Polisi Ungkap Kasus Pembacokan di Imogiri Bantul, Dua Pelajar Jadi ABH

Yosef Leon
Yosef Leon Rabu, 21 Oktober 2026 15:47 WIB
Polisi Ungkap Kasus Pembacokan di Imogiri Bantul, Dua Pelajar Jadi ABH

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul mengamankan dua pelajar berusia 17 tahun yang berstatus anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kasus pembacokan di Jalan Imogiri Timur, Dusun Minggiran, Kalurahan Imogiri, Kapanewon Imogiri, Bantul. Korban berinisial FH, 18, mengalami luka serius hingga empat jari tangan kanannya putus akibat sabetan celurit.

Kasatreskrim Polres Bantul, AKP Subihan Afuan Ardhi, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Kasus itu sempat viral di media sosial sebelum akhirnya berhasil diungkap polisi.

“Kasus ini viral di media sosial. Kami melakukan penyelidikan bersama Jatanras Polda DIY dan Unit Reskrim Polsek Imogiri hingga berhasil mengungkap perkara ini,” kata Subihan, Rabu (21/10/2026).

Dua pelajar yang diamankan masing-masing berinisial NHR dan AAR. Keduanya merupakan warga Bantul dan untuk sementara dititipkan di Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) di Sleman.

Berawal dari Kumpul Remaja dan Minum Miras
Subihan menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, rangkaian peristiwa bermula pada Sabtu (3/10/2026) malam. Sejumlah remaja berkumpul di sebuah rumah di wilayah Imogiri sebelum melanjutkan kegiatan ke gazebo yang berada di tengah sawah.

Di lokasi tersebut, mereka minum-minuman keras. Sekitar pukul 01.30 WIB, sebagian anggota rombongan kemudian berencana melakukan aksi yang disebut sebagai 'serangan fajar'.

Ajakan tersebut diduga muncul setelah salah seorang anggota kelompok mengaku sebelumnya memiliki masalah dengan orang lain.

Rombongan kemudian bergerak menuju kawasan Patung Kuda Imogiri, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Garjoyo untuk membeli bensin. Setelah itu, mereka kembali melintas di Jalan Imogiri Timur.

Korban Disabet Celurit saat Berpapasan di Jalan
Saat melintas di Jalan Imogiri Timur, rombongan tersebut berpapasan dengan sepeda motor Honda PCX hitam yang ditumpangi tiga orang. Kendaraan korban melaju dari arah utara menuju selatan.

Di tengah perjalanan, salah seorang anggota rombongan mendekati sepeda motor yang ditumpangi korban. Pelaku kemudian mengayunkan celurit hingga mengenai tangan kanan FH yang duduk di posisi tengah.

"Salah seorang anggota rombongan kemudian memepet kendaraan korban dan mengayunkan celurit hingga mengenai jari tangan kanan FH yang duduk di posisi tengah," katanya.

Akibat sabetan senjata tajam tersebut, FH mengalami luka serius dengan empat jari tangan kanan putus.

Setelah melakukan penyerangan, rombongan sempat berbalik arah untuk mengejar korban hingga kawasan Pasar Sapi Imogiri. Namun, mereka tidak berhasil menemukan korban dan akhirnya kembali ke lokasi berkumpul sebelumnya.

Polisi Analisis CCTV dan Periksa Saksi
Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Penyidik menganalisis rekaman kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) serta memeriksa keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap pihak yang terlibat.

Dari hasil penyelidikan tersebut, polisi mengamankan NHR dan AAR. Subihan menyebut kedua pelajar itu diketahui baru pertama kali berurusan dengan hukum.

Meski demikian, penyidikan masih berlanjut untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan remaja lain dalam kasus tersebut.

"Kami masih mendalami kemungkinan keterlibatan remaja lain serta menelusuri kelompok yang diduga berkaitan dengan kejadian ini," pungkasnya.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Barang bukti yang diamankan meliputi sepeda motor Honda Scoopy hitam tahun 2024, sebilah celurit sepanjang sekitar 70 sentimeter, serta jaket jeans hitam bercorak putih.

Polres Bantul masih mendalami rangkaian kejadian dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penyerangan yang menyebabkan korban mengalami luka serius tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online