Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Penampakan akses jalan penghubung Pantai Cangkring dan Pantai Tanggultirto di Poncosari Srandakan, Bantul yang putus terlihat Rabu (23/9/2026). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL— Jalan alternatif yang menghubungkan Pantai Cangkring dengan Pantai Tanggultirto maupun sebaliknya di Kabupaten Bantul putus akibat dihantam abrasi. Kondisi tersebut membuat akses warga dan wisatawan menuju kawasan pantai sisi barat Bantul terganggu.
Jalur tersebut selama ini biasa digunakan wisatawan maupun warga untuk mengakses kawasan pantai sisi barat Bantul tanpa harus melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
Jalan yang putus itu disebut telah terjadi sejak awal September 2026. Hingga Rabu (23/9/2026), jalur tersebut belum bisa dilalui kendaraan.
Di lokasi telah dipasang bambu penghalang di sisi barat dan timur jalan agar tidak dilalui warga. Badan jalan yang terputus memiliki panjang sekitar 10 meter dan saat ini hanya dapat dilewati pejalan kaki.
Warga setempat, Waskito, mengatakan terputusnya akses tersebut membuat mobilitas masyarakat sekitar menjadi lebih sulit. Meski bukan merupakan jalur utama, warga dan pedagang setempat cukup sering memanfaatkan jalan itu untuk beraktivitas sehari-hari.
"Biasanya kalau mau ke sawah atau antar anak sekolah tinggal lurus lewat jalur pantai ini. Sekarang ya harus memutar jauh lewat jalan utama JJLS," katanya, Rabu (23/9/2026).
Menurut Waskito, jalur tersebut biasanya dimanfaatkan warga untuk menuju sawah maupun warung mereka. Terputusnya jalan membuat warga harus mengambil rute yang lebih jauh melalui jalan utama JJLS.
Dia berharap ada solusi agar jalan tersebut dapat kembali dimanfaatkan dan diperbaiki dalam waktu dekat. Terlebih, menjelang akhir tahun biasanya kunjungan wisatawan disinyalir mengalami peningkatan.
Jika akses tersebut belum diperbaiki, kondisi itu dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke kawasan pantai.
"Kalau bisa ya diperbaiki atau dibuat solusi sementara agar bisa dilalui warga," ujarnya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul, Istiyani, menjelaskan pihaknya telah menerima laporan mengenai jalan yang putus akibat abrasi tersebut.
Namun, hingga kini belum ada rencana perbaikan terhadap jalur tersebut.
"Sebenarnya itu cuma jalan penghubung biasa, dulu memang jadi jalur utama tapi sejak ada JJLS hanya dilalui warga sekitar yang tahu saja," katanya.
Isti mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) untuk mengetahui kemungkinan perbaikan jalan tersebut pada tahun depan.
Menurut dia, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus lebih selektif dalam mengalokasikan dana untuk perbaikan infrastruktur.
"Sebenarnya semenjak pemberlakukan tarif per destinasi di pantai barat, jalur itu juga jarang dilewati wisatawan. Kecuali dulu saat masih Rp15.000 semua pantai, mungkin masih sering dilewati pengunjung," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.