Daya Beli Melemah, Ini Strategi UMKM DIY Bertahan dan Tumbuh
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Ilsutrasi, wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA—Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) pada September 2026 tercatat sebanyak 12.077 kunjungan. Jumlah tersebut turun 12,96% dibandingkan Agustus 2026, meskipun secara tahunan masih tumbuh 10,19%.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan penurunan kunjungan wisman dipengaruhi periode low season. Kondisi tersebut terjadi setelah berakhirnya masa libur panjang dan liburan musim panas di sejumlah negara, terutama kawasan Eropa.
Selain faktor musiman, gangguan penerbangan akibat sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau turut memengaruhi perjalanan wisatawan asing ke DIY. Dampaknya, sebagian wisman menunda atau membatalkan penerbangan menuju Jogja.
"Menurut PHRI ini juga ada pengaruh kemarin sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau sehingga mengganggu penerbangan sekitar 5% sampai dengan 10% wisatawan mancanegara menunda atau membatalkan penerbangannya ke DIY," kata Endang, saat menyampaikan rilis bulanan secara daring di kantornya, Senin (2/11/2026).
Meski mengalami penurunan secara bulanan, jumlah kunjungan wisman ke DIY masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Endang menjelaskan kenaikan tahunan tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah kedatangan penumpang internasional sebesar 2,8%.
Penyelenggaraan sejumlah agenda internasional di DIY, seperti ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival, juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan asing.
"Kalau kita lihat jumlah kunjungan wisatawan secara kumulatif Januari sampai dengan September 2026 tercatat sebesar 90.306 kunjungan. Kunjungan ini secara kumulatif (ctc) meningkat sebesar 15,65% dibandingkan dengan keadaan yang sama tahun sebelumnya," jelasnya.
Malaysia Turun, Kunjungan Wisman Singapura dan Tiongkok Naik
Berdasarkan negara asal, wisman yang berkunjung langsung ke DIY pada September 2026 paling banyak berasal dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Namun, pergerakan kunjungan dari ketiga negara tersebut menunjukkan tren yang berbeda dibandingkan bulan sebelumnya.
Kunjungan wisman asal Malaysia turun 16,79% dibandingkan Agustus 2026. Sebaliknya, wisatawan dari Singapura meningkat 46,37%, sedangkan kunjungan dari Tiongkok naik 39,88%.
Jika dibandingkan dengan September tahun sebelumnya, kunjungan wisman asal Malaysia juga mengalami penurunan sebesar 11,84%. Sementara itu, kunjungan wisatawan dari Singapura meningkat 38,62% dan Tiongkok melonjak 151,67%.
Endang menyebut wisman yang berkunjung ke DIY juga berasal dari sejumlah negara lain, antara lain India, Inggris, Italia, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Jepang.
Kenaikan kunjungan wisatawan Singapura, menurut Endang, didukung konektivitas penerbangan langsung menuju YIA. Selain itu, promosi wisata premium dari Kementerian Pariwisata turut mendorong kedatangan wisatawan melalui program fam trip yang menggandeng agen perjalanan dan operator tur asal Singapura.
"Kenaikan kunjungan Wisman Singapura selain karena konektivitas penerbangan langsung ke YIA, juga karena adanya promosi Wisata Premium Kementerian Pariwisata yang menggencarkan program fam trip, dengan menggandeng agen perjalanan dan tour operator asal Singapura," paparnya.
Promosi wellness tourism dan gastronomi juga menjadi faktor pendukung. DIY memiliki beragam daya tarik wisata yang diminati wisatawan Singapura, mulai dari layanan kebugaran hingga kuliner khas daerah.
Sementara itu, peningkatan kunjungan wisman asal Tiongkok antara lain berkaitan dengan penyelenggaraan ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 11 negara ASEAN serta tiga negara mitra, yakni Jepang, Tiongkok, dan Korea Selatan.
"Ada lagi kenaikan Wisman Tiongkok ini antara lain karena adanya penyelenggaraan ASEAN Sports Day dan Traditional Sport Festival 2026 yang melibatkan 11 negara ASEAN serta 3 negara mitra Jepang, Tiongkok dan Korsel," paparnya.
Wisman ASEAN Mendominasi Kunjungan ke DIY
Jika dikelompokkan berdasarkan kawasan asal, wisatawan dari negara-negara ASEAN mendominasi kunjungan wisman ke DIY pada September 2026. Jumlahnya mencapai 7.141 kunjungan atau berkontribusi 59,13% dari total kunjungan wisman.
Sementara itu, wisatawan asal Eropa tercatat sebanyak 2.507 kunjungan dengan kontribusi 20,76%. Adapun wisman dari negara-negara Asia di luar ASEAN mencapai 1.760 kunjungan atau berkontribusi 14,57%.
"Kemudian dari Asia selain ASEAN, ada 1.760 kunjungan atau kontribusi 14,57%," lanjutnya.
PHRI Catat Dampak Abu Vulkanis terhadap Wisatawan
Sebelumnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menyampaikan erupsi Gunung Anak Krakatau turut berdampak pada aktivitas pariwisata di DIY. Sebaran abu vulkanis yang mengganggu penerbangan membuat sebagian wisatawan asing menunda hingga membatalkan perjalanan ke Jogja.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, mengatakan dampak abu vulkanik terutama dirasakan pada sektor transportasi udara. Berdasarkan data dari anggota PHRI DIY, wisman yang menunda maupun membatalkan kunjungan berada di kisaran 5%-10%.
Namun, data tersebut masih dihimpun secara riil dari anggota PHRI DIY.
"Abu vulkanis Krakatau yang lalu tentunya berdampak bagi kita terutama yang transportasi udara, Wisman yang akan ke Jogja ada yang menunda dan cancel bekisar 5%-10% kita baru data riil ke anggota masalah ini," ujarnya.
Deddy menjelaskan gangguan tersebut terjadi pada September 2026, yang memang merupakan periode low season kunjungan wisata. Kondisi itu turut tercermin dari tingkat keterisian atau okupansi hotel di DIY.
Per 7 September 2026, okupansi hotel di DIY tercatat berada pada kisaran 5%-25%. Angka tersebut menunjukkan kondisi tingkat hunian hotel pada periode yang sama ketika sebagian wisatawan asing menunda atau membatalkan perjalanan.
Meski demikian, tidak semua wisatawan yang terdampak gangguan penerbangan langsung membatalkan perjalanan. Deddy menyebut sebagian wisatawan justru memilih memperpanjang masa tinggal di DIY, meskipun jumlahnya tidak banyak.
Mereka memutuskan tetap berada di DIY karena destinasi perjalanan berikutnya masih dapat dijangkau menggunakan transportasi darat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
Drainase Pasar Gamping, Sleman, dinilai perlu segera diperbaiki untuk mencegah genangan air yang berpotensi mengganggu aktivitas pedagang saat musim hujan.
Kapolrestabes Surabaya mengakui mutasi tujuh penyidik Satresnarkoba. Mereka diperiksa Propam Polda Jatim terkait dugaan pelanggaran SOP.
BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan JKK Rp70 juta kepada ahli waris Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam Jepara yang meninggal saat Porprov 2026.
Eko Suwanto mendorong Pemda DIY membangun ekosistem digital terintegrasi untuk meningkatkan layanan publik, membuka lapangan kerja, dan mengembangkan ekonomi ra
BPBD Gunungkidul melanjutkan bantuan air bersih hingga Desember 2026. Lebih dari 3.950 tangki telah disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.