Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya

David Kurniawan
David Kurniawan Rabu, 19 Agustus 2026 20:17 WIB
Kelok 23 Gunungkidul Belum Dilirik Investor, Ini Alasannya

JJLS Kelok 23 - Foto ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kawasan Kelok 23 Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Kalurahan Girijati, Purwosari, Gunungkidul, hingga kini belum dilirik investor, meski Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah menyiapkan kajian bisnis untuk menawarkan potensi investasi di kawasan tersebut.

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul telah menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO) pada 2025 lalu. Kajian itu memetakan sejumlah peluang usaha yang dinilai cocok dikembangkan di kawasan Kelok 23.

Kepala DPMPTSP Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan hasil kajian menunjukkan kawasan tersebut berpotensi dikembangkan menjadi rest area, resort, hingga fasilitas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

“Sudah ada kajiannya dan juga sudah dilakukan pemaparan terkait potensi ini kepada calon investor didalam kegiatan temu bisnis yang digelar pemkab,” kata Aldian, Rabu (19/8/2026).

Pembangunan Kelok 23 Belum Rampung

Meski potensi investasi telah dipetakan dan ditawarkan kepada calon investor, sampai sekarang belum ada pemilik modal yang menyatakan tertarik menanamkan investasi di kawasan Kelok 23.

Aldian menduga kondisi tersebut berkaitan dengan pembangunan Kelok 23 yang belum selesai. Jalur ini nantinya menjadi penghubung JJLS Gunungkidul dengan Kabupaten Bantul.

“Mungkin karena pembangunannya belum selesai, maka ikut berpengaruh terhadap minat calon investor,” katanya.

Dengan demikian, Pemkab Gunungkidul masih menunggu perkembangan pembangunan infrastruktur Kelok 23 sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi minat calon investor.

Kajian IPRO Petakan Potensi SPBU hingga Cottage

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Asar Jajang Riyanti, mengatakan Pemkab Gunungkidul mendukung penuh pengembangan investasi di kawasan JJLS, baik dari sisi barat hingga timur di Bumi Handayani.

Ia mengaku telah melihat peta kajian investasi yang disusun DPMPTSP Gunungkidul, termasuk rencana pemanfaatan kawasan Kelok 23.

“Hasil kajiannya bisa untuk pembanguann SPBU, rest area hingga cottage. Dari sisi Risiko juga tergolong rendah sehingga aman untuk investasi,” kata Asar.

Menurut Asar, kajian IPRO tersebut tidak hanya memetakan jenis usaha yang berpotensi dikembangkan, tetapi juga kebutuhan lahan untuk merealisasikan peluang bisnis tersebut.

Kawasan yang dibutuhkan untuk mewujudkan potensi bisnis berdasarkan kajian itu mencapai sekitar 3,7 hektare.

“Kajian sudah dibuat hingga kebutuhan lahan. IPRO disusun sebagai upaya memudahkan calon investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul,” kata mantan Sekretaris DPMPTSP ini.

Bisa Jadi Ikon Baru Gunungkidul

Dari sisi wilayah, Lurah Girijati, Karsono, berharap kehadiran JJLS dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat. Ia melihat Kelok 23 memiliki potensi untuk menjadi daya tarik baru di kawasan barat Gunungkidul.

Karsono tidak menampik keberadaan Kelok 23 dapat menjadi ikon baru Gunungkidul. Selain akses yang menjadi bagian dari JJLS, kawasan tersebut memiliki pemandangan laut yang dinilai menjadi daya tarik tersendiri.

“Pemandangannya bagus karena bbisa melihat view laut sehingga nantinya bisa menjadi ikon baru yang dapat menarik pengunjung,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online