Kelok 23 Dibuka September, Ada 3 Gardu Pandang di JJLS

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 30 Agustus 2026 14:27 WIB
Kelok 23 Dibuka September, Ada 3 Gardu Pandang di JJLS

Kondisi akses Kelok 23 penghubung JJLS wilayah Gunungkidul-Bantul sudah jadi dan siap untuk dilintasi guna memecah kepadatan lalu lintas di jalur Jogja-Wonosari, Jumat (28/8/2026).Istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul hampir siap digunakan. Selain ditargetkan mulai dibuka pada September 2026, kawasan tersebut bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk pengguna jalan yang ingin menikmati pemandangan Laut Selatan dari perbukitan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan pembangunan Kelok 23 sudah memasuki tahap akhir.

Pada Jumat (28/8/2026), Rakhmadian bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih berkesempatan melihat langsung proses pembangunan ruas tersebut. Menurut dia, pembangunan sudah bisa dikatakan selesai dan direncanakan dibuka mulai September ini.

“Kalau capainnya sudah 99,6% dan sudah jadi sehingga Kelok 23 bisa dilewati,” kata Rakhmadian, Minggu (30/8/2026).

Tiga Gardu Pandang Disiapkan

Meski pembangunan jalan telah hampir selesai, masih ada rencana pengembangan fasilitas di kawasan JJLS penghubung Gunungkidul dengan Kabupaten Bantul tersebut.

Rakhmadian mengatakan sesuai program Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN), akan dibangun tiga gardu pandang. Satu gardu pandang direncanakan berada di wilayah Bantul, sedangkan dua lainnya masuk wilayah Gunungkidul.

Namun, Rakhmadian belum mengetahui secara pasti kapan pembangunan ketiga gardu pandang tersebut dapat direalisasikan.

“Kewenangan ada di Satker PJN, sehingga kita hanya bisa menunggu proses pembangunan gardu pandang,” katanya.

Menurut dia, gardu pandang tersebut disiapkan sebagai fasilitas bagi pengguna jalan di Kelok 23. Kawasan tersebut memiliki pemandangan yang bagus sehingga pengendara nantinya dapat berhenti untuk menikmati panorama laut dari kawasan perbukitan yang menjadi akses Kelok 23.

“Pemandangannya bagus sehingga bisa menjadi ikon baru di Gunungkidul, khususnya di sisi barat,” katanya.

Ada Wacana Rest Area dan Gerai UMKM

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih juga menilai pembangunan Kelok 23 berjalan sesuai target. Pada Jumat (28/8/2026), dia bersama Rakhmadian melihat proses pembangunan yang ditargetkan selesai pada akhir Agustus ini.

Ruas Kelok 23 memiliki panjang lima kilometer. Dari keseluruhan ruas tersebut, Gunungkidul mendapatkan bagian pembangunan sepanjang 1,9 kilometer, sedangkan sisanya berada di wilayah Bantul.

“Lima kilometer ini, Gunungkidul mendapatkan bagian pembangunan Kelok 23 sepanjang 1,9 kilometer. Sedangkan, sisanya masuk wilayah Bantul,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya.

Endah menambahkan pengembangan kawasan Kelok 23 tidak hanya berkaitan dengan pembangunan gardu pandang. Ada pula wacana pembangunan rest area yang dilengkapi gerai UMKM.

“Untuk realisasi akan dilakukan koordinasi dengan Pemkab Bantul karena lokasi Kelok 23 berada di kedua kabupaten,” katanya.

Diharapkan Urai Kepadatan Jogja-Wonosari

Endah berharap keberadaan Kelok 23 dapat memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas. Salah satu manfaat yang diharapkan adalah mengurai kepadatan di jalur utama Jogja-Wonosari, khususnya ketika banyak pengunjung menuju destinasi wisata.

“Aksesnya mudah dan JJLS sudah benar-benar tersambung dengan selesainya pembangunan Kelok 23,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online