Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Kondisi Pantai Depok, Bantul setelah diterjang abrasi, Jumat (30/1/2020)-Harian Jogja/Jumali
Harianjogja.com, BANTUL–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melakukan studi dan pengamatan terkait ancaman abrasi di kawasan pesisir. Hasilnya, hampir seluruh wilayah pesisir mengalami abrasi dengan jarak terjauh mencapai 96 meter dan laju rata-rata mencapai 2,3 meter per tahun.
Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Bantul, Malichah Kurnia Pratiwi menjelaskan bahwa abrasi dipicu oleh meningkatnya frekuensi badai siklon dan berkurangnya sedimen sungai. Tingkat kerentanan di tiap wilayah bervariasi, dipengaruhi oleh elevasi dan penggunaan lahan.
BACA JUGA: DPUPKP Bantul Gandeng BBWSO Tangani Abrasi di Kali Progo
“Risiko abrasi di Bantul berkisar dari rendah hingga tinggi, tergantung kondisi wilayahnya. Upaya mitigasi harus dilakukan secara struktural dan nonstruktural, terutama dengan pendekatan vegetatif yang mudah dan murah,” ujar Malichah, Senin (23/6/2025).
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas penduduk dan resiliensi masyarakat pesisir secara jangka panjang, serta koordinasi lintas sektor dalam manajemen kebencanaan abrasi. "Peningkatan kapasitas penduduk dan resiliensi dalam meminimalisir risiko bencana perlu diusahakan secara periodik dan berorientasi jangka panjang," katanya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengungkapkan keprihatinannya terhadap potensi kerusakan yang dapat mengganggu sektor pariwisata dan ekosistem pantai akibat ancaman abrasi.
“Meskipun belum drastis, peningkatan abrasi terlihat di beberapa titik, seperti di Pantai Pandansari. Karena itu pencegahan harus dilakukan sejak dini,” ujarnya.
BACA JUGA: Ketua DPRD DIY Ajak Warga Gencarkan Penanaman Mangrove di Baros
Bambang menyebut, abrasi menyebabkan pantai yang sebelumnya landai menjadi curam dan tidak beraturan, yang bisa membahayakan keselamatan wisatawan. Jika dibiarkan, abrasi juga dikhawatirkan berdampak pada lahan publik, pertanian pesisir, hingga habitat penyu di sepanjang bentang pantai Bantul yang panjangnya kurang dari 10 kilometer.
Sebagai bentuk mitigasi, DLH telah menanam ratusan pohon cemara udang di Pantai Gua Cemara. Pohon ini berfungsi sebagai penahan alami terhadap angin laut dan abrasi. “Kami berupaya agar abrasi tidak makin parah. Vegetasi seperti cemara udang ini bisa menjadi benteng awal yang efektif,” pungkas Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.