Hiu Tutul Terdampar di Pantai Parangkusumo, Upaya Penyelamatan Terkendala Air Surut
Hiu tutul sepanjang enam meter terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul. Upaya penyelamatan terkendala ukuran satwa dan air laut surut.
Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, BANTUL—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarharjo II di Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak Senin (19/10/2026) setelah sempat menghentikan pelayanan sementara. Operasional kembali berjalan setelah SPPG tersebut mendapatkan akuntan baru untuk melengkapi kebutuhan tenaga inti.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, membenarkan bahwa pelayanan SPPG Banjarharjo II telah kembali berjalan. SPPG tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah sebuah konten yang berkaitan dengan pegawainya viral di media sosial.
“Jadi yang dulu viral itu sudah kembali beroperasi mulai Senin lalu,” kata Hermawan, Minggu (25/10/2026).
Hermawan menjelaskan operasional SPPG membutuhkan tiga petugas inti, yakni kepala, tenaga administrasi, dan akuntan. Kelengkapan ketiga posisi tersebut diperlukan untuk mendukung pengelolaan dan pelaksanaan layanan pemenuhan gizi.
Dengan terpenuhinya kebutuhan tenaga inti, SPPG Banjarharjo II dapat kembali menjalankan pelayanan. Meski demikian, Hermawan mengingatkan para pemangku kepentingan yang terlibat dalam program SPPG agar tetap memperhatikan tata kelola dan penyampaian informasi kepada masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan media sosial. Hermawan meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program tersebut menggunakan media sosial secara bijak, terutama ketika mengunggah konten yang berkaitan dengan kegiatan SPPG.
“Jadi imbauannya masih sama, setiap stakeholder yang maupun SPPG, imbauannya yang pertama itu bijak dalam bermedsos,” ujarnya.
Menurut Hermawan, informasi yang disebarkan melalui media sosial sebaiknya bersifat positif dan mendukung program. Para pemangku kepentingan perlu mempertimbangkan isi unggahan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Selain penggunaan media sosial, Hermawan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh standar operasional prosedur (SOP). Penerapan prosedur tersebut menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
“Kemudian yang kedua, fokus terhadap SOP. Tadi semua SOP dijalankan. Itu Mas imbauannya,” kata Hermawan.
SPPG Muntuk Sempat Viral di Media Sosial
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional DIY memberhentikan salah satu pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, setelah video yang dibuatnya menuai sorotan di media sosial. Konten tersebut dikaitkan dengan dugaan olok-olok terhadap korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, mengatakan pemberhentian dilakukan setelah pihaknya menangani persoalan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan," kata Gagat, Senin (21/9).
Menurut Gagat, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BGN menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG.
Ia menegaskan bahwa sikap empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Empati dan saling menghormati harus menjadi bagian dari budaya kerja dalam pelayanan MBG," ujarnya.
Kembalinya operasional SPPG Banjarharjo II di Muntuk menjadi perkembangan terbaru setelah fasilitas tersebut sempat berhenti melayani. Pemerintah Kabupaten Bantul juga mengingatkan pentingnya kelengkapan tenaga inti, penggunaan media sosial secara bijak, serta kepatuhan terhadap SOP dalam menjalankan layanan pemenuhan gizi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiu tutul sepanjang enam meter terdampar di Pantai Parangkusumo, Bantul. Upaya penyelamatan terkendala ukuran satwa dan air laut surut.
Lomba grafiti dan mural di Cangkringan menjadi wadah kreativitas pemuda Sleman sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana Gunung Merapi.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.