KNMP Poncosari Punya Cold Storage, Didorong Jadi Pusat Nelayan di Bantul

Yosef Leon
Yosef Leon Senin, 28 September 2026 14:37 WIB
KNMP Poncosari Punya Cold Storage, Didorong Jadi Pusat Nelayan di Bantul

Aktivitas di KNMP Poncosari, Srandakan, Bantul, Senin (28/9/2026). Keberadaan salah satu program prioritas nasional ini diharapkan bisa mengembangkan produk kelautan di Bantul menjadi lebih optimal./Harian Jogja-Yosef Leon

Harianjogja.com, BANTUL—Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, didorong menjadi pusat kegiatan nelayan sekaligus pengembangan potensi hasil perikanan di kawasan pesisir. Fasilitas yang tersedia di kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir.

KNMP merupakan salah satu program prioritas nasional yang diharapkan dapat menjadi pengungkit potensi sektor perikanan. Keberadaannya diarahkan untuk mendorong kawasan pesisir dan desa nelayan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang modern, produktif, mandiri, serta terintegrasi dari hulu ke hilir.

Wakil Ketua DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti mengatakan pemusatan aktivitas nelayan melalui KNMP dapat membuat kegiatan perikanan lebih terkontrol. Selain itu, fasilitas yang terpadu memudahkan pemantauan aktivitas nelayan serta penanganan ketika terjadi persoalan di laut.

"Harapannya semua kegiatan nelayan bisa terpusat di satu tempat di KNMP ini, sehingga bisa terkontrol," kata Titis, Senin (28/9/2026).

KNMP Poncosari Sudah Beroperasi Tiga Bulan

Menurut Titis, pemusatan kegiatan nelayan juga memungkinkan pemerintah maupun pihak terkait mengetahui pergerakan nelayan. Dengan demikian, dukungan dapat diberikan apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan di laut.

KNMP Poncosari diketahui telah beroperasi sekitar tiga bulan terakhir. Sejumlah fasilitas telah tersedia untuk menunjang aktivitas perikanan, mulai dari gudang beku atau cold storage, pabrik es, tempat pendaratan ikan, shelter, hingga fasilitas docking kapal.

Fasilitas tersebut juga dilengkapi rantai dingin terintegrasi. Sistem tersebut digunakan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan.

Keberadaan berbagai fasilitas itu membuat KNMP tidak hanya diproyeksikan sebagai tempat berkegiatan bagi nelayan. Kawasan tersebut juga diharapkan dapat mendukung pengembangan potensi hasil laut yang berasal dari pesisir Bantul.

Hasil Tangkapan Nelayan Didorong Punya Nilai Tambah

Titis mengatakan berbagai jenis ikan yang menjadi hasil tangkapan nelayan setempat perlu dikenalkan dan dikembangkan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi produk perikanan dari kawasan pesisir Bantul.

"Ide KNMP ini kan sebenarnya untuk mendongkrak potensi yang ada di tempat tersebut, kemudian dikembangkan. Pengelola mungkin juga bisa menghadirkan produk olahan ikan dan mengenalkan kepada masyarakat," ujarnya.

Pengembangan hasil perikanan juga diarahkan agar produk lokal memiliki jangkauan pasar yang lebih luas. Menurut Titis, terdapat peluang bagi produk hasil perikanan tersebut untuk menembus pasar ekspor.

Fasilitas penyimpanan dan rantai dingin yang tersedia di KNMP Poncosari diharapkan membantu mempertahankan kualitas hasil tangkapan. Dengan kondisi tersebut, proses pengolahan dan pemasaran hasil perikanan dari pesisir Bantul dapat terus didukung.

Pengembangan KNMP Poncosari pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan pemusatan aktivitas nelayan, tetapi juga pemanfaatan potensi hasil laut agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Kawasan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kegiatan ekonomi pesisir yang modern, produktif, mandiri, serta terintegrasi dari hulu ke hilir.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online