PAD Moncer, DPRD Minta Jalan Jalur Wisata di Gunungkidul Diperbaiki

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 04 September 2026 17:47 WIB
PAD Moncer, DPRD Minta Jalan Jalur Wisata di Gunungkidul Diperbaiki

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih (kiri) meninjau kondisi jalan rusak di ruas Karangtengah-Bejiharjo di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Senin (31/8/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rencana kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi wisata Gunungkidul hingga Rp21 miliar dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas akses menuju destinasi wisata. Komisi C DPRD Gunungkidul meminta Pemkab Gunungkidul menggencarkan perbaikan jalan karena masih banyak ruas jalur wisata dalam kondisi rusak.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Maryanta, mengatakan kondisi jalan menuju lokasi wisata hingga kini masih banyak dikeluhkan. Kerusakan tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Bumi Handayani.

“Akses ke lokasi wisata masih banyak dikeluhkan karena kondisinya rusak parah,” kata Maryanta, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, persoalan tidak hanya terjadi di sekitar destinasi wisata. Sejumlah ruas jalan yang menjadi akses menuju kawasan wisata juga dikeluhkan warga.

Maryanta mencontohkan ruas Panggul, Semanu menuju Gesing di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Selain itu, terdapat ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Semanu dengan Giripanggung di Kapanewon Tepus.

Jalur Alternatif Wisatawan dari Utara

Maryanta menjelaskan kedua ruas tersebut termasuk jalur wisata karena menjadi alternatif akses wisatawan dari Solo, Sukoharjo dan sekitarnya menuju kawasan pantai.

Dengan kondisi jalan yang baik, wisatawan dari wilayah utara tidak harus melalui Jalan Baron untuk menuju ke pantai.

“Kalau aksesnya bagus, maka pengunjung dari utara tidak harus melalui jalan Baron untuk menuju ke pantai. tapi, bisa lewat kedua jalur [Giripanggung dan ruas Panggul-Gesing] dengan lewat Perempatan Karanmojo lurus menuju Semanu hingga menuju pantai,” katanya.

Menurut Maryanta, perbaikan jalur wisata perlu menjadi perhatian serius karena sektor pariwisata merupakan salah satu unggulan Pemkab Gunungkidul untuk meraup PAD.

Ia menilai ada imbal balik yang perlu diberikan dari peningkatan penerimaan sektor wisata, termasuk untuk pengembangan kawasan maupun memberikan kenyamanan kepada pengunjung.

Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2026, terdapat wacana kenaikan PAD dari retribusi masuk wisata yang sangat signifkan.

“Ada rencana menambah PAD dari retribusi wisata mencapai Rp21 miliar. Kenaikan ini tidak lepas membludaknya kunjungan wisata di Bumi Handayani,” kata politikus Gerindra ini.

Perbaikan Jalan Dilakukan Bertahap

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, mengatakan pihaknya berkomitmen memperbaiki jalan rusak, termasuk ruas yang berstatus jalur wisata.

Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan jalan harus dilakukan secara bertahap. Pemkab Gunungkidul juga berupaya mencari dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Salah satunya melalui program Inpres Jalan Daerah. Program tersebut telah digunakan untuk membiayai lanjutan pembangunan jalan wisata Kepek-Ngobaran.

“Salah satu jalur yang dibiayai melalui inpres jalan daerah adalah lanjutan pembangunan jalan wisata Kepek-Ngobaran. Setelah jalur ini jadi, maka kami akan mengajukan lagi untuk perbaikan jalur wisata yang lain,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online