Anggaran Infrastruktur Gunungkidul Rp372 Miliar, Jalan Jadi Prioritas
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Bantuan air bersih dari Kementerian PU/Antara-Kementerian PU
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih terjadi di Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menambah anggaran melalui Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mendukung penyaluran 5.100 tangki air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tambahan anggaran tersebut diberikan setelah alokasi awal untuk droping air bersih sebanyak 800 tangki telah habis disalurkan. Bantuan tambahan direncanakan tetap berjalan hingga akhir November 2026 mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, anggaran awal yang dialokasikan pemkab untuk BPBD hanya mencukupi penyaluran 800 tangki air bersih.
Menurut dia, seluruh pagu tersebut telah tersalurkan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kemarau panjang.
Kondisi kekeringan tahun ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Krisis air bersih bahkan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul.
“Hanya Playen yang terbebas dari masalah air bersih. Sedangkan 17 kapanewon lainnya, ada bantuan yang masuk untuk memenuhi kebutuhan air di masyarakat,” katanya, Senin (14/9/2026).
Tambahan 5.100 Tangki Air Bersih
Habisnya anggaran awal tidak membuat BPBD Gunungkidul menghentikan penyaluran bantuan. Purwono mengatakan pihaknya telah memperoleh tambahan anggaran melalui skema pembiayaan BTT milik Pemkab Gunungkidul.
Tambahan anggaran tersebut berkaitan dengan penetapan status siaga darurat kekeringan yang telah berlaku sejak awal Juni. Status tersebut memungkinkan pemerintah mengakses BTT sewaktu-waktu ketika kebutuhan penanganan kekeringan muncul.
“Total tambahan anggaran yang diberikan cukup untuk penyaluran 5.100 tangki air bersih bagi masyarakat di seluruh kapanewon di Gunungkidul,” katanya.
Dengan tambahan tersebut, distribusi air bersih diproyeksikan berlangsung sampai akhir November 2026. Penyaluran tetap dilakukan meskipun hujan mulai turun karena persediaan air masyarakat belum langsung kembali normal.
Purwono mengatakan jadwal tersebut mengacu pada prediksi BMKG yang menyebut wilayah Gunungkidul memasuki musim hujan pada dasarian pertama November.
“Meski November sudah mulai turun hujan, tapi persediaan air bersih di masyarakat belum banyak sehingga bantuan tetap disediakan,” katanya.
DPRD Minta Bantuan Tepat Sasaran
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Gunawan mendukung penambahan anggaran untuk penyaluran air bersih melalui BPBD. Menurut dia, tambahan tersebut diharapkan membuat akses bantuan lebih merata di wilayah yang mengalami krisis air.
“Kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bantuan harus terus diberikan ke warga yang membutuhkan, tapi tidak boleh tumpang tindih sehingga penyaluran dapat tepat sasaran,” katanya.
Namun, Gunawan mengingatkan agar program droping air tidak menjadi satu-satunya fokus pemerintah daerah. Penyaluran tangki air menurutnya hanya menjadi solusi jangka pendek untuk menghadapi krisis air saat kemarau.
Untuk jangka panjang, ia mendorong adanya program optimalisasi sumber sungai bawah tanah. Upaya tersebut dinilai penting agar kebutuhan air masyarakat dapat dipenuhi sepanjang tahun.
“Gunungkidul mempunyai banyak sumber air, namun pemanfaatan belum optimal. Saya yakin kalau dimanfaatkan dengan baik, maka krisis air bisa teratasi. Tapi, memang anggaran jadi persoalan karena kemampuan pemkab masih terbatas sehingga haru ada bantuan dari Pemerintah DIY atau Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memproyeksikan anggaran infrastruktur Rp372,28 miliar pada 2027. Rencana mencakup perbaikan jalan, irigasi, dan gedung pelayanan.
Astra Motor Yogyakarta membagikan lima tips aman berkendara sepeda motor saat hujan, mulai dari memeriksa kendaraan hingga menjaga jarak dan menghindari manuver
Meta menguji Threads Friends yang memungkinkan pengguna membagikan postingan kepada maksimal 50 teman. Fitur ini masih terbatas di tiga negara.
Dukcapil Gunungkidul menyiapkan layanan jemput bola perekaman KTP-el pada akhir pekan untuk mengejar target nasional dan menjangkau 2.964 penduduk yang belum me
Survei Wellcome Global Monitor 2026 menempatkan Spanyol sebagai negara paling percaya sains. Indonesia berada di peringkat ke-89 dari 140 negara.
KLH menggandeng Muhammadiyah memperkuat gerakan tobat ekologis, mulai dari pengelolaan sampah, perubahan perilaku hingga pemulihan ekosistem.