BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Ilustrasi, pengendara sepeda motor melintas di depan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)./Antara-Andry Denisah\r\n
Harianjogja.com, KULONPROGO— Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kalurahan Tuksono, Sentolo, Kulonprogo telah rampung dibangun sejak Mei 2026. Meski tidak berada tepat di tengah permukiman warga, lokasi gerai di Padukuhan Paten, tepat di pinggir Jalan Kawasan Industrial Sentolo, dinilai strategis untuk mendukung kegiatan koperasi.
Gerai tersebut dibangun mulai awal 2026 dengan memanfaatkan lahan tanah kas desa (TKD). Dari pantauan di lokasi, bangunan KDMP Tuksono tidak langsung berdampingan dengan rumah warga, tetapi berjarak sekitar beberapa meter dari kawasan hunian.
Lurah Tuksono, Zainuri mengatakan pemilihan lokasi tersebut telah mempertimbangkan posisi Jalan Kawasan Industri yang dinilai strategis. Menurutnya, Pemkal Tuksono memiliki lahan TKD di lokasi tersebut sehingga dipilih untuk pembangunan gerai KDMP.
"Karena memang punya kita TKD di situ, ada di titik lain tapi kan enggak strategis," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2026).
Dekat Permukiman hingga Balai Budaya
Zainuri mengatakan gerai KDMP Tuksono berjarak sekitar 10 meter dari kawasan penghunian warga. Selain itu, sejumlah fasilitas lain juga berada tidak jauh dari lokasi gerai.
Fasilitas tersebut antara lain sekolah, Rusunawa hingga Balai Budaya yang menjadi salah satu pusat keramaian. Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung keberadaan gerai KDMP meskipun lokasinya tidak berada di tengah permukiman.
"Harapannya gerai ini nanti benar-benar bermanfaat bagi masyarakat menambah kesejahteraan warga," lanjutnya.
Bangunan gerai KDMP Tuksono memiliki ukuran 20 meter x 30 meter. Sejak rampung pada Mei 2026, sejumlah sarana dan prasarana penunjang seperti rak, mobil, dan motor juga telah dikirim ke lokasi.
Namun, hingga sekarang gerai tersebut belum difungsikan. Koperasi KDMP di Kalurahan Tuksono juga belum mulai menjalankan kegiatan operasional.
KDMP Tuksono Masih Menunggu Verifikasi
Zainuri menjelaskan belum beroperasinya KDMP Tuksono berkaitan dengan belum tersedianya modal. Meski demikian, kepengurusan koperasi disebut sudah terbentuk.
"Karena masih belum ada modal jadi belum ada kegiatan tetapi kepengurusan sudah ada. Operasional KDMP sendiri masih menunggu verifikasi dan validasi yang jadwalnya di Tuksono pada Oktober," ucap Zainuri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM) Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan tim verifikasi dan validasi dari kabupaten telah dibentuk.
Tim tersebut juga sudah mulai melakukan pengecekan ke lapangan. Pemerintah menargetkan proses verifikasi dan validasi KDMP di Kulonprogo dapat rampung pada pertengahan Oktober 2026.
Untuk tahap verifikasi dan validasi hingga pertengahan Oktober, terdapat sekitar 22 KDMP di seluruh Kulonprogo yang direncanakan akan diperiksa.
"Jadwalnya sampai 15 Oktober, maju mundur tergantung pelaksanaan," katanya.
Dengan kondisi tersebut, gerai KDMP Tuksono yang telah rampung dibangun sejak Mei 2026 masih menunggu tahapan verifikasi dan validasi sebelum operasional koperasi berjalan. Lokasinya di pinggir Jalan Kawasan Industrial Sentolo menjadi alasan gerai tersebut dinilai strategis meskipun tidak berada tepat di tengah permukiman warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.