Kemarau Panjang Belum Picu Gagal Panen di Bantul, Petani Ubah Pola Tanam
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Polisi mengungkap perkembangan kasus kematian Triyanto (40) alias Munil, warga Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, yang ditemukan tewas penuh luka di sebuah rumah di Pringading, Guwosari, Pajangan, Bantul. Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Subihan Afuan Ardhi mengatakan polisi telah mengamankan tiga orang yang untuk sementara berstatus terduga pelaku.
"Untuk jenazah yang ditemukan dalam kondisi penuh luka itu mengarah ke penganiayaan yang mengakibatkan kematian," kata Subihan Selasa (25/8/2026).
Tiga Orang Diamankan Sejak Minggu
Subihan mengatakan penyelidikan dilakukan sejak Triyanto ditemukan meninggal dunia pada Minggu (23/8/2026) malam. Dari rangkaian penyelidikan tersebut, tiga orang diamankan secara maraton sejak Minggu malam hingga Senin.
"Untuk terduga pelaku sudah kami amankan sejak Minggu dan Senin. Sementara ini jumlah terduga pelaku yang sudah diamankan ada tiga orang," ujarnya.
Meski demikian, polisi belum mengungkap identitas maupun peran masing-masing orang yang diamankan. Pemeriksaan terhadap ketiganya masih berlangsung untuk mendalami rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal.
Menurut Subihan, polisi juga masih membuka kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus tersebut.
"Saat ini kami masih dalami peran yang bersangkutan," ucapnya.
Korban Ditemukan dengan Sejumlah Luka
Sebelumnya, Triyanto ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah warga di Pringading, Guwosari, Pajangan, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 23.20 WIB.
Polisi menerima laporan warga mengenai adanya orang meninggal dunia di rumah tersebut. Petugas Polsek Pajangan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan saat ditemukan, korban berada dalam posisi terbujur dengan sejumlah luka pada tubuhnya.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka robek pada bagian belakang tubuh korban. Telinganya juga mengeluarkan darah yang masih mengalir, sedangkan pada bagian hidung ditemukan cairan bekas darah.
Pada bagian belakang kepala sebelah kiri terdapat benjolan luka dengan diameter sekitar empat sentimeter. Selain itu, korban mengalami tiga luka gores di bagian punggung dengan panjang masing-masing sekitar enam sentimeter.
Polisi Dalami Rangkaian Kejadian
Sebelum ditemukan tewas, Triyanto disebut sempat mabuk-mabukan bersama sejumlah rekannya. Polisi kemudian melakukan pendalaman untuk mengungkap rangkaian kejadian hingga korban meninggal dunia.
Penyelidikan masih dilakukan, termasuk pemeriksaan terhadap tiga orang yang telah diamankan serta pendalaman mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang belum memicu gagal panen di Bantul. Petani menyesuaikan komoditas, memilih palawija dan padi berumur pendek.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.
PT Astra International Tbk berkolaborasi dengan Kemendukbangga/BKKBN memperkuat pencegahan stunting melalui intervensi gizi, layanan Posyandu, dan pendampingan
Sebanyak 86 korban dugaan investasi emas melapor ke Bareskrim Polri. Kerugian ditaksir Rp25 miliar dengan tujuh perusahaan dilaporkan.
Festival Tunas Bahasa Ibu Jawa Tengah 2026 diikuti 490 siswa dari 35 kabupaten/kota. Taj Yasin mendorong pelestarian bahasa Jawa untuk menjaga tata krama dan ka
Pemerintah mempercepat revisi UU Narkotika untuk mengatasi lapas overkapasitas dan memperjelas penanganan pengguna serta pengedar narkoba.