Hujan Mulai Turun, Kekeringan di Gunungkidul Belum Teratasi
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Ilustrasi, foto udara permukiman warga peserta program transmigrasi di UPT Transmigrasi Bulupontu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah./Antara-Mohamad Hamzah/tom
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul hanya memberangkatkan satu kepala keluarga (KK) dalam program transmigrasi tahun ini akibat keterbatasan kuota. Keluarga beranggotakan empat jiwa dari Palbapang tersebut direncanakan berangkat ke Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar), pada November 2026.
Keluarga tersebut akan mengisi posisi transmigran sebelumnya yang meninggalkan lokasi penempatan karena tidak betah. Status sebagai transmigran pengganti membuat fasilitas jatah hidup (jadup) yang diterima berbeda dari peserta transmigrasi baru.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Agung Kurniawan, menjelaskan peserta yang terpilih merupakan warga yang telah menunggu selama tiga tahun.
"Karena bukan transmigran murni, jadi fasilitas jatah hidup (jadup) yang didapat di sana nanti juga beda hanya tinggal meneruskan yang kabur itu," jelas Agung, Selasa (27/10/2026).
Transmigran Pengganti Mendapat Jadup Lima Bulan
Agung menerangkan transmigran murni biasanya memperoleh fasilitas jatah hidup selama 12 bulan. Namun, karena hanya menggantikan peserta sebelumnya, keluarga asal Bantul tersebut akan menerima jadup selama lima bulan.
Meski jatah hidupnya lebih singkat, sejumlah fasilitas lain yang disediakan bagi transmigran pengganti tetap sama dengan fasilitas untuk transmigran murni. Fasilitas itu meliputi rumah tinggal, lahan usaha, dan uang saku.
"Untuk fasilitas di sana semua masih layak meskipun tidak baru, kemudian nanti juga dapat uang saku Rp15 juta serta tambahan dari Baznas Rp5 juta. Kementerian juga infonya mau kasih bantuan peralatan rumah tangga," ungkapnya.
Dengan demikian, keluarga tersebut akan menerima uang saku Rp15 juta dan tambahan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebesar Rp5 juta. Kementerian juga disebut berencana memberikan bantuan peralatan rumah tangga.
Agung menjelaskan pemerintah tetap membuka pendaftaran program transmigrasi meskipun jumlah peserta yang diberangkatkan tahun ini terbatas. Pendaftar yang belum mendapat kesempatan akan dipertimbangkan untuk mengikuti program pada tahun anggaran berikutnya.
Sebanyak 25 KK Masih Mengantre
Menurut Agung, tidak semua pendaftar bersedia menerima lokasi penempatan yang ditentukan pemerintah. Sebagian calon transmigran memiliki tujuan lokasi tertentu, sedangkan lokasi penempatan program dapat berubah setiap tahun.
"Pemilihan peserta kami tetapkan berdasarkan masa tunggu, tapi kan tidak semua mau ke lokasi penempatan tahun ini. Kami juga infokan bahwa ini statusnya transmigran pengganti dan jadupnya hanya lima bulan, dari situ akhirnya ada yang mau dan terpilih," katanya.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Bantul, Agus Yuli Herwanta, menyebut minat masyarakat terhadap program transmigrasi masih tinggi dari tahun ke tahun. Namun, jumlah peserta yang dapat diberangkatkan bergantung pada kuota yang ditentukan pemerintah pusat.
"Sampai sekarang masa tunggu program transmigrasi di Bantul itu ada 25 KK," jelasnya.
Artinya, masih ada 25 KK yang tercatat dalam daftar tunggu program transmigrasi di Bantul. Keterbatasan kuota menjadi salah satu kendala bagi warga yang ingin mengikuti program tersebut.
Yuli berharap transmigrasi dapat menjadi peluang bagi warga untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan taraf hidup. Karena itu, peserta diharapkan mampu memanfaatkan lahan, fasilitas sarana produksi, serta pelatihan yang disediakan pemerintah secara maksimal.
Program ini diharapkan membuka kesempatan bagi keluarga peserta untuk mengembangkan usaha di lokasi penempatan. Meski demikian, jumlah pemberangkatan tetap menyesuaikan kuota yang tersedia dan kesiapan calon transmigran menerima lokasi yang ditetapkan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Studi pada 8.783 orang dewasa menemukan konsumsi makanan ultra-proses tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko cedera vaskular otak.
IBM mengingatkan perbankan soal risiko Shadow IT akibat penggunaan aplikasi AI tanpa izin. Edukasi karyawan dan tata kelola data dinilai penting.
UNY meraih gelar ganda Campus League Futsal Regional Yogyakarta 2026 setelah tim putri menang 1-0 dan tim putra melibas UNNES 6-0.
Investasi Temanggung mencapai Rp1,806 triliun hingga 26 Oktober 2026 atau 84% target tahunan, dengan 22.307 tenaga kerja terserap.
Luhut Pandjaitan menargetkan 100 juta warga terdaftar dalam sistem bansos digital GovTech saat peluncuran oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2026.