Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Proses penyaluran bantuan air bersih ke salah satu bak penampungan air milik warga di Padukuhan Padem, Girikarto, Panggang, Minggu (27/9/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n\r\n\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul masih terus disalurkan meski hujan mulai turun. Hingga Senin (2/11/2026), total distribusi bantuan telah melampaui 3.950 tangki dan program tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir Desember 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan hujan yang mengguyur wilayah Bumi Handayani sejauh ini masih berintensitas rendah dan belum merata. Kondisi tersebut membuat ketersediaan air di masyarakat belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Bantuan terus disalurkan ke masyarakat karena hujan yang turun saat ini belum mampu memenuhi stok kebutuhan air di masyarakat,” kata Purwono, Senin (2/11/2026).
Menurut dia, bantuan air bersih telah menjangkau 17 kapanewon di Gunungkidul. Kapanewon Playen menjadi satu-satunya wilayah yang belum menerima bantuan tersebut.
Adapun jumlah warga yang terdampak kekeringan tercatat mencapai 108.511 jiwa.
Distribusi Air Bersih Lampaui 3.950 Tangki
Purwono menjelaskan, Pemkab Gunungkidul pada awalnya mengalokasikan 800 tangki air bersih melalui APBD murni 2026. Namun, anggaran tersebut telah habis disalurkan sejak akhir Agustus.
Pemkab kemudian menambah alokasi sebanyak 5.100 tangki melalui anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Hingga saat ini, distribusi yang bersumber dari BTT telah mencapai lebih dari 2.521 tangki.
Secara terperinci, sebanyak 800 tangki berasal dari APBD murni 2026, sedangkan 1.721 tangki lainnya disalurkan melalui anggaran BTT.
“Jumlah ini belum termasuk bantuan pihak ketiga sebanyak 1.429 tangki dan anggaran droping milik kapanewon. Kalau ditotal hingga sekarang sudah lebih dari 3.950 tangki yang disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Purwono menambahkan, berdasarkan prediksi BMKG, Gunungkidul saat ini belum memasuki musim penghujan. Hujan yang mulai turun merupakan penanda masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
“Wilayah Gunungkidul akan memasuki musim hujan mulai Desember,” katanya.
Bantuan di Panggang Berlanjut
Sementara itu, Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Panggang, Sri Muryani, mengatakan alokasi bantuan air bersih dari Pemkab Gunungkidul untuk wilayahnya tahun ini sebanyak 329 tangki. Seluruh alokasi tersebut telah habis disalurkan kepada masyarakat sejak pertengahan Oktober lalu.
“Anggaran kami sudah habis,” katanya.
Meski alokasi bantuan dari pemerintah kabupaten untuk Panggang telah habis, distribusi air bersih kepada masyarakat masih berlangsung. Penyaluran kini sepenuhnya ditangani BPBD Gunungkidul melalui anggaran BTT.
Selain itu, masyarakat juga masih memperoleh bantuan air bersih dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pihak ketiga.
“Sekarang sepenuhnya penyaluran sepenuhnya ditangani oleh BPBD Gunungkidul. Tapi, juga ada bantuan yang bersumber dari program CSR pihak ketiga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Satlantas Polresta Jogja menyediakan layanan perpanjangan SIM November 2026 melalui Satpas, SIM Keliling, SIM Mami, Drive Thru, dan MPP.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.
Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menjabat Kapolda Jateng sejak Oktober 2026. Rekam jejaknya di BNN kini disorot setelah polemik penggeledahan ponpes.