Sultan HB X Persilakan Demo di Jogja, Asal Tak Merusak

Anisatul Umah
Anisatul Umah Selasa, 27 Oktober 2026 08:57 WIB
Sultan HB X Persilakan Demo di Jogja, Asal Tak Merusak

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. /Istimewa-Dokumen Pemda DIY

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi di Jogja. Namun, ia mengingatkan agar aksi unjuk rasa berlangsung tertib dan tidak disertai perusakan fasilitas, seperti yang terjadi dalam kericuhan di Gedung DPRD DIY pada Selasa malam (20/10/2026).

Sultan secara khusus menyoroti aksi penyemprotan cat dan pencoretan saat demonstrasi. Menurutnya, tindakan tersebut bukan kebiasaan yang perlu dilakukan dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

"Nyemprot-nyemprot apa itu kan bukan kebiasaan, hanya lihat yang Prancis saja yang kemarin. Prancis kan juga coret-coret," ujarnya, Senin (26/10/2026).

Ia juga mempertanyakan apakah aksi yang berlangsung pada siang hari itu telah disertai izin atau pemberitahuan kepada kepolisian. Sultan mengingatkan bahwa demonstrasi mahasiswa sebelumnya telah selesai dilaksanakan.

"Karena tujuannya ya nggak bagus, sekarang pertanyaan saya, yang siang itu apakah punya izin atau pemberitahuan? Kan yang yang mahasiswa kan juga sudah selesai," paparnya.

Sultan Bantah Massa Dibenturkan dengan Jaga Warga

Selain menyoroti tindakan perusakan, Sultan membantah narasi yang menyebut massa demonstrasi dibenturkan dengan Jaga Warga. Ia menegaskan keberadaan kelompok tersebut tidak menjadi masalah karena memiliki peran dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Menurut Sultan, Jaga Warga berperan sebagai civil police, yakni masyarakat sipil yang membantu tugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ia menegaskan istilah tersebut bukan merujuk pada polisi yang mengenakan pakaian sipil.

"Bukan polisi pakai pakaian sipil, civil police itu ya seperti warga, gitu ya. Ya ora nek dibenturkan [ya tidak dibenturkan], ya maunya kalau memang demonstrasi tidak merusak ya enggak ada masalah, enggak dipersoalkan ini arep merusak. Ya kan?," paparnya.

Sultan juga menanggapi rencana demonstrasi susulan. Ia mempersilakan masyarakat kembali menyampaikan aspirasi selama aksi berlangsung tertib dan tidak merusak fasilitas.

Meski demikian, ia mengingatkan penyelenggara demonstrasi untuk menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian. Menurutnya, ketertiban perlu dijaga agar aksi tidak berujung pada kekerasan yang tidak diinginkan.

"Silakan saja, tetapi kan kepastiannya itu kan harus memberitahukan kepolisian," lanjutnya.

DPRD DIY Minta Aspirasi Mahasiswa Didengar

Sebelumnya, Anggota Komisi B DPRD DIY, Yan Kurnia Kustanto, mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi tersebut. Ia berharap tuntutan yang disampaikan mendapat perhatian dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan mengambil kebijakan.

"Kami berharap aspirasi ini bisa didengar oleh semuanya, khususnya para pengambil kebijakan yang berwenang," kata Yan di Gedung DPRD DIY.

Yan juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang berupaya menjaga situasi tetap kondusif selama demonstrasi berlangsung. Namun, ia menyayangkan kericuhan yang terjadi pada malam hari dan meminta maaf kepada warga sekitar gedung DPRD yang terganggu oleh aktivitas unjuk rasa.

"Kami juga menyayangkan pada malam hari ini ada insiden, kami mohon maaf kepada warga sekitar Gedung DPRD DIY yang terganggu," ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD DIY, Syarief Guska Laksana, menyebut Gedung DPRD DIY sebagai rumah rakyat yang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Ia menilai hak menyampaikan pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Meski demikian, Guska mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap mengikuti ketentuan perundang-undangan. Ia juga meminta semua pihak menjaga ketertiban dan keamanan bersama agar aspirasi dapat diterima dengan baik.

"Kita menerima dengan baik, kita mengimbau dan berharap agar semua aspirasi ini sesuai dengan peraturan perundangan yang sudah ada, menjaga ketertiban dan keamanan bersama agar semuanya nyaman, dan aspirasi dapat diterima dengan baik," kata Guska.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online