Kemarau Panjang di Bantul, Petani Antisipasi Risiko Gagal Panen
Kemarau panjang di Bantul membuat petani menyesuaikan pola tanam. DKPP menyebut belum ada laporan gagal panen dan pompa irigasi disalurkan di 21 titik.
Ilustrasi tambang - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Warga Dusun Cawan, Kalurahan Argodadi, Sedayu, Bantul, menghentikan aktivitas penambangan pasir dan batu yang menggunakan alat berat di bantaran Sungai Progo. Langkah tersebut dilakukan pada Jumat (23/10) pagi karena kegiatan tambang dinilai mengganggu upaya konservasi lingkungan yang dirintis warga dan mengancam keberlangsungan wisata Mbudho Island.
Warga meminta alat berat dikeluarkan dari lokasi galian di sisi barat Dusun Cawan, tepatnya di wilayah Sentolo, Kulon Progo. Mereka juga meminta akses masuk kendaraan pengangkut dibongkar agar aktivitas penambangan tidak kembali berlangsung. Jajaran Polsek Sedayu turut mendampingi warga untuk mengamankan proses penghentian kegiatan tersebut.
Penambangan Dinilai Merambah Kawasan Konservasi
Dukuh Cawan, Hanu Lingga Purnama, mengatakan keresahan warga muncul karena aktivitas penambangan dengan alat berat berulang setiap musim kemarau. Selain menimbulkan kebisingan, kegiatan tersebut dinilai mulai memasuki kawasan bantaran yang diproyeksikan menjadi area konservasi lingkungan.
“Warga sangat terganggu dari polusi suara dari alat berat. Lalu, aktivitas penambangan sudah merambah bantaran sisi timur Sungai Progo yang akan kami jadikan kawasan konservasi lingkungan,” kata Hanu, Minggu.
Menurut Hanu, persoalan itu semakin menjadi perhatian setelah warga melakukan mediasi dan menelusuri legalitas kegiatan penambangan. Aktivitas pengambilan pasir dan batu yang telah berlangsung selama tiga hingga empat bulan tersebut, menurut dia, tidak mengantongi izin resmi.
Pemeriksaan melalui laman Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY juga menunjukkan aktivitas tersebut tidak berizin.
Hanu menjelaskan, kegiatan penambangan di kawasan itu biasanya kembali muncul saat musim kemarau. Pelaku terlebih dahulu membuat jalan dari material batu menuju bagian tengah sungai untuk membuka akses penambangan.
Setelah akses terbentuk, pasir dan batu diambil menggunakan mesin sedot serta alat berat. Material hasil penambangan kemudian diangkut menggunakan kendaraan pengangkut.
Aktivitas Tambang Dikhawatirkan Ganggu Mbudho Island
Kekhawatiran warga tidak hanya berkaitan dengan pengerukan material sungai. Perluasan kegiatan penambangan hingga bantaran timur dikhawatirkan mengganggu kawasan yang selama ini disiapkan masyarakat untuk pelestarian lingkungan.
Lokasi penambangan juga berada di sekitar kawasan wisata Mbudho Island. Warga khawatir aktivitas tersebut berdampak terhadap keberlangsungan pariwisata di Dusun Cawan.
“Lalu di sisi hulu terdapat obyek wisata Mbudho Island, sehingga kehadiran aktivitas ilegal ini mengancam keberlangsungan pariwisata di dusun kami,” tegasnya.
Warga Rintis Penghijauan Sejak Beberapa Tahun Lalu
Di tengah persoalan penambangan tersebut, warga Cawan telah merintis upaya konservasi bantaran Sungai Progo sejak beberapa tahun lalu. Hanu menyebut kawasan itu memperoleh rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul sebagai kawasan hutan sekitar lima tahun lalu.
Warga dari enam RT di Dusun Cawan kemudian melakukan penghijauan dengan menanam berbagai vegetasi alami. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kondisi bantaran sungai sekaligus mengurangi risiko kerusakan ketika debit Sungai Progo meningkat dan air meluap.
Hanu berharap inisiatif warga dapat menjadi contoh pengelolaan bantaran sungai yang bisa dikembangkan hingga wilayah Kecamatan Srandakan. Masyarakat juga masih mengharapkan dukungan pemerintah untuk memperkuat kawasan hijau yang telah dirintis.
“Semoga tahun depan kita akan mendapatkan bantuan DLH Bantul berupa bibit pohon yang agak besar agar saat meluap tidak ikut terbawa,” ujarnya.
Untuk mencegah kegiatan penambangan serupa kembali terjadi, warga berkomitmen mengawasi kawasan bantaran secara berkala. Hanu menegaskan masyarakat tidak menolak seluruh aktivitas penambangan, tetapi menghendaki pengambilan material dilakukan secara tradisional tanpa menggunakan alat berat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Bantul membuat petani menyesuaikan pola tanam. DKPP menyebut belum ada laporan gagal panen dan pompa irigasi disalurkan di 21 titik.
Arema FC menang 4-0 atas Dewa United di Stadion Kanjuruhan. Careca mencetak dua gol, disusul Samuel Otusanya dan Juliam Guevara.
Anggota VI BPK Fathan Subchi meninggal dunia pada usia 56 tahun saat menjalankan tugas pemeriksaan di Moskow, Rusia, Minggu (25/10/2026).
Warga Cawan menghentikan penambangan pasir dan batu dengan alat berat di bantaran Sungai Progo karena mengancam konservasi dan wisata Mbudho Island
Pengawal Energi 2026 pada 24 Oktober–1 November untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di 3.679 SPBU.
Sebanyak 32.214 bikers Honda dari berbagai daerah di Indonesia berpartisipasi dalam rangkaian Honda Bikers Day (HBD) 2026.