Wellness Tourism di Jogja, Rumah Sakit Mulai Kembangkan Layanan
Wellness tourism di Jogja mulai dikembangkan melalui kolaborasi rumah sakit, tenaga medis, dan sektor pariwisata untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Homestay Tembi./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Pertumbuhan usaha homestay di Kabupaten Bantul mulai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul mencatat 43 izin usaha homestay sepanjang 2025–2026 dengan total nilai investasi sekitar Rp7,32 miliar.
Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, mengatakan seluruh usaha homestay yang tercatat masuk kategori usaha mikro. Hal itu karena rata-rata modal usaha masing-masing tidak lebih dari Rp1 miliar.
Sebaran usaha tersebut paling banyak berada di Kapanewon Sewon dan Kasihan. Kedua wilayah masing-masing memiliki 14 usaha homestay. Sementara itu, Banguntapan menempati posisi berikutnya dengan delapan usaha.
"Selain tiga kapanewon tersebut, usaha homestay juga tercatat berada di Pajangan, Bantul, Pandak, Jetis, Pleret, dan Piyungan," jelas dia, Minggu (1/11/2026).
Menurut Annihayah, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa investasi akomodasi wisata di Bantul tidak hanya terpusat di kawasan pantai atau destinasi wisata unggulan. Usaha homestay juga tumbuh di kawasan permukiman yang memiliki akses menuju pusat Kota Jogja maupun sejumlah tujuan wisata di Bantul.
"Kalau dari sisi penanaman modal, seluruh usahanya berstatus penanaman modal dalam negeri (PMDN). Bentuk usahanya didominasi perseorangan, meskipun terdapat pula badan usaha berbentuk perseroan terbatas maupun persekutuan komanditer," jelas dia.
Homestay Buka Peluang Kerja bagi Warga
Selain mendatangkan investasi, keberadaan usaha homestay juga tercatat menyerap tenaga kerja lokal. DPMPTSP Bantul mencatat total 62 orang bekerja pada usaha-usaha tersebut.
Annihayah menilai sektor homestay masih berpeluang berkembang seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Bantul. Meski sebagian besar usahanya berskala mikro, pertumbuhan akomodasi tersebut dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.
"Usaha homestay di Bantul ini menjadi salah satu perkembangan sektor akomodasi yang kami prediksi berkembang ke depan karena aktivitas pariwisata juga semakin meningkat," ujarnya.
Dia menambahkan, homestay dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang membutuhkan tempat menginap di luar hotel konvensional. Dengan semakin banyak wisatawan yang memilih tinggal di Bantul, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan tidak hanya dirasakan pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat di lingkungan penginapan.
"Harapannya kan wisatawan ke Bantul itu bukan hanya ke destinasi wisatanya saja, tapi bisa tinggal dan menginap di Bantul agar perputaran ekonominya juga dirasakan masyarakat sekitar," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wellness tourism di Jogja mulai dikembangkan melalui kolaborasi rumah sakit, tenaga medis, dan sektor pariwisata untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Shania Twain mengenang masa sulit saat mengawali karier, mulai dari demam panggung, tampil di bar hingga menghadapi seksisme.
Uji baterai iPhone 18 Pro Max mencatat durasi 12 jam 6 menit, unggul dari Samsung Galaxy S26 Ultra yang bertahan 9 jam 36 menit.
Survei Ipsos 2026 mencatat 59% responden Indonesia tidak percaya polisi. Angka ini tertinggi dibandingkan 30 negara lainnya.
Celah keamanan SMS of Death pada Android memungkinkan ponsel mengalami gangguan jaringan hingga restart berulang. Simak cara memeriksa pembaruan keamanan.
Marc Marquez memilih tiba di Qatar pada Kamis malam menjelang MotoGP 2026. Konflik Timur Tengah dan mundurnya Yamaha menjadi sorotan.