Progres Jembatan Kewek 73%, Ditargetkan Rampung Desember

Anisatul Umah
Anisatul Umah Senin, 26 Oktober 2026 17:57 WIB
Progres Jembatan Kewek 73%, Ditargetkan Rampung Desember

Anak-anak bermain sepak bola di Jembatan Kewek yang ditutup, beberapa waktu lalu. - Harian Jogjq/ Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA—Progres penggantian Jembatan Kewek di Kota Jogja mencapai 73,009% hingga 25 Oktober 2026. Capaian tersebut melampaui target rencana sebesar 53,484%, dengan deviasi positif 19,525%.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY, Ersy Perdhana, mengatakan pekerjaan di lapangan masih berjalan sesuai rencana. Dengan capaian tersebut, pihaknya berharap penggantian jembatan dapat diselesaikan tepat waktu.

“Pekerjaan yang sudah selesai sampai tanggal 25 Oktober 2026 adalah pekerjaan pondasi bored pile jembatan, abutment jembatan, pemasangan girder, dan pekerjaan secant pile,” ujarnya, Senin (26/10/2026).

Pekerjaan Lantai Jembatan Masih Berlangsung

Ersy menjelaskan pekerjaan yang masih berlangsung meliputi pelat lantai jembatan dan dinding penahan tanah (DPT) berupa pasangan batu pada talud sungai sisi barat.

Ia meminta dukungan seluruh pihak agar proses konstruksi berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, belum ada perubahan jadwal penyelesaian proyek.

“Target penyelesaian jembatan kewek tanggal 25 Desember 2026. Hingga saat ini belum ada perubahan jadwal penyelesaian pekerjaan,” jelasnya.

Jembatan Kewek Punya Nilai Sejarah

Jembatan Kewek merupakan salah satu infrastruktur bersejarah di Kota Jogja. Jembatan ini menjadi bagian dari perkembangan tata kota sejak masa kolonial Belanda dan berkaitan dengan sejarah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Lempuyangan dengan Stasiun Tugu.

Nama Kewek diyakini berkaitan dengan pelafalan lokal atas kata Belanda Kerkweg, yang berarti jalan gereja. Nama tersebut dikaitkan dengan keberadaan Gereja Kotabaru di kawasan sekitarnya.

Jembatan ini memiliki struktur bertingkat. Bagian atasnya menjadi jalur kereta api, sedangkan bagian bawahnya digunakan sebagai jalur transportasi darat menuju kawasan Malioboro dan Kotabaru.

Seiring waktu, Jembatan Kewek juga menjadi bagian dari wajah kawasan perkotaan Jogja. Kawasan sekitarnya dikenal dengan unsur visual seperti mural dan pencahayaan artistik.

Penggantian jembatan dilakukan untuk memperbarui infrastruktur yang kondisinya telah mengalami kerusakan. Meski struktur lama diganti, nilai historisnya tetap menjadi perhatian melalui dokumentasi dan pengamanan elemen bersejarah.

Jembatan Kewek juga berada di kawasan pusaka Kotabaru yang ditetapkan melalui keputusan Gubernur DIY pada 2011. Karena itu, proses pembangunan kembali tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur, tetapi juga dengan upaya menjaga nilai sejarah kawasan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online