Kemarau, 32 Saluran Irigasi di Sleman Diperbaiki

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 26 Agustus 2026 15:47 WIB
Kemarau, 32 Saluran Irigasi di Sleman Diperbaiki

Foto ilustrasi irigasi persawahan. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN— Sebanyak 32 saluran irigasi di Sleman mendapat bantuan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perbaikan infrastruktur pengairan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan air pertanian warga saat wilayah Sleman memasuki puncak musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Liem Astuti, mengatakan pengerjaan 32 saluran irigasi itu memiliki status yang berbeda. Sebanyak 13 unit telah rampung, 14 unit masih dalam proses pembangunan, sedangkan lima unit lainnya masih dalam tahap pemberkasan.

Program perbaikan saluran irigasi tersebut tersebar di 15 kapanewon di Sleman. Lokasi penerima bantuan meliputi sejumlah wilayah pertanian yang membutuhkan dukungan sarana pengairan.

Sebaran 32 Saluran Irigasi

Di Berbah terdapat lima unit saluran irigasi, terdiri atas tiga unit di Tegaltirto dan dua unit di Jogotirto. Cangkringan mendapat dua unit yang masing-masing berada di Argomulyo dan Wukirsari.

Gamping mendapat satu unit di Ambarketawang, sedangkan Godean memperoleh dua unit di Sidorejo. Kalasan juga mendapat dua unit, masing-masing berlokasi di Purwomartani dan Selomartani.

Selanjutnya, Minggir memperoleh tiga unit. Dua unit berada di Sendangmulyo dan satu unit di Sendangsari, sementara Mlati mendapat satu unit di Tlogoadi.

Moyudan mendapat tiga unit yang tersebar di Sumberarum sebanyak dua unit dan Sumberagung satu unit. Adapun Pakem memperoleh dua unit, masing-masing di Candibinangun dan Pakembinangun.

Prambanan mendapat tiga unit, yakni dua unit di Madurejo dan satu unit di Bokoharjo. Seyegan memperoleh dua unit yang berada di Margodadi dan Margokaton.

Sementara itu, Sleman mendapat dua unit yang masing-masing berada di Caturharjo dan Triharjo. Tempel juga memperoleh dua unit, yakni di Banyurejo dan Tambakrejo.

Dua kapanewon lainnya masing-masing mendapat satu unit. Turi memperoleh satu unit di Donokerto, sedangkan Ngemplak mendapat satu unit di Umbulmartani.

APBD Sleman Dukung Pompa dan Sumur Ladang

Selain menggunakan APBN untuk memperbaiki saluran irigasi, Pemkab Sleman memiliki program lain yang dibiayai melalui APBD murni. Program tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian.

"APBD murni ada di bantuan pompa air dan pembuatan sumur ladang," kata Liem dihubungi, Rabu (26/8/2026).

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan air pertanian di tengah kondisi kemarau. Selain persoalan ketersediaan air, kondisi lahan yang mengering juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Kemarau Picu Risiko Kebakaran Lahan

Ketua DPRD Sleman, Gustan Ganda, mengatakan ancaman musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air bagi pertanian. Kondisi lahan pertanian dan sawah yang mengering juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

Menurutnya, tumpukan bagian tanaman yang mudah terbakar dapat menjadi salah satu faktor yang memperbesar potensi kebakaran lahan pertanian.

"Ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk menghadapi kemarau berkepanjangan," kata Gustan.

Gustan meminta Pemkab Sleman melakukan mitigasi di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran lahan. Imbauan kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan agar aktivitas yang dapat memicu kebakaran dapat dicegah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online