KAI Daop 6 Jogja Tutup 38 Perlintasan Liar demi Keselamatan
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Ilustrasi abrasi./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul akan mengajak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) untuk memetakan tambahan infrastruktur untuk mitigasi bencana di Kali Progo.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon mengatakan aliran Sungai Progo yang deras berpotensi menyebabkan abrasi di sekitar sungai.
BACA JUGA: Waspada! Laju Abrasi di Pantai Selatan Bantul Terus Meningkat Tiap Tahun
Selain itu, keberadaan penambangan pasir di Sungai Progo dinilai memperparah abrasi di sana. "Cukup tinggi abrasinya, ini perlu penanganan tebing sungai," ujarnya, Senin (24/2/2025).
Sebelumnya, Polres Bantul mencatat sebuah tiang listrik yang ada di Trimurti, Srandakan, ambrol pada Minggu (23/2/2025) sekitar pukul 16.30 WIB. Robohnya tiang listrik tersebut sebagai dampak abrasi. Selian itu, DAM Srandakan juga sempat ambrol dan Jembatan Srandakan Lama pun runtuh.
Dia menilai tebing Sungai Progo perlu diberikan tambahan talud dan bronjong untuk mencegah longsor. Di sana menurut Jimmy telah ada talud dan bronjong di beberapa titik, namun jumlahnya masih kurang.
"Belum semua [tebing sungai] ada talud, perlu dilakukan pemetaan titik mana lagi yang diperlukan [tambahan talud dan bronjong]," imbuh Jimmy.
Dia pun mendorong pengerjaan tambahan talud dan bronjong tersebut dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan lantaran saat ini masih memasuki musim kemarau, karena dia khawatir ketika pengerjaan kontruksi dilakukan selama musim hujan hasilnya tidak optimal.
Jimmy mengaku penanganan abrasi Sungai Progo tidak bisa dilakukan sepihak. Pihaknya akan menggandeng BBWSO selaku penanggungjawab Sungai Progo. "Kita akan segera berkoordinasi," katanya.
Terkait penanganan DAM Srandakan yang ambrol, Jimmy mengaku BBWSO telah berkoordinasi dengan pihaknya. BBWSO telah melakukan penanganan darurat selama 90 hari dengan memasang batu pemecah ombak untuk mengurangi abrasi disana.
Menurut Jimmy, BBWSO akan melakukan penanganan permainan di sana. Meski begitu Jimmy mengaku belum mengetahui penanganan permanen yang akan dilakukan di sana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KAI Daop 6 Jogja menutup 38 perlintasan liar di DIY dan Jawa Tengah demi meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Huawei MatePad Pro Max siap meluncur dengan RAM hingga 20GB, layar OLED 144Hz, dan baterai 10.400 mAh.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.