Razia Gabungan di Lapas Narkotika Jogja, 50 Warga Binaan Langsung Jalani Tes Urine
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Harga sejumlah jenis cabai di pasar tradisional Sleman mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Harga cabai rawit bahkan mencapai Rp70.000 per kilogram. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman memastikan kenaikan harga tersebut belum diikuti kelangkaan stok di pasar.
Katimja Distribusi dan Pemasaran Bidang Perdagangan Disperindag Sleman, Fitriana Nurhayati, mengatakan kenaikan harga cabai terjadi karena pasokan dari tingkat produsen berkurang. Kondisi tersebut dipengaruhi faktor musim dan cuaca.
"Naiknya harga cabai saat ini karena pasokan berkurang yang dipengaruhi faktor musim," terang Fitriana dikutip pada Sabtu (26/9/2026).
Berdasarkan perhitungan kebutuhan per kapita, kebutuhan cabai merah dan cabai rawit di Sleman mencapai sekitar 332.382 kilogram per bulan.
Namun, Fitriana memastikan berkurangnya pasokan belum menyebabkan cabai langka di pasar. Disperindag Sleman masih melakukan pemantauan ketersediaan komoditas tersebut secara rutin.
"Di pasar saat ini masih aman, belum ada kelangkaan. Ini berdasar pantauan harian kami di delapan pasar, Pasar Sleman, Pasar Tempel, Pasar Pakem, Pasar Prambanan, Pasar Gamping, Pasar Godean, Pasar Cebongan dan Pasar Gentan," tuturnya.
Menurut dia, pemantauan dilakukan untuk memastikan suplai komoditas pangan tetap berjalan sekaligus mengantisipasi gangguan terhadap ketersediaan maupun harga.
"Yang kita lakukan saat ini adalah memantau suplai barang masih cukup lancar di pasar," jelasnya.
Sebelumnya, pantauan Harianjogja.com di Pasar Cebongan dan Pasar Kolombo pada Rabu (23/9/2026) menunjukkan harga cabai rawit telah mencapai Rp70.000 per kilogram.
Pedagang Pasar Cebongan, Rubiyah, mengatakan harga tersebut naik dari sebelumnya sekitar Rp50.000 per kilogram. Menurut dia, kenaikan terjadi sejak sekitar sepekan terakhir.
Kenaikan juga terjadi pada cabai keriting merah. Komoditas yang sebelumnya dijual Rp25.000-Rp30.000 per kilogram tersebut kini berada di kisaran Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai keriting hijau naik dari sekitar Rp15.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Rubiyah mengatakan kenaikan harga turut memengaruhi pola belanja konsumen. Pembeli cenderung mengurangi jumlah cabai yang dibeli.
Ia menilai kondisi cuaca panas selama musim kemarau menyulitkan petani memenuhi kebutuhan air untuk tanaman cabai.
"Panas, dadi leh ngelep mboten saged, dadine do garing," ujarnya.
Kondisi serupa terlihat di Pasar Kolombo. Pedagang setempat, Bu Ngadino, mengatakan harga cabai rawit telah mencapai Rp70.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp50.000-Rp60.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah juga mengalami kenaikan. Komoditas tersebut kini dijual sekitar Rp50.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp25.000 per kilogram.
"Sekarang mahal, naik sekarang [harganya], sudah beberapa hari [naiknya]," tuturnya.
Menurut dia, kenaikan harga berkaitan dengan pasokan cabai yang berkurang. Kondisi tersebut juga membuat konsumen mengurangi pembelian, sementara pedagang memilih mengurangi jumlah cabai yang dikulak.
Dengan kondisi tersebut, Disperindag Sleman tetap memantau pasokan di sejumlah pasar untuk memastikan kenaikan harga tidak berkembang menjadi persoalan ketersediaan komoditas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Razia gabungan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta menyasar narkotika, HP dan senjata tajam. Tes urine 50 warga binaan negatif.
BMKG memprakirakan hujan ringan di sejumlah kota pada Minggu. Yogyakarta diprakirakan mengalami udara kabur.
Prabowo Subianto menelon Rahmat Erwin Abdullah usai meraih emas dan memecahkan rekor dunia angkat besi Asian Games 2026.
Menikah di KUA mulai dilirik warga Kulonprogo. Selain gratis, faktor kepraktisan, waktu, dan fleksibilitas resepsi turut menjadi alasan.
Polri menyiapkan anjungan cetak SKCK secara mandiri. Simak cara membuat SKCK online hingga mencetaknya tanpa ke kantor polisi.
PPP mengukuhkan pengurus DPC dan PAC se-DIY untuk memperkuat konsolidasi dan regenerasi menjelang Pemilu 2029.