20 Gedung KDMP Bantul Rampung, 10 Lainnya Masih Dikebut
Sebanyak 20 gedung KDMP Bantul telah rampung, sementara 10 lainnya masih dibangun dengan progres sekitar 60%. Aktivitas koperasi sudah berjalan.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Polisi mengungkap perkembangan kasus kematian Triyanto (40) alias Munil, warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, yang ditemukan tewas penuh luka di sebuah rumah di Pringading, Guwosari, Pajangan, Bantul. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Subihan Afuan Ardhi mengatakan polisi telah mengamankan tiga orang yang untuk sementara berstatus terduga pelaku.
"Untuk jenazah yang ditemukan dalam kondisi penuh luka itu mengarah ke penganiayaan yang mengakibatkan kematian," kata Subihan Selasa (25/8/2026).
Tiga Orang Diamankan Sejak Minggu
Subihan mengatakan penyelidikan dilakukan sejak Triyanto ditemukan meninggal dunia pada Minggu (23/8/2026) malam. Dari rangkaian penyelidikan tersebut, tiga orang diamankan secara maraton sejak Minggu malam hingga Senin.
"Untuk terduga pelaku sudah kami amankan sejak Minggu dan Senin. Sementara ini jumlah terduga pelaku yang sudah diamankan ada tiga orang," ujarnya.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas maupun peran masing-masing orang yang diamankan. Pemeriksaan terhadap ketiganya masih berlangsung untuk mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal.
Menurut Subihan, polisi juga masih membuka kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.
"Saat ini kami masih dalami peran yang bersangkutan," ucapnya.
Korban Ditemukan dengan Sejumlah Luka
Sebelumnya, Triyanto ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah warga di Pringading, Guwosari, Pajangan, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 23.20 WIB.
Polisi menerima laporan warga mengenai adanya orang meninggal dunia di rumah tersebut. Petugas Polsek Pajangan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan saat ditemukan, korban berada dalam posisi terbujur dengan sejumlah luka pada tubuhnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka robek pada bagian belakang tubuh korban. Telinganya juga mengeluarkan darah yang masih mengalir, sedangkan pada bagian hidung ditemukan cairan bekas darah.
Pada bagian belakang kepala sebelah kiri terdapat benjolan luka dengan diameter sekitar empat sentimeter. Selain itu, korban mengalami tiga luka gores di bagian punggung dengan panjang masing-masing sekitar enam sentimeter.
Polisi Dalami Rangkaian Kejadian
Sebelum ditemukan tewas, Triyanto disebut sempat mabuk-mabukan bersama sejumlah rekannya. Polisi kemudian melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian hingga korban meninggal dunia.
Penyelidikan masih dilakukan, termasuk pemeriksaan terhadap tiga orang yang telah diamankan serta pendalaman mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 20 gedung KDMP Bantul telah rampung, sementara 10 lainnya masih dibangun dengan progres sekitar 60%. Aktivitas koperasi sudah berjalan.
Pakar UMY Susilo Nur Aji menilai desil DTSEN bukan label mutlak kesejahteraan dan perlu dievaluasi sesuai dinamika ekonomi keluarga.
Kondur Gangsa 2026 digelar malam ini di Keraton Jogja. Simak titik pengalihan arus lalu lintas dan jam pemberlakuannya.
Tradisi Siraman Panjang Keraton Kasepuhan Cirebon kembali digelar. Warga antusias berebut air bekas cucian pusaka yang dipercaya membawa berkah.
Video pencopotan logo Bank Mandiri di gedung Jakarta viral di tengah polemik rekening Mas Botok yang mendapat sorotan publik.
Nezar Patria menyoroti tantangan AI dalam peradilan, terutama autentikasi bukti digital, sekaligus manfaatnya membantu administrasi kasus.