4 EWS Tsunami di Pantai Gunungkidul Rusak, Diperbaiki Bulan Ini

David Kurniawan
David Kurniawan Kamis, 01 Oktober 2026 13:47 WIB
4 EWS Tsunami di Pantai Gunungkidul Rusak, Diperbaiki Bulan Ini

Foto ilustrasi tsunami. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Empat unit early warning system (EWS) tsunami yang terpasang di kawasan pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD Gunungkidul memastikan perbaikan alat deteksi dini tersebut mulai dilakukan pada Oktober 2026 dengan total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp165 juta.

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto mengatakan, empat EWS tsunami tersebut berada di kawasan pesisir. Keberadaan perangkat ini penting untuk mendukung sistem peringatan dini terhadap potensi bencana di wilayah pantai.

Adapun lokasi pemasangan EWS berada di Pantai Sepanjang dan Krakal di Kapanewon Tanjungsari serta Pantai Krakal dan Pulangsawal atau Indrayanti di Kapanewon Tepus.

Sirine Lemah hingga Alat Korosi

Nanang mengakui empat EWS tsunami tersebut belum dapat berfungsi secara optimal. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah kerusakan pada perangkat.

Salah satu persoalan yang ditemukan yakni suara sirine yang kurang keras. Selain itu, alat penerima sinyal dari pusdalops mengalami korosi akibat terpapar air laut.

Kerusakan pada alat penerima sinyal tersebut turut memengaruhi kinerja EWS tsunami. Perangkat terkadang dapat menyala, tetapi pada waktu lain justru mati sehingga fungsi deteksi dini tidak berjalan secara optimal.

BPBD Gunungkidul pun telah mengagendakan perbaikan terhadap empat perangkat tersebut. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp165 juta, meski dana tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk perbaikan EWS.

“Kita alokasikan Rp165 juta, tapi pagu tidak hanya untuk pemeliharaan dan perbaikan, namun juga dipergunakan operasional,” kata Nanang kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).

Alat Penerima Sinyal Akan Diganti

Perbaikan empat EWS tsunami yang mengalami kerusakan tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan bulan ini. Salah satu langkah yang disiapkan BPBD Gunungkidul adalah mengganti alat penerima sinyal.

Sistem penerima sinyal yang sebelumnya menggunakan paket data akan diganti dengan frekuensi radio. Menurut Nanang, penggunaan frekuensi radio dinilai lebih awet karena tahan terhadap korosi dan lebih mudah dalam pemeliharaannya.

“Harapannya dengan pergantian ini, maka EWS dapat berfungsi dengan normal,” katanya.

Perbaikan perangkat deteksi dini ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan bencana di kawasan pesisir Gunungkidul. Dengan berfungsinya kembali EWS, perangkat tersebut diharapkan dapat menjalankan fungsi peringatan dini sebagaimana mestinya.

DPRD Dorong Penguatan Mitigasi

Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mendorong Pemkab Gunungkidul terus memperkuat mitigasi kebencanaan di Bumi Handayani. Menurut dia, penguatan mitigasi tidak cukup hanya dengan memperbaiki perangkat yang sudah tersedia.

Penguatan juga diarahkan melalui penambahan jaringan kalurahan Tangguh bencana di seluruh kalurahan serta penambahan fasilitas deteksi dini kebencanaan.

“Keberadaan EWS ini juga sangat penting karena bisa menjadi sarana deteksi dini saat akan terjadi bencana seperti longsor maupun tsunami,” katanya.

Sesuai ketugasan yang dimiliki, DPRD Gunungkidul akan membuat rekomendasi kepada bupati agar mitigasi kebencanaan di Bumi Handayani terus diperkuat.

Selain itu, dalam pembahasan anggaran, baik APBD murni maupun APBD Perubahan, DPRD akan berusaha mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menambah alokasi anggaran guna memperkuat program mitigasi.

Endang menilai kejadian musibah sebelumnya perlu menjadi pembelajaran dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Musibah kemarin harus jadi pelajaran. Jangan sampai setelah ada kejadian besar, baru bertindak. Akan lebih baik, kalau penguatan mitigasi kebencanaan dilakukan mulai dari sekarang,” katanya.

Dengan perbaikan empat EWS tsunami yang dijadwalkan mulai Oktober 2026, BPBD Gunungkidul berharap perangkat deteksi dini di sejumlah pantai tersebut kembali berfungsi normal. Di sisi lain, DPRD Gunungkidul mendorong agar penguatan mitigasi dilakukan secara lebih luas melalui jaringan kalurahan Tangguh bencana dan tambahan fasilitas deteksi dini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online