Produksi Ikan Kota Jogja Belum Mampu Cukupi Kebutuhan Rumah Tangga

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 08 November 2026 14:17 WIB
Produksi Ikan Kota Jogja Belum Mampu Cukupi Kebutuhan Rumah Tangga

Ilustrasi hasil tangkapan ikan. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Produksi ikan budidaya di Kota Jogja rata-rata mencapai 48,59 ton per tahun. Angka tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga sehingga Pemkot Jogja perlu menggenjot pengembangan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) di setiap kelurahan.

Kebutuhan ikan masyarakat Kota Jogja tercatat mencapai 17,42 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, kegiatan budidaya yang tersebar di 14 kemantren belum sepenuhnya optimal karena dari 110 pokdakan yang ada, hanya 57 kelompok yang masih aktif.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja, Sukidi, mengatakan produksi ikan tersebut berasal dari aktivitas pokdakan di seluruh wilayah Kota Jogja.

“Tapi dari seratusan pokdakan, hanya ada 57 kelompok yang aktif dalam pengembangan produksi perikanan,” kata Sukidi saat dihubungi, Minggu (8/11/2026).

Produksi Ikan Tahun Lalu Lampaui Target

Meski jumlah kelompok yang aktif baru sekitar setengah dari total pokdakan, capaian produksi ikan pada tahun lalu tergolong melampaui target. Produksi ikan, baik dari hasil budidaya maupun perairan umum, mencapai 51,908 ton atau 113,26% dari target 45,832 ton.

Khusus hasil tangkapan dari perairan umum, produksi rata-rata mencapai 3.198 kilogram per tahun. Perairan umum yang dimaksud meliputi danau, waduk, sungai, rawa banjiran, serta genangan air lainnya.

Di Kota Jogja, sumber perairan umum tersebut antara lain Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajahwong. Selain sungai, terdapat pula Embung Langensari yang menjadi bagian dari potensi perairan setempat.

Adapun jenis ikan air tawar yang dibudidayakan meliputi karper atau ikan mas, gurameh, tawes, nila, mujair, lele, dan bawal. Berbagai jenis ikan tersebut dapat dibudidayakan di lahan terbatas dengan memanfaatkan galon maupun kolam berukuran kecil.

Pasokan Ikan Jogja Masih Bergantung Daerah Lain

Sukidi mengakui kebutuhan ikan di Kota Jogja hingga kini masih dipenuhi melalui pasokan dari daerah lain. Suplai tersebut tidak hanya berasal dari wilayah di dalam DIY, tetapi juga dari sejumlah daerah di luar provinsi.

Beberapa daerah pemasok ikan antara lain Klaten, Magelang, Boyolali, hingga Tulungagung. Kabupaten di Jawa Timur tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi perikanan terbesar di provinsi itu.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Jogja berkomitmen mengembangkan produksi perikanan lokal. Selain mendorong aktivitas pokdakan, pemerintah juga berupaya merehabilitasi perairan umum agar habitat ikan endemik membaik dan produksi ikan meningkat.

Pemkot Pulihkan Habitat Ikan Endemik

Salah satu upaya pemulihan ekosistem perairan dilakukan pada Juli 2026. Saat itu, Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, mengunjungi Dermaga Cinta Sungai Gajahwong.

Dalam kunjungan tersebut, Hasto membuka lomba memancing ikan invasif sekaligus melakukan penebaran kembali atau restocking ikan endemik, yakni nilem.

Sukidi menyebut keberadaan ikan endemik dapat terganggu apabila kualitas air tercemar. Karena itu, kondisi air sungai perlu menjadi perhatian dalam upaya menjaga habitat ikan dan meningkatkan potensi perikanan di Kota Jogja.

Kualitas air Sungai Gajahwong, menurutnya, masih membutuhkan perhatian karena kandungan Escherichia coli (E. coli) yang tinggi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online