Karies, Kurang Gerak hingga Gangguan Mental Serang Pelajar di Bantul
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Kondisi Pantai Depok, Bantul setelah diterjang abrasi, Jumat (30/1/2020)-Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melakukan studi dan pengamatan terkait ancaman abrasi di kawasan pesisir. Hasilnya, hampir seluruh wilayah pesisir mengalami abrasi dengan jarak terjauh mencapai 96 meter dan laju rata-rata mencapai 2,3 meter per tahun.
Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Bantul, Malichah Kurnia Pratiwi menjelaskan bahwa abrasi dipicu oleh meningkatnya frekuensi badai siklon dan berkurangnya sedimen sungai. Tingkat kerentanan di tiap wilayah bervariasi, dipengaruhi oleh elevasi dan penggunaan lahan.
BACA JUGA: DPUPKP Bantul Gandeng BBWSO Tangani Abrasi di Kali Progo
“Risiko abrasi di Bantul berkisar dari rendah hingga tinggi, tergantung kondisi wilayahnya. Upaya mitigasi harus dilakukan secara struktural dan nonstruktural, terutama dengan pendekatan vegetatif yang mudah dan murah,” ujar Malichah, Senin (23/6/2025).
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penduduk dan resiliensi masyarakat pesisir secara jangka panjang, serta koordinasi lintas sektor dalam manajemen kebencanaan abrasi. "Peningkatan kapasitas penduduk dan resiliensi dalam meminimalisir risiko bencana perlu diusahakan secara periodik dan berorientasi jangka panjang," katanya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan keprihatinannya terhadap potensi kerusakan yang dapat mengganggu sektor pariwisata dan ekosistem pantai akibat ancaman abrasi.
“Meskipun belum drastis, peningkatan abrasi terlihat di beberapa titik, seperti di Pantai Pandansari. Karena itu pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.
BACA JUGA: Ketua DPRD DIY Ajak Warga Gencarkan Penanaman Mangrove di Baros
Bambang menyebut, abrasi menyebabkan pantai yang sebelumnya landai menjadi curam dan tidak beraturan, yang bisa membahayakan keselamatan wisatawan. Jika dibiarkan, abrasi juga dikhawatirkan berdampak pada lahan publik, pertanian pesisir, hingga habitat penyu di sepanjang bentang pantai Bantul yang panjangnya kurang dari 10 kilometer.
Sebagai bentuk mitigasi, DLH telah menanam ratusan pohon cemara udang di Pantai Gua Cemara. Pohon ini berfungsi sebagai penahan alami terhadap angin laut dan abrasi. “Kami berupaya agar abrasi tidak makin parah. Vegetasi seperti cemara udang ini bisa menjadi benteng awal yang efektif,” pungkas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.
Jadwal misa dan ibadah Kenaikan Yesus 2026 di Jogja lengkap dari Kotabaru, Ganjuran hingga GKJ Ambarrukmo.