Abrasi Putus Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul, Warga Terpaksa Memutar
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Aksi penanaman pohon mangrove oleh pemuda pemudi Baros, mahasiswa dan Ketua DPRD DIY, Nuryadi, Minggu (25/5/2025) di kawasan pesisir Pantai Baros./ Ist
Harianjogja.com, BANTUL – Komunitas pemuda-pemudi Baros bersama Ketua DPRD DIY, Nuryadi dan sejumlah mahasiswa menggelar aksi penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Baros, Minggu (25/5/2025). Aksi ini dilakukan sebagai upaya untuk menahan abrasi yang terus menggerus garis pantai dan melestarikan lingkungan pesisir.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal pelestarian lingkungan. Ia mengapresiasi semangat anak muda yang terlibat aktif dalam konservasi wilayah pesisir yang menurutnya sering luput dari perhatian pemerintah.
“Ini surprise bagi saya. Anak-anak muda justru menunjukkan kepedulian luar biasa. Sementara banyak pemangku wilayah belum turun langsung ke sini, belum paham kondisi di lapangan,” kata Nuryadi.
Ia berjanji akan membawa hasil pengamatannya ke forum resmi DPRD untuk mendorong dukungan lebih konkret, termasuk dari APBD maupun Dana Keistimewaan (Danais) guna mendukung pelestarian kawasan pesisir selatan DIY.
Nuryadi juga mengkritik kurangnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap kawasan konservasi ini. Menurutnya, sinergi antara provinsi dan kabupaten sangat diperlukan agar upaya swadaya masyarakat tidak berjalan sendiri.
BACA JUGA: Tahun Depan, DPUPKP Bantul Fokus Perbaiki Jalan Rusak di Perbatasan Kabupaten
"Memang perlu kolaborasi untuk upaya pelestarian lingkungan, ke depan akan saya sampaikan hasil yang dilaporkan dari kegiatan untuk kepada komisi dan dinas terkait," jelasnya.
Sementara Setiyo, perwakilan keluarga pemuda-pemudi Baros memaparkan kondisi terkini kawasan mangrove. Luasan hutan mangrove yang dulunya mencapai 10 hektare kini tersisa sekitar 5-6 hektare akibat abrasi, terutama sejak Badai Cempaka tahun 2018.
“Badai Cempaka itu hampir menghilangkan 5 hektare daratan. Abrasi makin parah saat gelombang tinggi datang terus-menerus, membuat tanah ambrol,” ujar Setiyo.
Ia juga menjelaskan banyak pohon mangrove berumur 25 tahun yang sudah tumbang karena akar yang tidak dalam dan tanah yang terus digerus arus laut. “Pohon-pohon pelindung seperti waru, pandan, dan berbagai jenis mangrove sudah banyak yang tumbang,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan alternatif Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi sejak awal September. Warga kini harus memutar lewat JJLS.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.