Sapi Warga Gunungkidul Ditemukan Mati, Diduga Dicuri dan Disembelih di Lokasi
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Ilustrasi vaksinasi HPV pada anak SD/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Capaian Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Gunungkidul hingga akhir Agustus 2026 mencapai 96%. Meski telah melampaui target awal sebesar 95%, Dinas Kesehatan Gunungkidul masih melakukan penyisiran untuk menjangkau siswa yang belum mendapatkan vaksinasi.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono mengatakan, program BIAS dilaksanakan pada Agustus lalu dengan sasaran siswa sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, imunisasi diberikan kepada siswa kelas 1, 2, dan 5 dengan jenis vaksin yang berbeda.
Untuk siswa kelas 1, vaksinasi yang diberikan berupa MR. Dari total sasaran sebanyak 5.071 anak, sebanyak 4.909 anak telah mendapatkan vaksinasi tersebut.
“Prosentase vaksinasi MR dalam program BIAS mencapai 96,8%,” kata Ismono, Selasa (8/9/2026).
Capaian Vaksinasi Siswa Kelas 2 dan 5
Sementara itu, siswa kelas 2 menjadi sasaran pemberian vaksin Td. Dinas Kesehatan Gunungkidul memproyeksikan sebanyak 5.150 anak mendapatkan vaksin tersebut.
Hingga akhir Agustus, vaksin Td telah diberikan kepada 4.990 anak atau mencapai 96,3% dari total sasaran.
“Belum semua mendapatkan vaksin Td karena baru menyasar 4.990 dari target sebanyak 5.150 anak,” katanya.
Adapun vaksinasi HPV diberikan kepada siswa kelas 5 sebagai upaya pencegahan serviks. Dari total sasaran 5.481 anak, sebanyak 5.327 anak telah mendapatkan vaksinasi hingga akhir Agustus.
“Prosentasenya paling bagus karena mencapai 97,3%,” ungkapnya.
Dengan capaian tersebut, Ismono menilai pelaksanaan BIAS di Gunungkidul telah berjalan sukses. Terlebih, target yang ditetapkan dalam perencanaan program sebelumnya hanya sebesar 95%.
Puskesmas Masih Lakukan Penyisiran
Meski capaian BIAS telah berada di atas target perencanaan, Dinas Kesehatan Gunungkidul belum berhenti mengejar siswa yang belum mendapatkan imunisasi.
“Tetap ada upaya penyisiran agar hasil lebih maksimal. Hingga saat ini sejumlah puskesmas masih melakukan sweping untuk mengoptimalkan capaian BIAS di Gunungkidul,” katanya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul juga menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, pihaknya siap mendukung dan menyukseskan BIAS yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan Gunungkidul.
Menurut Nunuk, BIAS merupakan salah satu upaya meningkatkan kekebalan tubuh anak sekolah agar tidak mudah terserang penyakit.
“Akan digelar dua kali. Pertama dilaksanakan bulan Agustus ini dan yang kedua pada November mendatang. Sasaran vaksin untuk anak kelas 1,2 dan 5,” kata Nunuk.
Nunuk menambahkan, sekolah turut mendukung penyelenggaraan BIAS agar pelaksanaannya berlangsung aman dan lancar. Dukungan seluruh pihak dinilai diperlukan karena program tersebut berkaitan dengan kesehatan generasi muda.
“Semua pihak harus berpartisipasi karena demi mendukung kesehatan para generasi muda. Untuk program sudah berjalan rutin setiap tahunnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Ibu-ibu Jogja kembali menggelar aksi pukul panci dari Tugu ke UGM, menyoroti 43 ribu korban keracunan MBG dan kebijakan pemerintah.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
BMKG mencatat gempa susulan Flores M7,7 mencapai 13.863 kali hingga Rabu pagi, dengan magnitudo terbesar 6,2.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
PSG mewaspadai Slovan Bratislava asuhan Yaya Toure. Luis Enrique menilai laga pembuka Liga Champions 2026/2027 tak akan mudah.