Padukuhan Kroco Bidik ProKlim Lestari Pertama di Kulonprogo
Padukuhan Kroco Kulonprogo menjalani verifikasi ProKlim Lestari. Jika lolos, Kroco menjadi kampung ProKlim Lestari pertama di Kulonprogo.
Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifuddin/Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ketua DPRD Kulonprogo Aris Syarifudin menilai makna kemerdekaan Republik Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan fisik. Menurutnya, kemerdekaan juga harus dirasakan masyarakat melalui kehidupan yang sejahtera, pekerjaan yang layak, serta kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
Pernyataan tersebut disampaikan Aris saat menyoroti kondisi sosial-ekonomi masyarakat dalam momentum HUT ke-81 RI. Ia melihat masih ada warga yang menghadapi persoalan tingginya harga kebutuhan pokok di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan dan penghasilan harian.
"Ketika hari ini masih ada warga yang mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang tinggi sementara lapangan pekerjaan dan penghasilan semakin sulit, tentu menjadi pertanyaan bersama kita: Apakah kemerdekaan sudah benar-benar dirasakan sampai ke tingkat rakyat kecil?" ujar Aris saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Kemerdekaan Ekonomi dan Sosial Masih Jadi PR
Aris mengatakan secara tatanan politik, Indonesia telah resmi merdeka dan berdaulat penuh. Namun, perjuangan untuk mencapai kemerdekaan dalam bidang ekonomi dan sosial masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar yang harus terus diperjuangkan seluruh pemangku kebijakan.
Menurut dia, status merdeka secara formal tidak boleh berbanding terbalik dengan kondisi kehidupan masyarakat. Jangan sampai rakyat masih merasa terbelenggu oleh beban kemiskinan, tingginya angka pengangguran, mahalnya biaya hidup, serta sulitnya memperoleh akses pekerjaan yang memadai.
Karena itu, Aris berharap pemerintah pusat menjadikan peringatan HUT ke-81 RI bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi sekaligus titik tolak untuk memperkuat kebijakan publik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Aris menilai pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya hanya dilihat berdasarkan angka statistik. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat melalui pengawasan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau. Selain itu, sektor pertanian, UMKM, dan berbagai basis ekonomi kerakyatan dinilai membutuhkan perhatian serta keberpihakan lebih besar.
"Menjaga daya beli masyarakat melalui pengawasan harga kebutuhan pokok agar tetap terjangkau. Dan memberikan perhatian ekstra dan keberpihakan pada sektor pertanian, UMKM, dan basis ekonomi kerakyatan lainnya," ungkapnya.
Menurut Aris, kemerdekaan seharusnya dapat dirasakan langsung dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari hingga kepastian dalam bekerja dan menatap masa depan.
"Kemerdekaan harus hadir di meja makan rakyat, di tempat kerja rakyat, dan di masa depan anak-anak kita. Jangan hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi dari seberapa jauh rakyat merasa hidupnya semakin aman, sejahtera, dan memiliki harapan," ujar Aris.
Ukuran Kemerdekaan Ada pada Rasa Aman Rakyat
Aris kembali menekankan bahwa keberhasilan sebuah negara merdeka tidak semata-mata ditentukan oleh megahnya pembangunan atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Hal yang tak kalah penting adalah rasa aman dan kepastian yang dirasakan masyarakat, terutama mereka yang berada di garis bawah.
"Itulah makna kemerdekaan yang sesungguhnya: rakyat tidak hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari rasa takut tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup dan bebas dari ketidakpastian masa depan," kata Aris.
Pandangan tersebut menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian penting dari makna kemerdekaan. Bagi Aris, peringatan HUT ke-81 RI perlu menjadi momentum untuk memastikan kemerdekaan tidak berhenti sebagai status formal, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari rakyat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padukuhan Kroco Kulonprogo menjalani verifikasi ProKlim Lestari. Jika lolos, Kroco menjadi kampung ProKlim Lestari pertama di Kulonprogo.
Tim Arjuna UGM menembus 10 besar Formula SAE Japan 2026 dan meraih sejumlah penghargaan lewat mobil listrik Surasakti AF-06.
Wapres Gibran meninjau pengungsi gempa Sikka, NTT, dan meminta bantuan menjangkau seluruh warga, termasuk kelompok rentan di wilayah terpencil.
Banggar DPR memberikan 18 rekomendasi kepada Menteri Keuangan Purbaya terkait pertanggungjawaban APBN 2025, termasuk soal pajak dan utang.
UNY menyiapkan tiga skema bantuan UKT bagi mahasiswa terdampak gempa NTT, mulai penundaan, pengurangan hingga pembebasan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyiapkan enam helikopter ambulans udara untuk menangani pasien gawat darurat di daerah terisolasi dan wilayah 3T.