UMKM Jogja Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kerja Sama Awal Rp1 Miliar

Kiki Luqman
Kiki Luqman Minggu, 25 Oktober 2026 21:07 WIB
UMKM Jogja Bidik Pasar Haji dan Umrah, Kerja Sama Awal Rp1 Miliar

Jogja Expo 2026 digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada 23-25 Oktober 2026. /Harian Jogja-Kiki Luqman.

Harianjogja.com, BANTUL—Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berpeluang memperluas pasar melalui rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah. Melalui Jogja Expo 2026, Kementerian Haji dan Umrah berupaya membuka akses bagi produk lokal ke sektor ekonomi yang diperkirakan memiliki perputaran uang hingga Rp80 triliun.

Peluang tersebut mulai terlihat sebelum pameran resmi dibuka. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan telah ada kesepakatan awal kerja sama antarpelaku usaha dengan nilai sekitar Rp1 miliar.

“Alhamdulillah tadi saya dapat laporan sudah ada penandatanganan kerja sama, sudah ada semacam kontrak awal untuk bisa saling mengisi, dan awalnya sekitar 1 miliar. Padahal belum mulai, nanti mudah-mudahan sampai hari Ahad nanti bisakan jauh lebih besar,” katanya, Minggu (25/10/2026).

Jogja Expo 2026 berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada 23–25 Oktober 2026. Mengusung tema Membangun Ekosistem Haji & Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta: Kreatif, Inovatif, Back to Basic, kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat promosi, melainkan juga sebagai ruang pertemuan antara UMKM dan calon mitra bisnis.

Sebanyak 121 pelaku UMKM mengikuti pameran tersebut. Penyelenggara menargetkan sekitar 15.000 pengunjung selama kegiatan berlangsung, sementara agenda temu bisnis atau business matching melibatkan 130 pelaku UMKM terkurasi.

Produk lokal dibidik masuk rantai pasok haji dan umrah

Irfan menjelaskan, pameran di Yogyakarta merupakan penyelenggaraan keempat dalam dua bulan terakhir. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Madiun, Denpasar, dan Gowa.

Menurut dia, rangkaian expo tersebut menjadi bagian dari upaya menjalankan amanat Presiden agar potensi ekonomi dari penyelenggaraan haji dan umrah dapat memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat, terutama pelaku UMKM.

Dengan mempertemukan pengusaha dan calon mitra, penyelenggara berharap kerja sama yang terbentuk tidak berhenti pada transaksi selama pameran. Kemitraan diharapkan berlanjut sehingga produk lokal memiliki akses lebih luas ke jaringan penyediaan barang dan jasa bagi jemaah.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengatakan DIY memiliki sejumlah keunggulan untuk mendukung pengembangan usaha di sektor tersebut. Yogyakarta dikenal dengan industri kreatif, kerajinan, dan fesyen muslim, serta memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata internasional.

Potensi itu dinilai dapat menjadi modal bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk memenuhi kebutuhan layanan haji dan umrah di dalam negeri maupun Arab Saudi.

“Secara umum kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, yang pertama ingin kami sampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka mengakselerasi produk UMKM ekonomi kreatif dan kuliner yang ada di DIY agar dapat menembus rantai pasok layanan haji dan umrah nasional maupun internasional di Saudi Arabia,” katanya.

Jaenal berharap pengembangan ekosistem tersebut dapat mempercepat penetrasi produk ekonomi kreatif dan kuliner asal DIY ke jaringan penyediaan barang dan jasa untuk jemaah. Dengan demikian, pelaku usaha berkesempatan memperluas jangkauan pasar dari tingkat lokal ke nasional hingga internasional.

Sultan tekankan kemitraan berkelanjutan

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap Jogja Expo 2026 mampu menghasilkan kemitraan jangka panjang yang memperkuat usaha kecil. Peluang yang terbuka melalui pameran, menurutnya, perlu diikuti penguatan akses pasar serta tata kelola layanan haji dan umrah.

Sultan menilai keberhasilan pengembangan ekosistem ekonomi tidak cukup dilihat dari nilai transaksi yang tercatat. Manfaatnya juga perlu tercermin dalam peningkatan kapasitas UMKM, kualitas pelayanan, dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika pelayanan semakin baik, usaha kecil semakin berdaya, dan kesejahteraan semakin merata, di situlah pertumbuhan menemukan nilai kemanusiaannya. Semoga dari Yogyakarta, ikhtiar ini menjadi bagian dari perjalanan besar membangun ekonomi umat yang berkeadilan, berdaya saing, dan membawa keberkahan bagi kehidupan bersama,” ujarnya.

Melalui Jogja Expo 2026, Yogyakarta diharapkan dapat memperkuat peran UMKM lokal dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah. Kerja sama awal senilai sekitar Rp1 miliar menjadi salah satu capaian yang diharapkan berkembang menjadi kemitraan lebih luas bagi produk kreatif dan kuliner dari DIY.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online