Pasangan Muda di Mlati Sleman Makin Pertimbangkan Ekonomi Sebelum Menikah
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Mikael sedang menunjukkan kucing ras British Shorthair miliknya di halaman Kantor Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Rabu (30/9/2026)/Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Ritme kehidupan modern yang semakin cepat membuat manusia memiliki semakin sedikit ruang untuk berhenti. Di tengah ancaman kelelahan mental atau fatigue, kucing bagi sebagian orang dapat menjadi bagian dari coping mechanism untuk membantu mengurangi stres setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
Perkembangan teknologi digital hingga sistem kecerdasan artifisial menjadi salah satu penopang kehidupan yang bergerak serba cepat. Kemudahan tersebut, di sisi lain, dapat mendorong penggunaan secara berlebihan sehingga seseorang semakin terikat dalam ekosistem digital.
Situasi itu juga berpotensi mengurangi interaksi sosial secara langsung. Studi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan adanya “paradoks isolasi”. Interaksi dengan AI pada awalnya dapat mengurangi rasa kesepian, tetapi dalam jangka waktu tertentu justru dapat membuat seseorang semakin menarik diri dari hubungan sosial dengan manusia.
Kondisi tersebut juga berpotensi menjauhkan manusia dari lingkungan alam di sekitarnya. Karena itu, manusia perlu mengambil jeda dari ritme kehidupan yang serba cepat dan kembali membangun relasi dengan lingkungan sekitar, baik dengan sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya.
Mengutip situs web Mental Health Foundation, memiliki hewan peliharaan dapat membantu menambah struktur dalam aktivitas sehari-hari. Memberi makan, berolahraga bersama, dan merawat hewan peliharaan dapat membantu seseorang menjalani rutinitas secara lebih teratur.
Aktivitas merawat hewan juga dapat memberikan rasa tenang, stabil, dan fokus. Selain menghadirkan tujuan dalam menjalani hari, perawatan terhadap hewan peliharaan dapat memberikan rasa pencapaian.
Kucing sebagai Teman Setelah Bekerja
Gambaran mengenai hubungan manusia dengan hewan peliharaan itu terlihat di Kantor Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Rabu (30/9/2026).
Pepohonan menyapu terik matahari di halaman kantor tersebut. Daun-daun yang menggantung di ranting menjadi kanopi yang cukup untuk membuat halaman kantor teduh.
Sejumlah orang berdatangan dengan membawa kandang. Berbagai jenis kucing tampak meringkuk di dalamnya. Di sisi lain, ada pula orang yang membawa anjing dengan tali kekang.
Di antara puluhan orang yang datang terdapat Fifi Wijaya. Ia membawa Udin untuk mengikuti kontes kucing yang digelar DP3 Sleman bekerja sama dengan sejumlah pelaku UMKM dan komunitas pecinta kucing.
Bagi Udin, kontes tersebut merupakan pengalaman pertama. Sebagai kucing domestik, Udin memiliki bulu yang halus dengan bersih.
Ketika Fifi menggendongnya, Udin tampak anteng. Kondisi tersebut berbeda dengan perilakunya ketika berada di rumah.
“Padahal Udin kalau di rumah aktif banget,” kata Fifi sembari tersenyum lebar.
Fifi tampak menikmati aktivitas menggendong kucing berbulu kuning gading tersebut. Berulang kali, ia mengajak Udin berbicara laiknya anak kecil polos.
Bagi Fifi, keberadaan kucing di rumah membantu mengurangi stres setelah bekerja. Ketika pulang dalam kondisi lelah, ia merasa lebih rileks setelah melihat kucing-kucingnya menyambut di rumah.
Interaksi sederhana seperti memeluk, mengelus, hingga melihat tingkah kucing dinilai dapat menghadirkan rasa senang baginya.
"Kalau misalnya pulang kerja sore yang sudah capek banget, ketika buka pintu rumah tiba-tiba ada yang sudah nungguin, itu sudah hilang stresnya," kata Fifi.
Fifi sendiri memelihara sebelas kucing. Sementara itu, Mikael memilih membatasi jumlah kucing yang dipeliharanya karena kucing dipelihara sebagai teman di rumah, bukan untuk dikembangbiakkan.
Tingkah Kucing Bisa Jadi Hiburan
Mikael juga merasakan keberadaan kucing sebagai teman ketika pekerjaan membuatnya penat. Menurut dia, tingkah kucing yang sederhana sekalipun dapat menghadirkan hiburan.
Bahkan, melihat kucing hanya tidur pun dapat membuatnya tertawa dan merasa senang.
"Kalau saya memelihara kucing itu misal karena penat karena kerjaan, cuma sekadar melihat tingkah dia walaupun dia cuma tidur. Itu bisa membuat saya berpikir, kok lucu ya," kata Mikael.
Mikael membawa kucing bernama Gajah ke Kontes Kucing DP3 Sleman. Ia memang memiliki kebiasaan memberikan nama hewan peliharaannya dengan nama hewan lain.
Nama yang dipilih biasanya berkorelasi dengan ciri kucing miliknya. Gajah, misalnya, merupakan kucing ras British Shorthair (BSH).
Jika diamati, bentuk badan dan wajah Gajah terlihat berbeda dibandingkan Udin. Gajah memiliki tubuh yang kekar dan berotot, kepala bulat besar dengan pipi tembam, serta bulu pendek yang sangat lebat.
Sepertinya orang yang memilihara kucing memiliki sifat feminin. Mikael juga suka sekali menggendong dan bermain dengan Gajah. Cara ia menggendong kucing tersebut persis seperti orang tua menimang bayi.
Menurut Mikael, kucing yang anteng ketika digendong maupun diajak bermain menjadi salah satu sumber kebahagiaan baginya.
Memahami Perilaku Kucing
Hubungan Fifi dan Mikael dengan hewan peliharaan mereka tidak hanya sebatas bermain atau menggendong. Keduanya juga mengamati perilaku tertentu yang ditunjukkan kucing.
Mikael mengatakan kondisi cuaca dapat memengaruhi perilaku kucing. Ketika cuaca panas, kucing yang dipeliharanya cenderung menjadi lebih rewel.
Sementara itu, Fifi mengatakan kucing dapat menunjukkan keinginan melalui perilaku tertentu. Salah satunya ketika kucing ingin disayang dengan cara membolak-balikkan badan dan menunjukkan bagian perut.
Udin juga memiliki perilaku yang berbeda ketika berada di rumah dan di luar. Di rumah, Udin disebut lebih usil, sedangkan ketika berada di luar justru lebih tenang.
Pada akhirnya, aktivitas sederhana bersama hewan peliharaan menjadi bagian dari keseharian Fifi dan Mikael. Di tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, keberadaan kucing memberi mereka ruang untuk berinteraksi, bermain, merawat, sekaligus menikmati tingkah hewan peliharaan di sela aktivitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasangan muda di Mlati makin mempertimbangkan pendidikan, karier dan ekonomi sebelum menikah. Usia pendaftar terbanyak sekitar 25 tahun.
Ekonomi Vietnam tumbuh 9,95% pada kuartal III/2026. Investasi asing dan produksi pabrik menjadi pendorong utama pertumbuhan.
Harga kakao dunia kembali naik pada 2026. Petani masih terkendala produktivitas, sementara industri Indonesia bergantung pada impor biji kakao.
Pengamat UGM Fahmy Radhi menilai Bahlil rangkap Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.
Program Gentengisasi Prabowo dimulai dengan penyaluran 500.000 genteng UMKM Plered untuk meningkatkan kualitas hunian MBR.
Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Iran menaikkan harga minyak dan membebani pembayar pajak AS.