Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Proses penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul yang akan dipergunakan untuk parkir di Taman Kuliner Wonosari, Kamis (1/10/2026)./Harian Jogja-David Kurniawan\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Aliran kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul mulai ditutup untuk dijadikan area parkir kendaraan pengunjung Taman Kuliner Wonosari. Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul tersebut menelan anggaran Rp1.019.965.000.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Ashari Nurkalis mengatakan, penutupan kali telah dimulai sejak 4 September 2026. Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 90 hari dan berakhir pada awal Desember mendatang.
“Pengerjaan masih berlangsung dan saat sekarang masih dalam proses pembuatan fondasi,” kata Ashari, Kamis (10/1/2026).
Proyek tersebut mencakup penutupan kali sepanjang 24 meter dengan lebar sekitar 13 meter. Konstruksi yang digunakan disebut hampir menyerupai pembangunan jembatan karena fondasi dibuat di kedua sisi sebelum bagian atas ditutup melalui pengecoran.
Penutupan Kali untuk Tambah Parkir
Ashari menjelaskan, pembangunan ini merupakan bagian dari pengembangan fasilitas di Taman Kuliner Wonosari. Selama ini, kawasan tersebut belum memiliki lokasi parkir yang representative sehingga kendaraan pengunjung masih menggunakan area di pinggir jalan.
Kali yang ditutup kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi parkir baru. Dengan adanya fasilitas tersebut, Pemkab Gunungkidul berharap kendaraan pengunjung tidak lagi parkir di sisi jalan.
“Dengan adanya fasilitas tempat yang baru nantinya, maka tidak ada lagi lokasi parkir di pinggir jalan sehingga lebih rapi dan tertata,” katanya.
Pembangunan area parkir tersebut menjadi salah satu bagian dari penataan Taman Kuliner Wonosari. Pengembangan kawasan itu tidak berhenti pada penyediaan tempat parkir bagi pengunjung.
Taman Kuliner Wonosari Ditambah 50 Kios
DPUPRKP Gunungkidul juga melakukan perluasan area berjualan dengan memanfaatkan bekas lapangan tenis yang berada di kawasan tersebut.
“Untuk perluasan taman kuliner akan ditambah fasilitas 50 kios berjualan. Sama seperti penutupan kali di belakang kantor pemkab, perluasan juga masih dalam pengerjaan,” katanya.
Dengan demikian, pengembangan Taman Kuliner Wonosari mencakup dua pekerjaan yang masih berjalan, yakni penutupan kali untuk penyediaan area parkir dan perluasan kawasan berjualan melalui pembangunan 50 kios.
DPRD Minta Kualitas Infrastruktur Diperhatikan
Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Rian Eko Wibowo meminta Pemkab Gunungkidul memperhatikan kualitas pembangunan infrastruktur yang dikerjakan. Menurut dia, keberhasilan proyek tidak cukup hanya diukur dari penyelesaian sesuai jadwal.
“Tidak boleh asal jadi, tapi kualitasnya harus benar-benar diperhatikan,” katanya.
Komisi C DPRD Gunungkidul memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang infrastruktur. Karena itu, Rian mengatakan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek sejumlah titik yang masuk dalam program prioritas pembangunan milik bupati.
Pengawasan tersebut juga dilakukan untuk memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai target dan tidak mengalami keterlambatan.
“Tugas kita adalah mengawasi, makanya akan dilakukan sidak agar infratruktur yang dikerjakan selesai tepat waktu dan jangan sampai molor,” katanya.
Saat ini, proyek penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul masih berada pada tahap pembuatan fondasi. Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 90 hari sejak dimulai pada 4 September 2026 dan ditargetkan selesai pada awal Desember mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.