DPRD Bantul Sebut Pemangkasan TKD Berpotensi Berlanjut pada 2027
DPRD Bantul menyoroti potensi pemangkasan TKD pada 2027 setelah anggaran tahun ini dipangkas lebih dari Rp150 miliar.
Sungai tercemar. - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, BANTUL—Upaya pemulihan Sungai Belik di wilayah Pandes, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret mulai dilakukan setelah kasus kematian ikan massal akibat pencemaran berat mengguncang warga beberapa waktu lalu. Pemerintah bersama pengelola IPAL komunal kini menebar ribuan benih ikan lokal untuk memulihkan ekosistem sungai yang terdampak limbah.
Langkah pemulihan dilakukan di tengah hasil uji laboratorium yang menunjukkan kondisi kualitas air Sungai Belik masih berada pada tingkat pencemaran berat dengan sejumlah indikator jauh melampaui ambang batas aman lingkungan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Istriyani mengatakan koordinasi lintas instansi telah dilakukan untuk menentukan langkah pemulihan ekosistem setelah dugaan pencemaran dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Menurut dia, salah satu langkah awal yang disepakati ialah restocking atau penebaran benih ikan lokal di aliran Sungai Belik.
Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) IPAL Komunal Grojogan disebut telah menebar sebanyak 7.000 ekor ikan nilem berukuran 7–8 sentimeter, 3.300 ekor ikan tawes, dan 100 ekor ikan sidat.
“Masih akan ada restocking lanjutan dalam dua sampai tiga bulan ke depan dengan jumlah ikan yang disesuaikan melalui perhitungan konversi banyak ikan per meter kubik pada kondisi perairan tercemar berat,” katanya, Jumat (8/5/2026).
Selain menebar ikan, pemerintah juga mulai mengevaluasi kualitas air Sungai Belik yang sebelumnya dipenuhi bangkai ikan akibat pencemaran organik berat.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati mengungkapkan hasil uji laboratorium menunjukkan sebagian besar parameter pencemaran berada di atas ambang batas.
Dari sembilan indikator yang diuji, hanya tiga parameter yang masih dalam kondisi normal, yakni pH air sebesar 7,8 mg/L, nitrat sebagai N sebesar 6,48 mg/L, dan deterjen 0,63 mg/L.
Namun sejumlah indikator utama pencemaran seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), fosfat, dan amonia tercatat sangat tinggi.
“Nilai BOD mencapai 4.215,3 mg/L sementara COD sebesar 15.012,5 mg/L. Nilai ini sangat ekstrem dan mengindikasikan tingkat pencemaran organik yang sangat berat,” ujarnya.
Tingginya angka BOD dan COD menunjukkan kandungan limbah organik di Sungai Belik berada dalam kondisi serius yang dapat mengganggu kehidupan biota air dan kualitas lingkungan sekitar sungai.
Sebagai tindak lanjut, DLH Bantul merekomendasikan monitoring kualitas air secara rutin setiap tiga bulan.
Selain itu, pengambilan sampel ulang dari outlet IPAL dan DAM Pandes juga akan dilakukan untuk memastikan sumber pencemaran dapat dikendalikan.
Pemerintah juga meminta perbaikan IPAL komunal, terutama pada bagian bak kontrol yang dinilai perlu dibenahi agar limbah tidak kembali mencemari aliran sungai.
“Selain itu, sosialisasi kepada pengguna IPAL komunal juga akan kami lakukan agar limbah yang dibuang ke saluran pengolahan tidak kembali memicu pencemaran sungai,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul menyoroti potensi pemangkasan TKD pada 2027 setelah anggaran tahun ini dipangkas lebih dari Rp150 miliar.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk pengerukan delapan alur sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Dosen UMY King Faisal menyoroti prosedur penggeledahan Hamalatul Qur’an dan meminta dugaan intimidasi terhadap santriwati diperiksa.
Kecelakaan truk molen di Jalan Cut Mutia, Bekasi, menewaskan enam orang dan melukai enam lainnya saat menunggu bus di halte.
Pelatih kepala baru PSIM Jogja, Risto Vidakovic, mulai terlibat dalam proses pembenahan tim meski belum resmi mendampingi skuad dari pinggir lapangan. Pelatih a
SKK Migas menargetkan proyek Gas Mako Natuna berproduksi 111 MMscfd dalam dua tahun dan memasok kebutuhan listrik Batam.