Investasi Homestay di Bantul Tembus Rp7,32 Miliar, Serap 62 Tenaga Kerja

Yosef Leon
Yosef Leon Selasa, 03 November 2026 09:57 WIB
Investasi Homestay di Bantul Tembus Rp7,32 Miliar, Serap 62 Tenaga Kerja

Homestay Tembi./Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Pertumbuhan usaha homestay di Kabupaten Bantul mulai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bantul mencatat 43 izin usaha homestay sepanjang 2025–2026 dengan total nilai investasi sekitar Rp7,32 miliar.

Kepala DPMPTSP Bantul, Annihayah, mengatakan seluruh usaha homestay yang tercatat masuk kategori usaha mikro. Hal itu karena rata-rata modal usaha masing-masing tidak lebih dari Rp1 miliar.

Sebaran usaha tersebut paling banyak berada di Kapanewon Sewon dan Kasihan. Kedua wilayah masing-masing memiliki 14 usaha homestay. Sementara itu, Banguntapan menempati posisi berikutnya dengan delapan usaha.

"Selain tiga kapanewon tersebut, usaha homestay juga tercatat berada di Pajangan, Bantul, Pandak, Jetis, Pleret, dan Piyungan," jelas dia, Minggu (1/11/2026).

Menurut Annihayah, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa investasi akomodasi wisata di Bantul tidak hanya terpusat di kawasan pantai atau destinasi wisata unggulan. Usaha homestay juga tumbuh di kawasan permukiman yang memiliki akses menuju pusat Kota Jogja maupun sejumlah tujuan wisata di Bantul.

"Kalau dari sisi penanaman modal, seluruh usahanya berstatus penanaman modal dalam negeri (PMDN). Bentuk usahanya didominasi perseorangan, meskipun terdapat pula badan usaha berbentuk perseroan terbatas maupun persekutuan komanditer," jelas dia.

Homestay Buka Peluang Kerja bagi Warga

Selain mendatangkan investasi, keberadaan usaha homestay juga tercatat menyerap tenaga kerja lokal. DPMPTSP Bantul mencatat total 62 orang bekerja pada usaha-usaha tersebut.

Annihayah menilai sektor homestay masih berpeluang berkembang seiring meningkatnya aktivitas pariwisata di Bantul. Meski sebagian besar usahanya berskala mikro, pertumbuhan akomodasi tersebut dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

"Usaha homestay di Bantul ini menjadi salah satu perkembangan sektor akomodasi yang kami prediksi berkembang ke depan karena aktivitas pariwisata juga semakin meningkat," ujarnya.

Dia menambahkan, homestay dapat menjadi alternatif bagi wisatawan yang membutuhkan tempat menginap di luar hotel konvensional. Dengan semakin banyak wisatawan yang memilih tinggal di Bantul, manfaat ekonomi pariwisata diharapkan tidak hanya dirasakan pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat di lingkungan penginapan.

"Harapannya kan wisatawan ke Bantul itu bukan hanya ke destinasi wisatanya saja, tapi bisa tinggal dan menginap di Bantul agar perputaran ekonominya juga dirasakan masyarakat sekitar," pungkas dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online