Pemkab Bantul Siapkan Kajian Investasi di Sekitar Kelok 23
Pemkab Bantul menyiapkan kajian investasi di sekitar Kelok 23. Status lahan dan tata ruang akan dipetakan sebelum ditawarkan kepada investor.
Penampakan lahan yang terbakar seluas 4 hektare di sejumlah titik wilayah Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul, Rabu (20/8/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL— Kebakaran lahan seluas sekitar 4 hektare di Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Bantul, masih menyisakan tiga titik api hingga Kamis (20/8/2026). Petugas gabungan bersama masyarakat masih melakukan pemantauan karena ketiga titik tersebut berada di lokasi yang sulit dijangkau dan sebagian masuk wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Kebakaran itu mulai ditangani sejak Rabu (19/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Petugas bersama sejumlah unsur terkait dan warga diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah penyebaran ke wilayah lain.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan penanganan dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kalurahan Seloharjo. Luasan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai kurang lebih 4 hektare.
"Petugas bersama unsur terkait dan warga melaksanakan penanganan kebakaran lahan seluas kurang lebih 4 hektare yang berada di beberapa titik wilayah Kalurahan Seloharjo," kata Rita.
Api Tersebar di Sejumlah Wilayah
Kebakaran tidak hanya terjadi pada satu lokasi. Berdasarkan penanganan di lapangan, titik-titik lahan yang terbakar tersebar di Geger, Dermojurang, Boboktempel, Sorotopo, Karangasem, Gowak Dukuh, dan Secang.
Kobaran api juga merembet hingga wilayah Kabupaten Gunungkidul. Lokasi yang terdampak di wilayah tersebut berada di Jorong, Purwosari.
Kondisi lintas wilayah itu membuat penanganan melibatkan unsur dari berbagai pihak. Petugas dan masyarakat bekerja bersama untuk mengendalikan api di sejumlah titik yang terdampak.
Unsur yang terlibat antara lain Bhabinkamtibmas Kalurahan Seloharjo, anggota Polsek Pundong, Babinsa, Damkar, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Lurah Seloharjo, Jagabaya, serta masyarakat.
Meski penanganan telah dilakukan sejak Rabu malam, tiga titik api masih belum berhasil dipadamkan hingga Kamis. Jangkauan lokasi menjadi salah satu kendala karena titik-titik tersebut berada jauh dari akses petugas dan permukiman warga.
"Masih terdapat tiga titik api yang menyala karena lokasinya jauh dari jangkauan dan jauh dari permukiman. Selain itu, titik tersebut masuk wilayah Kabupaten Gunungkidul," ujarnya.
Petugas Pantau Titik Api
Dengan kondisi tersebut, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah melakukan penanganan. Pemantauan secara berkala terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan api di tiga titik yang masih menyala.
Pemantauan diperlukan untuk memastikan kobaran api tidak kembali meluas. Petugas juga memperhatikan kemungkinan api bergerak mendekati permukiman maupun area lain yang berpotensi terdampak.
Masyarakat turut dilibatkan dalam pemantauan kondisi di sekitar lokasi kebakaran. Petugas bersama warga bersiaga apabila terjadi perubahan kondisi yang menyebabkan kobaran api kembali membesar.
Rita mengatakan secara umum proses penanganan kebakaran berjalan lancar. Tidak terdapat kendala berarti selama petugas gabungan dan masyarakat melakukan penanganan di berbagai titik lahan yang terbakar.
Meski kondisi penanganan berjalan lancar, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kepolisian masih mendalami bagaimana api pertama kali muncul hingga kemudian membakar lahan di sejumlah wilayah Kalurahan Seloharjo.
Rita mengatakan terdapat dugaan awal bahwa kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan pertanian oleh masyarakat. Namun, penyebab tersebut masih dalam proses penyelidikan petugas.
"Petugas juga masih menyelidiki penyebab kebakaran, tapi dimungkinkan akibat aktivitas membakar lahan pertanian oleh masyarakat," pungkas Rita.
Dengan masih adanya tiga titik api, pemantauan di lokasi kebakaran tetap dilakukan hingga kondisi dinilai aman. Petugas bersama masyarakat juga terus memperhatikan perkembangan kobaran api, terutama pada lokasi yang jauh dari jangkauan dan berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan kajian investasi di sekitar Kelok 23. Status lahan dan tata ruang akan dipetakan sebelum ditawarkan kepada investor.
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
UNY menyiapkan tiga skema bantuan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa NTT, mulai penundaan, pengurangan hingga pembebasan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyiapkan enam helikopter ambulans udara untuk menangani pasien gawat darurat di daerah terisolasi dan wilayah 3T.
Kementerian Haji dan Umrah menyerahkan 34 kasus haji dan umrah ke Bareskrim Polri. Sebanyak 137 laporan tercatat dalam register aduan.
Nilai JDIH Kalurahan Sleman dalam JDIH Award 2026 terpaut 23 poin. Pemkab mendorong pemerataan akses informasi hukum bagi warga.