Kecelakaan Maut di Ringroad Wonosari, 2 Pemotor Meninggal
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Bantuan air bersih dari Kementerian PU/Antara-Kementerian PU
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Krisis air bersih akibat kemarau panjang masih terjadi di Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menambah anggaran melalui Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mendukung penyaluran 5.100 tangki air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Tambahan anggaran tersebut diberikan setelah alokasi awal untuk droping air bersih sebanyak 800 tangki telah habis disalurkan. Bantuan tambahan direncanakan tetap berjalan hingga akhir November 2026 mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, anggaran awal yang dialokasikan pemkab untuk BPBD hanya mencukupi penyaluran 800 tangki air bersih.
Menurut dia, seluruh pagu tersebut telah tersalurkan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kemarau panjang.
Kondisi kekeringan tahun ini dinilai lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Krisis air bersih bahkan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul.
“Hanya Playen yang terbebas dari masalah air bersih. Sedangkan 17 kapanewon lainnya, ada bantuan yang masuk untuk memenuhi kebutuhan air di masyarakat,” katanya, Senin (14/9/2026).
Tambahan 5.100 Tangki Air Bersih
Habisnya anggaran awal tidak membuat BPBD Gunungkidul menghentikan penyaluran bantuan. Purwono mengatakan pihaknya telah memperoleh tambahan anggaran melalui skema pembiayaan BTT milik Pemkab Gunungkidul.
Tambahan anggaran tersebut berkaitan dengan penetapan status siaga darurat kekeringan yang telah berlaku sejak awal Juni. Status tersebut memungkinkan pemerintah mengakses BTT sewaktu-waktu ketika kebutuhan penanganan kekeringan muncul.
“Total tambahan anggaran yang diberikan cukup untuk penyaluran 5.100 tangki air bersih bagi masyarakat di seluruh kapanewon di Gunungkidul,” katanya.
Dengan tambahan tersebut, distribusi air bersih diproyeksikan berlangsung sampai akhir November 2026. Penyaluran tetap dilakukan meskipun hujan mulai turun karena persediaan air masyarakat belum langsung kembali normal.
Purwono mengatakan jadwal tersebut mengacu pada prediksi BMKG yang menyebut wilayah Gunungkidul memasuki musim hujan pada dasarian pertama November.
“Meski November sudah mulai turun hujan, tapi persediaan air bersih di masyarakat belum banyak sehingga bantuan tetap disediakan,” katanya.
DPRD Minta Bantuan Tepat Sasaran
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Gunawan mendukung penambahan anggaran untuk penyaluran air bersih melalui BPBD. Menurut dia, tambahan tersebut diharapkan membuat akses bantuan lebih merata di wilayah yang mengalami krisis air.
“Kemarau tahun ini lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bantuan harus terus diberikan ke warga yang membutuhkan, tapi tidak boleh tumpang tindih sehingga penyaluran dapat tepat sasaran,” katanya.
Namun, Gunawan mengingatkan agar program droping air tidak menjadi satu-satunya fokus pemerintah daerah. Penyaluran tangki air menurutnya hanya menjadi solusi jangka pendek untuk menghadapi krisis air saat kemarau.
Untuk jangka panjang, ia mendorong adanya program optimalisasi sumber sungai bawah tanah. Upaya tersebut dinilai penting agar kebutuhan air masyarakat dapat dipenuhi sepanjang tahun.
“Gunungkidul mempunyai banyak sumber air, namun pemanfaatan belum optimal. Saya yakin kalau dimanfaatkan dengan baik, maka krisis air bisa teratasi. Tapi, memang anggaran jadi persoalan karena kemampuan pemkab masih terbatas sehingga haru ada bantuan dari Pemerintah DIY atau Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Adu banteng terjadi di Ringroad Wonosari, Gunungkidul. Dua pemotor tewas di lokasi setelah sepeda motor mereka bertabrakan.
Litto Jogja masuk Top 25 WISH 2026 setelah bersaing dengan 570 usaha pariwisata. Konsepnya menggabungkan alam, wellness dan karakter lokal.
Rumah roboh di Sragen menimpa Satiyem, 83, hingga meninggal. Korban berada di teras saat bangunan rumahnya ambruk.
Pergantian Menkeu dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dinilai membuat pasar tetap stabil karena memberi kepastian fiskal.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu. Pergantian ini dinilai positif, tetapi rupiah dan pasar obligasi berpotensi volatil dalam jangka pendek.