan membutuhkan waktu cukup panjang. Masa konstruksi fasilitas pengolahan sampah tersebut diperkirakan berlangsung selama 18 hingga 24 bulan.
"Masa konstruksi diperkirakan membutuhkan waktu 18 hingga 24 bulan. Dengan tahapan tersebut, PSEL ditargetkan dapat beroperasi secara penuh pada 2029," ujarnya.
Dengan target tersebut, PSEL Piyungan diharapkan dapat memasuki tahap operasional penuh pada 2029 setelah melalui tahapan pematangan lahan, pembangunan fisik, dan masa konstruksi.
Kerja Sama Pemda DIY dan Danantara
Proyek PSEL Piyungan merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Pemda DIY dengan Danantara. Kerja sama tersebut ditandatangani pada 11 Agustus 2026.
Meski pekerjaan persiapan fisik telah dimulai melalui pematangan lahan, proses pengurusan perizinan resmi proyek PSEL masih berlangsung. Artinya, tahapan pembangunan tetap berjalan bersamaan dengan proses administratif yang diperlukan.
Di sisi lain, DLHK DIY juga meningkatkan pengawasan di kawasan eks TPA Piyungan. Pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran di tengah kondisi musim kemarau.
Peningkatan pengawasan kawasan eks TPA Piyungan dilakukan seiring dengan persiapan pembangunan fasilitas PSEL. Kawasan tersebut menjadi lokasi persiapan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan dapat beroperasi penuh pada 2029.a
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IRS Piala Bupati Bantul 2026 diikuti 727 peserta dari 66 klub. Sekitar 400 peserta merupakan anak-anak pemula.
Pengusaha logistik menyoroti fleksibilitas outsourcing dan PKWT dalam UU Ketenagakerjaan agar sesuai karakter industri yang dinamis.
BK DPRD Bantul menyatakan belum ada laporan pelanggaran berat anggota dewan sepanjang 2024-2026. Pelanggaran masih sebatas administrasi.
MK menilai gugatan syarat administrasi Gibran tidak relevan dan telah melampaui tahapan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Pew Research Center mencatat 10 negara dengan proporsi warga yang tidak berdoa setiap hari. Swedia tertinggi, disusul Hungaria dan Jerman.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.