Pemkab Kulonprogo dan BOB Kawal Kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Rabu, 26 Agustus 2026 16:07 WIB
Pemkab Kulonprogo dan BOB Kawal Kelanjutan Jalan Plono-Nglinggo

Wisatawan menikmati panorama di Desa Wisata Nglinggo yang berada di Dusun Nglinggo, Pagerharjo, Samigaluh, Kulonprogo./IG @bernadettakrizma

Harianjogja.com, KULONPROGO— Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB) memastikan terus mengawal kelanjutan pembangunan Jalan Plono-Nglinggo di Kapanewon Samigaluh. Dari total panjang 3,47 kilometer, saat ini masih tersisa 2,47 kilometer yang belum terbangun.

Tahap pertama pembangunan jalan strategis tersebut sepanjang 1 kilometer telah rampung dikerjakan. Pemkab Kulonprogo dan BOB kini berupaya memastikan anggaran untuk melanjutkan sisa pembangunan dapat diperoleh dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Pelaksana tugas Direktur Utama BOB, Yusuf Hartanto, mengatakan Jalan Plono-Nglinggo memiliki posisi penting dalam pengembangan pariwisata Perbukitan Menoreh. Khususnya, akses tersebut berkaitan dengan pengembangan kawasan Nglinggo Barat, Nglinggo Timur, dan Samigaluh secara umum.

"Akses ini adalah kunci. Jika jalannya terbangun dengan baik, pariwisata Kulonprogo pasti melonjak dan dampaknya langsung dirasakan pada peningkatan ekonomi warga. Kami bersinergi dengan Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata, Bappenas, dan Kementerian Keuangan untuk mengawal proyek ini," ujarnya kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).

Sisa 2,47 Kilometer Masih Dikawal

Setelah bagian pertama selesai, pekerjaan Jalan Plono-Nglinggo masih menyisakan 2,47 kilometer. Pemkab Kulonprogo dan BOB terus menggalang dukungan dari tingkat daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk memastikan penganggaran sisa pekerjaan tersebut berjalan lancar.

Wakil Bupati Kulonprogo, Ambar Purwoko, menegaskan pemerintah daerah serius mengawal kelanjutan proyek tersebut. Pemkab juga akan terus berkolaborasi mengajukan usulan anggaran kepada pemerintah pusat agar seluruh ruas jalan dapat diselesaikan.

"Ini bukan sekadar angan-angan. Apapun langkah, upaya, dan daya harus kita maksimalkan untuk masyarakat. Pembangunan ini penting, bukan hanya untuk sektor pariwisata tetapi juga mempermudah mobilitas perekonomian warga, seperti akses ke pasar," tegas Ambar.

Perkuat Konektivitas dengan Borobudur

Ambar menilai posisi geografis Samigaluh yang berbatasan langsung dengan Candi Borobudur membuat peningkatan kualitas Jalan Plono-Nglinggo memiliki arti penting. Infrastruktur tersebut diproyeksikan memangkas jarak tempuh sekaligus memperkuat konektivitas antardestinasi wisata.

Dengan akses yang lebih baik, perjalanan para pelancong yang berlibur di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih mudah. Pembangunan jalan juga dinilai berkaitan dengan mobilitas perekonomian masyarakat setempat.

Pemkab Kulonprogo telah melakukan langkah konkret melalui pengajuan anggaran dan pemaparan teknis. Pemerintah daerah menargetkan ikhtiar tersebut dapat terealisasi penuh pada 2026 atau paling lambat 2027.

"Langkah konkret sudah kami lakukan melalui pengajuan anggaran dan pemaparan teknis. Target kita pada 2026 atau paling lambat 2027, ikhtiar ini bisa terealisasi penuh," tambahnya.

Ambar memastikan berbagai pos anggaran yang memungkinkan diakses akan diupayakan untuk mendukung kelanjutan pembangunan. Dengan demikian, sisa pengerjaan Jalan Plono-Nglinggo sepanjang 2,47 kilometer diharapkan dapat dirampungkan sepenuhnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online