Sleman Lolos Seleksi UCCN, Bidik Status Kota Film Dunia

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Minggu, 23 Agustus 2026 09:57 WIB
Sleman Lolos Seleksi UCCN, Bidik Status Kota Film Dunia

Film - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Kabupaten Sleman lolos seleksi nasional tahap II pengusulan nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang Film. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman kini memperkuat ekosistem perfilman untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan pencalonan UCCN tidak hanya ditujukan untuk mendapatkan predikat, tetapi juga memastikan perkembangan industri film memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Menuju UCCN bukan sekadar mengejar predikat, tetapi bagaimana ekosistem film yang kita bangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sleman,” kata Harda dalam jumpa pers, Jumat (21/8/2026).

Menurut Harda, Sleman diarahkan menjadi daerah yang terbuka terhadap kegiatan produksi film sekaligus mampu melahirkan karya yang memiliki peluang menembus pasar internasional. Industri film dinilai memiliki kaitan dengan berbagai sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, pariwisata, kebudayaan hingga penciptaan lapangan kerja.

Sleman Punya Modal Ekosistem Perfilman

Sleman telah memiliki sejumlah modal untuk mengembangkan industri perfilman. Infrastruktur dan sumber daya tersebut mencakup studio animasi dan film, komunitas perfilman, perguruan tinggi, SMK, lembaga pelatihan, lokasi produksi, serta bioskop dan televisi lokal.

Pada 2023, Sleman juga ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia untuk subsektor Film, Animasi, dan Video.

Kabupaten tersebut juga menjadi salah satu lokasi produksi berbagai film serta memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) dan JAFF Market.

Penguatan sumber daya manusia turut dilakukan melalui Program Sleman Pintar. Sepanjang 2022-2025, program tersebut mengalokasikan pembiayaan lebih dari Rp13,5 miliar dan melibatkan hampir 500 lulusan SLTA dalam pendidikan bidang film, animasi, dan video.

Harda mengatakan program tersebut akan terus dikembangkan agar generasi muda Sleman tidak berhenti sebagai penonton.

Mereka diharapkan dapat berkembang menjadi pencipta karya, pekerja kreatif, animator, pembuat film hingga pelaku industri kreatif.

Infrastruktur Kreatif Terus Diperkuat

Selain sumber daya manusia, Pemkab Sleman menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung ekonomi kreatif.

Studio Alam Gamplong dikembangkan sebagai aset ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata. Sementara itu, Sleman Creative Space di kompleks Taman Kuliner Condongcatur diarahkan untuk direvitalisasi menjadi Sleman Creative Park.

Pemkab Sleman juga menyiapkan Taman Budaya Sleman sebagai kawasan budaya terpadu. Kawasan tersebut nantinya dapat menjadi ruang ekspresi dan komunikasi bagi komunitas film serta pelaku ekonomi kreatif.

Penguatan ekosistem perfilman juga dilakukan melalui rencana pembentukan Komisi Film Daerah. Lembaga tersebut akan menjadi instrumen kolaborasi dan fasilitasi antara pemerintah daerah, industri, komunitas, akademisi, masyarakat, serta pemangku kepentingan perfilman lainnya.

Harda menegaskan Sleman tidak ingin hanya menjadi lokasi produksi film dari pihak luar. Pemerintah daerah juga ingin mendorong lahirnya karya lokal yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus menarik investasi di sektor perfilman.

“Kami ingin Sleman tidak hanya menjadi tempat orang datang untuk membuat film, tetapi juga menjadi tempat lahirnya karya-karya film yang mampu dibawa ke dunia,” katanya.

Lolosnya Sleman dalam seleksi nasional tahap II UCCN 2027 bidang Film menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi daerah dalam industri kreatif. Pemkab Sleman menargetkan ekosistem perfilman yang terbuka, inklusif, kolaboratif, berkelanjutan, dan memiliki daya saing global.

Pengembangan industri tersebut juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, termasuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan produk domestik regional bruto (PDRB).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online