Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Personel Sat Pol PP Bantul saat membongkar lapak pedagang yang disinyalir melanggar ketentuan di kawasan Pantai Parangtritis, Jumat (14/11/2025). Pemerintah setempat tengah mengoptimalkan penataan kawasan pantai selatan agar nyaman dikunjungi wisatawan. Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL–Pemkab Bantul mulai menata kawasan Pantai Parangtritis dengan penomoran payung pedagang, pembatasan pedagang asongan, hingga pembersihan lapak yang menambah kesan kumuh.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Bantul, Yuli Hernadi, menyebut upaya ini merupakan bagian dari program besar penataan Parangtritis. Tujuannya, agar kawasan itu tidak terkesan kumuh dan wisatawan merasa lebih nyaman saat berkunjung.
Menurutnya, pada tahap awal, penataan dilakukan di area payung wisata. Saat ini terdapat 152 pemilik payung dengan masing-masing maksimal memiliki dua unit. Dengan demikian, total terdapat 304 payung yang akan diregistrasi secara resmi oleh pemerintah. Sebelumnya, ada pemilik yang mengoperasikan empat hingga lima payung sehingga menimbulkan ketidakteraturan.
“Payung-payung ini minggu ini kami tata, tadi sudah kami data dan akan kami beri nomor untuk diregistrasi agar ke depan tidak ada pemilik payung ilegal,” kata Yuli, Jumat (14/11/2025).
Ia menambahkan, pola penataannya nanti dibuat lebih rapi dengan formasi delapan baris yang menyisakan jalur bagi wisatawan menuju bibir pantai. Selain payung, lapak-lapak yang berdiri di selatan jalan paving block juga dibersihkan karena dinilai menambah kesan kumuh. Zona tersebut hanya diperbolehkan untuk gelaran tikar, sedangkan lapak permanen atau yang memasang meja, kursi, hingga tempat duduk dilarang.
"Pembatasan juga kami terapkan kepada pedagang asongan. Mereka hanya boleh berjualan sebelum pukul 09.00 WIB dan setelah pukul 15.00 WIB. Di luar itu, mereka wajib keluar dari area pantai untuk menjaga kenyamanan pengunjung," jelasnya.
Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Bantul, Rujito, menyampaikan, pihaknya bersama sejumlah perangkat terkait dan paguyuban pedagang telah berkoordinasi belum lama ini. Dalam pertemuan pada Oktober lalu, pedagang sepakat menertibkan sendiri lapak dan jumlah payung yang tidak sesuai ketentuan.
“Sudah beberapa kali dirapatkan bahwa lapak di selatan jalan paving block harus dibersihkan sendiri oleh pemiliknya serta jumlahnya harus sesuai data dinas pariwisata, tapi semakin ke sini semakin banyak yang muncul," katanya.
Ia menambahkan, pedagang sudah diberi waktu untuk menertibkan lapaknya secara mandiri. Namun, hingga saat ini masih ditemukan lapak yang belum dipindahkan. Ke depan, pihaknya akan melakukan penertiban jika tenda dan payung liar semakin marak bermunculan di kawasan itu.
"Namun untuk tahap awal kami bersifat persuasif dulu, itu juga kan musiman. Kalau hari biasa lumayan tertib, tapi kalau musim wisata ramai dan agak semrawut," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.