Jalan Selokan Mataram Sleman Belum Bisa Diperlebar, 11 Bidang Lahan Bakal Dibebaskan

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 05 Oktober 2026 15:07 WIB
Jalan Selokan Mataram Sleman Belum Bisa Diperlebar, 11 Bidang Lahan Bakal Dibebaskan

Sebuah kendaraan sedang melintas di Jalan Selokan Mataram, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (5/10/2026)./ Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, SLEMAN— Pengguna Jalan Selokan Mataram di Sleman masih harus bersabar menunggu pelebaran jalan rampung. Hingga kini, proyek tersebut belum dapat dilanjutkan sepenuhnya karena pembebasan sejumlah bidang lahan masih belum selesai, termasuk sebagian lahan di kawasan Makam Santren Gejayan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma’ruf, membenarkan masih adanya lahan yang belum dibebaskan. Sebagian lahan untuk kebutuhan pelebaran jalan memang sudah dibebaskan, tetapi beberapa bidang masih dalam proses.

“Ya mas benar sebagian sudah dibebaskan tapi masih ada yang belum termasuk lokasi Makam Santren Gejayan. Kami pakai sebagaian lahan makam untuk kebutuhan jalan,” kata Fauzan saat dihubungi, Senin (5/10/2026).

Pemkab Sleman sebelumnya telah menyiapkan pembebasan 11 bidang lahan untuk melanjutkan normalisasi Jalan Selokan Mataram. Rencana pembebasan lahan tersebut akan dimasukkan dalam penganggaran APBD Sleman 2027.

Pelebaran diperlukan karena masih terdapat sejumlah titik ruas Jalan Selokan Mataram yang menyempit akibat bidang lahan di sepanjang jalan. Setelah pembebasan lahan tuntas, badan jalan akan diperlebar sehingga kendaraan di ruas tersebut diharapkan dapat melintas lebih leluasa.

Mobil Masih Sulit Berpapasan

Kondisi ruas yang sempit salah satunya dirasakan warga Kampung Cepit, Condongcatur. Partini, warga setempat, mengatakan kendaraan roda empat masih mengalami kesulitan ketika berpapasan di ruas tersebut.

Berbeda dengan mobil, sepeda motor masih dapat melintas dengan lancar.

“Kalau mobil papasan yang macet. Kalau motor lancar. Kalau diperlebar ya lebih bagus,” kata Partini saat ditemui di warungnya, Senin.

Menurut Partini, rencana pelebaran Jalan Selokan Mataram sebenarnya sudah muncul sejak sebelum pandemi Covid-19. Sejumlah rumah di sekitar lokasi juga disebut telah menerima kompensasi pembebasan lahan.

Partini mengaku tidak keberatan apabila warung yang ditempatinya nantinya terkena proyek pelebaran jalan. Dia bahkan siap pindah apabila lahannya dibutuhkan untuk proyek tersebut.

“Kalau warung saya terkena ya pindah, bukan tanah saya juga di sini. Kalau diminta pindah juga tidak apa-apa,” katanya.

Dia menambahkan sebagian sisi utara jalan di sekitar warungnya juga sudah lebih dahulu dipotong. Hal itu dilakukan karena sebelumnya terdapat bangunan atau lahan yang menjorok ke badan jalan.

Konstruksi Ditangani Pemda DIY

Kepala DPUPKP Sleman, Sukarmin, menjelaskan proyek pembangunan jalan tersebut nantinya menjadi tanggung jawab Pemerintah DIY. Sementara Pemkab Sleman berperan dalam menyelesaikan pembebasan lahan yang dibutuhkan di sepanjang jalan.

“Untuk konstruksi jalan atau jembatan akan ditangani provinsi. Sleman tugasnya menyelesaikan pembebasan lahannya,” kata Sukarmin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online