Panggilan Misterius Masuk Hotline Damkarmat Jogja, Diskominfo Turun Tangan

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 02 November 2026 21:17 WIB
Panggilan Misterius Masuk Hotline Damkarmat Jogja, Diskominfo Turun Tangan

Sejumlah armada pemadam kebakaran sedang terparkir di Pos Damkar Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Jogja, Senin (12/10/2026)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono\r\n

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja masih menghadapi persoalan panggilan telepon tanpa respons pada layanan hotline darurat 0274-587101. Meski telah dilaporkan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jogja serta Telkomsel, penanganan persoalan tersebut belum membuahkan hasil optimal.

Kepala Damkarmat Kota Jogja, Taokhid, mengatakan laporan fiktif yang masuk melalui hotline relatif jarang ditemukan. Namun, petugas masih kerap menerima panggilan yang tidak disertai respons ketika telepon diangkat.

“Kalau laporan fiktif jarang; yang sering ada telepon masuk melalui nomor hotline 0274-587101, tapi kalau diangkat tidak ada respons,” katanya dikutip Senin (2/11/2026).

Menurut Taokhid, Damkarmat telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Diskominfo Kota Jogja dan Telkomsel. Pihaknya berharap ada penelusuran terhadap nomor-nomor yang melakukan panggilan tanpa respons.

Penelusuran itu diharapkan dapat membantu mengetahui pemilik nomor sekaligus menjadi dasar pemberian peringatan apabila diperlukan.

“Laporan kami itu tujuannya agar ada penelusuran siapa pemiliknya. Kami konfirmasi terkait telefon-telefon yang masuk ke nomor hotline darurat Damkar, dan agar ada peringatan lebih lanjut,” katanya.

Diskominfo Sebut Perlu Validasi Panggilan

Kepala Diskominfo Kota Jogja, Ignatius Trihastono, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Damkarmat. Ia menjelaskan, penanganan panggilan pada layanan hotline berbasis suara membutuhkan proses validasi atau konfirmasi.

“Damkar sudah sampaikan ke kami. Tapi layanan hotline yang sifatnya berbasis voice memang perlu validasi. Artinya, kemudian dikonfirmasi,” kata Trihastono.

Trihastono mengatakan panggilan tanpa respons maupun telepon yang tidak berkaitan dengan kebutuhan darurat tidak sepenuhnya dapat dihindari. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan publik.

Karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang disesuaikan dengan persoalan yang muncul. Adapun pengelolaan layanan hotline darurat tersebut menjadi tanggung jawab Damkarmat Kota Jogja.

Ia juga menyinggung kemungkinan adanya pihak yang menghubungi layanan publik sekadar untuk menguji kualitas pelayanan. Meski demikian, konteks dan tujuan setiap panggilan tetap perlu dipastikan melalui proses validasi.

Damkarmat berharap persoalan panggilan tanpa respons dapat ditangani sehingga layanan hotline darurat berjalan lebih efektif. Dengan begitu, petugas dapat lebih optimal menerima dan merespons laporan masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online