Pemkab Bantul Siapkan Pemindahan Rute Jeep untuk Lindungi Gumuk Pasir

Newswire
Newswire Minggu, 25 Oktober 2026 15:27 WIB
Pemkab Bantul Siapkan Pemindahan Rute Jeep untuk Lindungi Gumuk Pasir

Wisatawan bermasin di Gumuk Pasir wilayah Parangkusumo, Minggu (18/10/2026)/Harian Jogja-Kiki Luqman

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogja (DIY), menyiapkan pemindahan rute jip wisata dari zona inti ke zona penyangga di sisi barat Gumuk Pasir. Langkah ini menjadi bagian dari program restorasi untuk melindungi kelestarian bentang alam gumuk pasir barchan yang berada di kawasan Pantai Selatan Bantul.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, mengatakan pemindahan rute tersebut merupakan salah satu tahapan restorasi yang menjadi tanggung jawab instansinya. Selama ini, jalur jip wisata melintasi zona inti Gumuk Pasir sehingga aktivitas kendaraan dikhawatirkan berdampak terhadap kondisi morfologi kawasan tersebut.

“Kita sudah beberapa kali diskusi dengan teman-teman perwakilan pelaku jip Gumuk Pasir untuk pengalihan rute, yakni keluar dari zona inti, pindah di zona penyangga bagian barat,” kata Saryadi di Bantul, Minggu (25/10/2026).

Menurut Saryadi, proses persiapan jalur alternatif telah dimulai bersama perwakilan pelaku wisata. Pekan lalu, Dinas Pariwisata Bantul bersama para pelaku wisata mulai membuka jalur baru di lapangan. Saat ini, pihaknya tengah menyusun laporan yang akan disampaikan kepada pemerintah kabupaten agar rencana pemindahan rute dapat segera ditindaklanjuti.

“Selanjutnya kita laporkan ke Pak Bupati atau Pak Sekda untuk segera dimulai pemindahan rutenya,” ujarnya.

Ia menjelaskan jalur baru tersebut masih dalam tahap persiapan. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan meliputi pembersihan dan pemetaan jalur. Karena proses tersebut belum selesai, rute alternatif itu belum menjalani uji coba.

Pemindahan rute baru akan dilaksanakan setelah seluruh persiapan rampung dan pemerintah kabupaten menerbitkan keputusan terkait pelaksanaannya melalui Bupati Bantul atau pihak yang berwenang.

Saryadi berharap pengalihan jalur dapat dimulai dalam waktu dekat, yakni pada akhir Oktober atau awal November.

“Kalau harapan saya ya akhir bulan Oktober atau awal November segera dimulai,” katanya.

Kurangi Tekanan Aktivitas Wisata di Zona Inti

Saryadi mengatakan pengalihan jalur jeep diperlukan untuk mengurangi tekanan aktivitas wisata di zona inti Gumuk Pasir. Salah satu perhatian utama adalah dampak kendaraan ekstrem yang melintasi kawasan tersebut dan berpotensi mengubah bentuk alami gumuk pasir barchan.

“Dilintasi jeep, digilas ban, jadi rusak itu morfologinya,” ujarnya.

Ia menilai gumuk pasir barchan memiliki bentang alam yang khas sehingga perlu dijaga kelestariannya. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghindarkan zona inti dari lintasan kendaraan wisata agar karakteristik morfologi kawasan tetap terlindungi.

Dalam program restorasi tersebut, Dinas Pariwisata Bantul berfokus pada pemindahan rute jeep wisata. Sementara itu, organisasi perangkat daerah (OPD) lain menjalankan upaya pelestarian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Saryadi menjelaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setiap tahun secara bertahap melakukan pencabutan vegetasi tumbuhan di dalam zona inti gumuk pasir. Adapun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan langkah lain, termasuk memasang patok batas zona inti.

“Satpol PP itu setiap tahun secara bertahap melakukan pencabutan vegetasi tumbuhan di dalam zona inti gumuk pasir, DLH memasang patok batas inti dan sebagainya,” kata Saryadi.

Rute Baru Diharapkan Tetap Menarik Wisatawan

Terkait kemungkinan dampak pemindahan rute terhadap jumlah kunjungan wisatawan, Saryadi mengaku belum dapat memastikannya. Meski demikian, ia optimistis jalur baru tetap mampu menarik minat pengunjung karena menawarkan tantangan dan daya tarik yang tidak kalah dibandingkan rute sebelumnya.

“Saya belum tahu, tapi kalau harusnya enggak (berkurang) karena rute baru yang kita buat itu juga tidak kalah menantang dan menarik daripada rute lama,” ujarnya.

Saryadi menambahkan para pelaku wisata jeep telah menyepakati rencana pemindahan rute tersebut. Mereka juga terlibat dalam pencarian jalur alternatif yang nantinya akan digunakan setelah memperoleh persetujuan pemerintah kabupaten.

Menurut dia, jumlah kendaraan yang terlibat dalam kegiatan wisata jeep di kawasan Gumuk Pasir cukup besar. Kelompok Jeep Gumuk Pasir diperkirakan memiliki lebih dari 200 unit kendaraan. Jumlah tersebut belum termasuk kelompok jeep yang beroperasi di kawasan Pantai Parangtritis.

“Kelompok Jip Gumuk Pasir itu jumlahnya mungkin lebih dari 200 unit jeep. Belum lagi kelompok jeep yang di Pantai Parangtritis,” katanya.

Pemindahan rute ini diharapkan dapat mendukung upaya restorasi Gumuk Pasir dengan mengarahkan aktivitas kendaraan wisata keluar dari zona inti. Dengan demikian, kegiatan pariwisata tetap dapat berlangsung melalui jalur alternatif, sementara perlindungan terhadap bentang alam gumuk pasir barchan menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan wisata Bantul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online