Lima Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Cek Rinciannya
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Kondisi akses Kelok 23 penghubung JJLS wilayah Gunungkidul-Bantul sudah jadi dan siap untuk dilintasi guna memecah kepadatan lalu lintas di jalur Jogja-Wonosari, Jumat (28/8/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 yang menghubungkan Kabupaten Gunungkidul dan Bantul tidak hanya disiapkan sebagai jalur transportasi. Kawasan sepanjang lima kilometer tersebut juga diwacanakan dilengkapi rest area dan gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ketika ditargetkan mulai dibuka pada September 2026.
Rencana itu menjadi bagian dari pengembangan kawasan di sekitar Kelok 23 yang melintasi dua wilayah administratif. Selain mendukung mobilitas kendaraan, keberadaan fasilitas penunjang diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan penataan kawasan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan infrastruktur jalan. Potensi ekonomi masyarakat di sekitar jalur juga menjadi perhatian melalui rencana penyediaan tempat beristirahat dan ruang usaha UMKM.
“Untuk realisasi akan dilakukan koordinasi dengan Pemkab Bantul karena lokasi Kelok 23 berada di kedua kabupaten,” kata sosok yang akrab disapa Mbak Endah tersebut saat meninjau lokasi bersama jajarannya pada Jumat (28/8/2026).
Ruas JJLS Kelok 23 memiliki panjang total lima kilometer. Dari panjang tersebut, sekitar 1,9 kilometer berada di wilayah Gunungkidul, sedangkan bagian lainnya masuk wilayah administratif Kabupaten Bantul.
Endah menilai perkembangan pembangunan fisik jalan telah berjalan sesuai estimasi. Pengerjaan ruas tersebut ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto, juga memastikan pembangunan infrastruktur jalan utama telah memasuki tahap akhir.
“Kalau capaiannya sudah 99,6% dan sudah jadi sehingga Kelok 23 bisa dilewati,” papar Rakhmadian, Minggu (30/8/2026).
Dengan capaian tersebut, jalur Kelok 23 disiapkan untuk mendukung konektivitas antara Gunungkidul dan Bantul. Pembukaan jalur sepanjang lima kilometer itu ditargetkan mulai dilakukan pada September 2026.
Pengembangan kawasan Kelok 23 tidak hanya berkaitan dengan rencana rest area dan gerai UMKM. Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) juga menyiapkan pembangunan tiga unit gardu pandang.
Pembagian lokasinya sebagai berikut:
Dua gardu pandang akan dibangun di kawasan Gunungkidul.
Satu gardu pandang akan ditempatkan di wilayah Bantul.
Gardu pandang tersebut dirancang menjadi titik persinggahan bagi wisatawan maupun pengendara. Dari lokasi itu, pengunjung nantinya dapat menikmati bentang alam Laut Selatan dari kawasan perbukitan.
Namun, waktu pelaksanaan pembangunan gardu pandang tersebut belum dipastikan oleh Pemkab Gunungkidul. Pemerintah daerah masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat karena pembangunan fasilitas tersebut berada dalam kewenangan Satker PJN.
“Kewenangan ada di Satker PJN, sehingga kita hanya bisa menunggu proses pembangunan gardu pandang,” tambah Rakhmadian.
Keberadaan gardu pandang menjadi salah satu fasilitas yang berpotensi memperkuat daya tarik kawasan Kelok 23. Panorama bentang alam Laut Selatan yang dapat dinikmati dari ketinggian perbukitan diproyeksikan menjadi daya tarik wisata baru di sisi barat Gunungkidul.
Sementara itu, wacana rest area dan gerai UMKM dapat melengkapi fungsi kawasan tersebut. Fasilitas tempat rehat sekaligus ruang usaha dapat menjadi bagian dari pengembangan aktivitas ekonomi masyarakat lokal di sekitar jalur.
Karena Kelok 23 berada di wilayah Gunungkidul dan Bantul, realisasi rencana rest area serta gerai UMKM akan membutuhkan koordinasi antara kedua pemerintah kabupaten.
Selain membawa potensi bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal, beroperasinya JJLS melalui Kelok 23 juga diharapkan memberikan dampak terhadap lalu lintas.
Akses baru tersebut diproyeksikan dapat membantu memecah arus kendaraan sehingga kepadatan di jalur utama Jogja-Wonosari dapat berkurang. Dampaknya diharapkan semakin terasa ketika terjadi lonjakan wisatawan menuju berbagai destinasi wisata Gunungkidul pada masa liburan.
Dengan pembangunan jalan yang telah mencapai 99,6%, Kelok 23 kini berada di tahap akhir sebelum ditargetkan dibuka pada September 2026. Di saat yang sama, rencana fasilitas pendukung seperti rest area, gerai UMKM, dan tiga gardu pandang menjadi bagian dari wacana pengembangan kawasan di sekitar jalur penghubung Gunungkidul-Bantul tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Malaysia menempati peringkat kelima Digital Nomad Visa Index 2026 dengan skor 82,9. Simak posisi Bali dan daftar 10 destinasi teratas.
Sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sepi pembeli. Perajin menghadapi persaingan toko online dan keluhan konsumen soal kualitas produk.
Simak jadwal lengkap BRI Super League pekan kelima pada 16–18 Oktober 2026. Persita vs Persija digelar Sabtu, Persib vs Persik pada Minggu.
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Mentan Amran menyoroti harga telur di peternak Rp21.000-Rp22.000 per kg, sementara di pasar bisa mencapai Rp36.000. Pemerintah menelusuri rantai distribusi.