Kabupaten Bantul Wakili Indonesia di Nominasi UNESCO Creative Cities 2027

Yosef Leon
Yosef Leon Kamis, 05 November 2026 15:47 WIB
Kabupaten Bantul Wakili Indonesia di Nominasi UNESCO Creative Cities 2027

Ilustrasi, sejumlah wartawan asal negara Arab Saudi melihat dari dekat proses pembuatan gerabah di Desa Wisata Kasongan, Bantul./Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, BANTUL—Kabupaten Bantul terpilih mewakili Indonesia sebagai nominator UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 dalam bidang Crafts and Folk Art atau kerajinan dan seni rakyat. Pencalonan ini membuka peluang bagi produk kerajinan lokal Bantul untuk mendapatkan pengakuan lebih luas di pasar internasional.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan penetapan tersebut merupakan hasil Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota UCCN 2027 yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Nasional.

Proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi dossier di hadapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

"Seleksinya melalui sejumlah tahapan, mulai dari administrasi, penilaian substansi, hingga presentasi dossier di hadapan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas)," ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Setelah melewati rangkaian penilaian dan kajian, Bantul ditetapkan sebagai salah satu daerah yang mewakili Indonesia dalam pencalonan kota kreatif dunia. Adapun hasil akhir keanggotaan UCCN 2027 dijadwalkan diumumkan di Paris, Prancis, pada Oktober 2027.

Ekosistem Kerajinan Bantul Berkembang Sejak Abad ke-16

Salah satu kekuatan Bantul dalam pencalonan tersebut adalah ekosistem industri kriya yang telah berkembang sejak abad ke-16 atau era Kerajaan Mataram Islam.

Industri kerajinan di Bantul memanfaatkan beragam material alam sebagai bahan baku. Di antaranya bambu, pandan, eceng gondok, pelepah pisang, kayu, batu, hingga kulit.

Pengembangan industri tersebut juga mengedepankan pendekatan ekonomi sirkular dan restorasi ekologis.

Dari sisi pemasaran, produk kerajinan Bantul telah menjangkau 38 negara dengan nilai ekspor mencapai USD6,71 juta.

Industri kriya daerah ini juga memiliki aspek inklusivitas. Lebih dari 45% perajinnya merupakan perempuan, sementara penyandang disabilitas dan generasi muda turut mendapatkan ruang untuk terlibat dalam kegiatan industri kerajinan.

Masuk Direktori UNESCO Berpeluang Perluas Pasar Produk Lokal

Abdul Halim Muslih menilai keanggotaan dalam jejaring kota kreatif dunia berpotensi memperkuat pengakuan internasional terhadap produk-produk lokal Bantul.

"Dampaknya jelas, Bantul akan semakin dikenal dalam pergaulan internasional karena nanti masuk dalam direktori Kota Kreatif Dunia di UNESCO. Masyarakat dunia akan lebih percaya terhadap produk-produk Bantul," katanya.

UNESCO Creative Cities Network merupakan jejaring yang diinisiasi UNESCO sejak 2004. Program ini bertujuan memperkuat kerja sama antarkota yang menjadikan kreativitas sebagai salah satu faktor strategis dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Melalui jejaring tersebut, kota-kota anggota didorong untuk berinvestasi dalam sektor kreatif, memperkuat inklusi sosial, serta menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya.

Tujuh Kota Indonesia Sudah Bergabung dalam UCCN

Sebelum pencalonan Bantul untuk 2027, Indonesia telah memiliki tujuh kota yang menjadi anggota UNESCO Creative Cities Network.

Kota-kota tersebut bergabung dalam bidang kreatif yang berbeda, yakni:

  • Pekalongan: Crafts and Folk Art, bergabung pada 2014.

  • Bandung: Design, bergabung pada 2015.

  • Ambon: Music, bergabung pada 2019.

  • Jakarta: Literature, bergabung pada 2021.

  • Surakarta: Crafts and Folk Art, bergabung pada 2023.

  • Ponorogo: Crafts and Folk Art, bergabung pada 2025.

  • Malang: Media Art, bergabung pada 2025.

Dengan pencalonan tersebut, Bantul berpeluang menambah daftar daerah Indonesia yang masuk dalam jejaring kota kreatif dunia UNESCO. Keputusan akhir mengenai keanggotaan UCCN 2027 akan diumumkan di Paris pada Oktober 2027.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online