Sapi Warga Gunungkidul Ditemukan Mati, Diduga Dicuri dan Disembelih di Lokasi

David Kurniawan
David Kurniawan Jum'at, 04 September 2026 21:27 WIB
Sapi Warga Gunungkidul Ditemukan Mati, Diduga Dicuri dan Disembelih di Lokasi

Petugas dari Polsek Panggang saat mendatangi lokasi sapinmati yang dipelihara di ladang di Kalurahan Girimulyo, Panggang, Jumat (4/9). /Foto istimewa Polsek Panggang.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Sapi milik Parsudi, warga Padukuhan Wintaos, Girimulyo, Panggang, ditemukan mati di ladang tempat hewan tersebut dipelihara. Bagian paha bawah sapi diketahui hilang, sementara pada tubuhnya terdapat bekas sayatan yang memunculkan dugaan sapi menjadi korban pencurian dengan modus penyembelihan di lokasi.

Kondisi sapi tersebut pertama kali diketahui oleh istri Parsudi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat tiba di ladang, ia mendapati sapi yang sehari sebelumnya masih dalam kondisi sehat sudah dalam keadaan mati.

Dukuh Wintaos, Nanik Winarni, mengatakan lokasi kandang sapi milik korban berada cukup jauh dari permukiman warga. Kondisi tersebut membuat keberadaan sapi yang dipelihara di tengah ladang tidak banyak diketahui masyarakat.

"Peristiwa sapi yang dipelihara mati diketahui pertama kali oleh istri korban. Saat datang ke ladang sekitar pukul 07.00 WIB, sudah melihat kondisi sapinya mati," kata Nanik saat dihubungi wartawan, Jumat (4/9/2026) petang.

Daging Paha Sapi Hilang

Nanik mengatakan memelihara ternak di ladang merupakan hal yang biasa dilakukan warga setempat. Salah satu alasannya untuk memudahkan pemilik ketika memberikan pakan kepada ternak.

Dari kondisi tubuh sapi, muncul dugaan hewan tersebut disembelih oleh orang tak dikenal untuk diambil dagingnya. Dugaan itu didasarkan pada temuan bekas sayatan pisau pada bagian tubuh sapi.

"Paha bagian bawah hilang. Sedangkan bagian perut hingga bagian depan yang masih tersisa," ungkapnya.

Meski mengalami kerugian, keluarga Parsudi memilih menerima kejadian tersebut. Pemilik sapi juga tidak ingin berprasangka buruk atas peristiwa yang terjadi.

"Keluarga sudah ikhlas," katanya.

Polisi Selidiki Penyebab Sapi Mati

Kapolsek Panggang, AKP Gatot Sukoco, membenarkan telah menerima informasi mengenai sapi milik warga Padukuhan Wintaos, Girimulyo, yang ditemukan mati di ladang.

Polsek Panggang telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kepentingan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian sapi.

Namun, polisi belum dapat memastikan bahwa sapi tersebut mati akibat pencurian. Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, terdapat dua kemungkinan penyebab kematian sapi milik Parsudi.

Kemungkinan pertama adalah sapi menjadi korban pencurian dengan tujuan mengambil dagingnya. Sementara kemungkinan kedua, sapi tersebut mati akibat serangan hewan liar yang kelaparan pada musim kemarau dan kerap mengintai di sekitar ladang serta hutan.

"Untuk kepastian masih kami selidiki. Tapi, berdasarkan keterangan korban, satu hari sebelum kejadian, sapi yang dipelihara masih dalam kondisi sehat," katanya.

Atas kejadian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp15 juta.

Meski demikian, pemilik sapi telah mengikhlaskan kejadian tersebut. Peristiwa itu diharapkan menjadi pelajaran bagi warga agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

"Semoga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bersama sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Untuk antisipasi, kami mengimbau agar ternak yang dipelihara di ladang dipindahkan mendekat ke rumah sehingga pengawasannya jadi lebih mudah," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online