Dua Hari, Dua Kambing Warga Saptosari Mati Digigit Hewan Liar
Dua kambing warga Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, mati dengan luka bekas gigitan hewan liar dalam dua hari berturut-turut.
Nelayan saat melakukan evakuasi kapal di Pantai Baron. Nampak, aliran sungai di kawasan ini berubah karena langsung mengalir ke laut, Kamis (20/8/2026)./Istimewa-Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawanan ubur-ubur yang sempat muncul di sejumlah pantai selatan Gunungkidul kini tak lagi terlihat. Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron memastikan biota laut tersebut sudah tidak menjadi ancaman bagi pengunjung.
Meski kemunculan ubur-ubur telah berakhir, wisatawan tetap diminta berhati-hati selama bermain di pantai. Pengunjung diimbau tidak memasuki area berbahaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono, mengatakan kemunculan ubur-ubur atau yang oleh warga lokal disebut inpes merupakan fenomena rutin setiap tahun.
Menurut dia, ubur-ubur biasanya muncul sekitar Juli hingga akhir Agustus atau September. Namun, berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kawanan biota laut tersebut sudah tidak terlihat di kawasan pantai.
“Sudah tidak muncul lagi karena kami terus lakukan pemantauan dan ubur-ubur tidak terlihat berada di kawasan pantai,” kata Marjono, Kamis (10/9/2026).
Meski kini sudah tidak terlihat, sejumlah pengunjung sebelumnya sempat menjadi korban sengatan ubur-ubur. Mayoritas korban merupakan anak-anak karena bentuk hewan laut tersebut dianggap menarik sehingga membuat orang yang melihatnya ingin menyentuh.
“Terpantau ada sejumlah pengunjung di beberapa pantai seperti Sadranan, Drini, Sepanjang yang dilaporkan menjadi korban sengatan ubur-ubur,” katanya.
Marjono menjelaskan sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan rasa panas di sekitar bagian tubuh yang terkena. Korban juga dapat mengalami nyeri dan gatal, bahkan sesak napas hingga pingsan apabila kondisi tubuhnya tidak fit.
“Begitu mendapatkan laporan, kami langsung membantu korban untuk memberikan pertolongan pertama,” katanya.
Pengunjung Tetap Diingatkan Waspadai Kecelakaan Laut
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan kondisi saat ini sudah berbeda karena ubur-ubur tidak lagi terlihat berkeliaran di kawasan pantai.
Meski demikian, menurut dia, potensi bahaya lain masih perlu diwaspadai pengunjung. Salah satunya adalah kecelakaan laut akibat wisatawan bermain di area yang dinilai berbahaya.
“Kami minta kepada pengunjung agar tidak bermain di area berbahaya yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan laut,” katanya.
Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 tetap menyiagakan personel untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di kawasan pantai. Pengawasan tidak hanya dilakukan dari posko, tetapi juga dengan menerjunkan petugas untuk berbaur langsung dengan pengunjung.
Cara tersebut dilakukan agar petugas dapat segera mengingatkan wisatawan yang bermain di area berbahaya. Peringatan diberikan baik melalui pengeras suara dari posko maupun secara langsung oleh petugas yang berada di tengah pengunjung.
“Kalau bermain di area berbahaya langsung kami ingatkan. Baik melalui pengeras suara di posko, atau lewat petugas yang berbaur dengan pengunjung di pantai. tujuannya satu agar tidak terjadi kecelakaan laut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua kambing warga Kalurahan Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, mati dengan luka bekas gigitan hewan liar dalam dua hari berturut-turut.
Cek jadwal perpanjangan SIM A dan C di Kulonprogo pada 26 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan dan dokumen persyaratan.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga.
Shin Tae-yong menyayangkan pemecatan sejumlah pelatih Super League 2026/2027, termasuk Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos setelah kalah dari Persija.