Semarak Jathilan hingga Live Art Sambang Rupa Pukau Warga Lemahdadi Bantul

Media Digital
Media Digital Minggu, 30 Agustus 2026 14:47 WIB
Semarak Jathilan hingga Live Art Sambang Rupa Pukau Warga Lemahdadi Bantul

Gelora Seni 17-an di Lemahdadi Bantul menghadirkan pertunjukan lintas generasi, dari tari hingga Jathilan, dalam HUT ke-81 RI. /Istimewa.

Harianjogja.com, BANTUL—Warga RT 06 Lemahdadi, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul sukses menggelar malam puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bertajuk "Gelora Seni 17-an" pada Sabtu (29/8/2026) malam. Berlokasi di Lapangan Merdeka Lemahdadi, pergelaran seni yang diprakarsai oleh organisasi pemuda-pemudi Karang Taruna PRAMBAKA (Pemuda Remaja Maju dan Berkarya) ini berlangsung semarak serta menyedot antusiasme ratusan warga setempat.

Meski dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat—sekitar satu bulan dua minggu—acara ini terbukti berhasil menjadi ajang unjuk bakat seni lintas generasi yang inklusif dan solutif. Panggung ekspresi ini melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga kelompok ibu-ibu PKK.
Rangkaian Pertunjukan Budaya Lintas Generasi

Malam puncak diawali dengan khidmat melalui kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu perjuangan oleh tim Paduan Suara warga. Suasana semakin memukau saat masuk ke sesi penampilan visual Live Art Sambang Rupa karya seniman lokal, Mas Gibran, yang melukis secara langsung di hadapan para penonton.

Kemeriahan berlanjut dengan suguhan tari-tarian bernuansa edukatif dan tradisional, antara lain Penampilan Tari Semut dari anak-anak, Exna Tari Sembagi Aratula, hingga Tari Gugur Gunung yang membawakan pesan gotong royong. Sebagai penutup sekaligus daya tarik utama yang paling ditunggu warga, tampil seni tradisional Jathilan Bekso Putro Noto Rejo Lemahdadi RT 06 yang menyajikan atraksi spektakuler hingga penghujung acara.

Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Ketua PRAMBAKA RT 06, Dimas Catur Pamungkas, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran dan kekompakan seluruh panitia dan warga.

"Kegiatan ini dipersiapkan dengan kerja keras teman-teman pemuda dalam kurun waktu satu setengah bulan. Kami berharap Gelora Seni tidak hanya menjadi sarana hiburan masyarakat, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menjadi wadah pengembangan bakat seni bagi generasi muda di lingkungan Lemahdadi RT 06 dan sekitarnya. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para sponsor yang telah mendukung penuh acara ini," ujar Dimas di lokasi acara.

Seni sebagai Pengolah Energi Positif dan Keseimbangan Emosi

Salah satu elemen unik dalam perhelatan ini adalah pameran seni rupa lokal. Karya lukisan yang dipajang mengeksplorasi simbol-simbol emosi manusia melalui permainan kombinasi warna hangat dan dingin seperti oranye, kuning, serta biru guna menggambarkan dinamika perasaan dan pentingnya keseimbangan emosional masyarakat modern.

Seniman lokal Lemahdadi sekaligus pengisi Live Art Sambang Rupa, Gibran, menjelaskan bahwa karya seni yang dihadirkan membawa misi sosial di tengah derasnya arus informasi digital.

"Informasi saat ini begitu deras dan sulit diredam. Melalui karya seni, kami ingin mengolah energi yang panas—yang berpotensi memicu kebencian atau kecemburuan—menjadi energi yang positif. Kita merawat kebaikan yang tersisa dan memperkuat semangat gotong royong antarwarga," ungkap Gibran.

Senada dengan hal tersebut, Ketua RT 06 Lemahdadi, Miskijo, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif anak-anak muda di wilayahnya yang berhasil menyatukan seluruh strata warga melalui seni.

"Guyub rukun seperti inilah yang menjadi fondasi kekuatan RT 06 Lemahdadi. Ketika pemuda kreatif dan warga senior saling bahu-membahu, kegiatan sekeren apa pun pasti bisa terwujud dengan lancar, aman, dan penuh rasa kekeluargaan," kata Miskijo.

Dukungan Pemerintah Lokal untuk Persatuan Warga

Kehadiran pementasan seni dan budaya lokal ini juga mendapat apresiasi hangat dari Pemerintah Kalurahan dan Pedukuhan setempat. Dukuh Lemahdadi, Edi Sud, menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kegiatan kebudayaan berbasis komunitas sebagai benteng kearifan lokal.

"Puncak acara peringatan kemerdekaan ini adalah momentum penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Setidaknya sebagai warga negara yang baik, kita mengisi kemerdekaan yang telah direbut para pahlawan dengan kegiatan-kegiatan yang positif," tutur Edi Sud.

Ia juga berharap kegiatan kebudayaan ini dapat terus menjadi perekat persatuan dan kesatuan warga. Lewat perpaduan seni dan kebersamaan, warga Lemahdadi membuktikan bahwa nilai-nilai Pancasila serta gotong royong tetap hidup dan relevan di tengah tantangan zaman.

Sponsor & Kolaborator Acara

Suksesnya acara "Gelora Seni 17-an" RT 06 Lemahdadi tidak lepas dari dukungan penuh para pelaku usaha dan UMKM lokal, antara lain: Studio Sambang Rupa, Bayu Combine, Broben Sablon & Konveksi, Nusavara Catering, Pabrik Tahu Mas Gendut, S Craft, GLH Shoes, Kedai Anang, Berkah Sayur, Bengkel Las Ganis, Toko Sembako Ibu Parmi, Wahid Karya Mebel & Ukir, Kos Putri Orange, Las Khamid Club, Ram Family, RC 04 The Custom Dewe, Pijat Mas Bagas, Kospin Adem Ayem, HK Audio, Warung Bu Sri, PT I-IDEA Solusi Mandiri, Waseso Nugroho Mebel, Koki Top, dan Fise Anugrah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online