Pendeta Jimmy Minta Gereja Harus Berdiri Bersama Korban Ketidakadilan
Pdt Jimmy Marcos menegaskan gereja harus menyuarakan ketidakadilan, mulai dari dampak MBG, karhutla, hingga proyek di Papua.
Ilustrasi hasil tangkapan ikan. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Produksi ikan budidaya di Kota Jogja rata-rata mencapai 48,59 ton per tahun. Angka tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga sehingga Pemkot Jogja perlu menggenjot pengembangan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di setiap kelurahan.
Kebutuhan ikan masyarakat Kota Jogja tercatat mencapai 17,42 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, kegiatan budidaya yang tersebar di 14 kemantren belum sepenuhnya optimal karena dari 110 pokdakan yang ada, hanya 57 kelompok yang masih aktif.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja, Sukidi, mengatakan produksi ikan tersebut berasal dari aktivitas pokdakan di seluruh wilayah Kota Jogja.
“Tapi dari seratusan pokdakan, hanya ada 57 kelompok yang aktif dalam pengembangan produksi perikanan,” kata Sukidi saat dihubungi, Minggu (8/11/2026).
Meski jumlah kelompok yang aktif baru sekitar setengah dari total pokdakan, capaian produksi ikan pada tahun lalu tergolong melampaui target. Produksi ikan, baik dari hasil budidaya maupun perairan umum, mencapai 51,908 ton atau 113,26% dari target 45,832 ton.
Khusus hasil tangkapan dari perairan umum, produksi rata-rata mencapai 3.198 kilogram per tahun. Perairan umum yang dimaksud meliputi danau, waduk, sungai, rawa banjiran, serta genangan air lainnya.
Di Kota Jogja, sumber perairan umum tersebut antara lain Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajahwong. Selain sungai, terdapat pula Embung Langensari yang menjadi bagian dari potensi perairan setempat.
Adapun jenis ikan air tawar yang dibudidayakan meliputi karper atau ikan mas, gurameh, tawes, nila, mujair, lele, dan bawal. Berbagai jenis ikan tersebut dapat dibudidayakan di lahan terbatas dengan memanfaatkan galon maupun kolam berukuran kecil.
Sukidi mengakui kebutuhan ikan di Kota Jogja hingga kini masih dipenuhi melalui pasokan dari daerah lain. Suplai tersebut tidak hanya berasal dari wilayah di dalam DIY, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar provinsi.
Beberapa daerah pemasok ikan antara lain Klaten, Magelang, Boyolali, hingga Tulungagung. Kabupaten di Jawa Timur tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi perikanan terbesar di provinsi itu.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Jogja berkomitmen mengembangkan produksi perikanan lokal. Selain mendorong aktivitas pokdakan, pemerintah juga berupaya merehabilitasi perairan umum agar habitat ikan endemik membaik dan produksi ikan meningkat.
Salah satu upaya pemulihan ekosistem perairan dilakukan pada Juli 2026. Saat itu, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengunjungi Dermaga Cinta Sungai Gajahwong.
Dalam kunjungan tersebut, Hasto membuka lomba memancing ikan invasif sekaligus melakukan penebaran kembali atau restocking ikan endemik, yakni nilem.
Sukidi menyebut keberadaan ikan endemik dapat terganggu apabila kualitas air tercemar. Karena itu, kondisi air sungai perlu menjadi perhatian dalam upaya menjaga habitat ikan dan meningkatkan potensi perikanan di Kota Jogja.
Kualitas air Sungai Gajahwong, menurutnya, masih membutuhkan perhatian karena kandungan Escherichia coli (E. coli) yang tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pdt Jimmy Marcos menegaskan gereja harus menyuarakan ketidakadilan, mulai dari dampak MBG, karhutla, hingga proyek di Papua.
Piala Ketua DPRD DIY diikuti peserta berbagai daerah. Ajang lomba burung berkicau ini diharapkan menggerakkan ekonomi dan mendukung konservasi.
JJLS Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka untuk umum pada 2027. Kelok 23 akan dilengkapi rest area, gardu pandang, dan patung ikonik.
Ketua DPD PSI Kota Jogja, Heri Nugroho, menyesalkan penurunan foto Wapres Gibran di Ruang Banggar DPRD DIY dan meminta aparat menindaklanjuti.
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman. Bulog mencatat cadangan 4,5 juta ton dan serapan gabah lebih dari 4,4 juta ton.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan ormas menyampaikan lima tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).